alexametrics
Rabu, 25 November 2020
Rabu, 25 November 2020

Unram 58 Tahun, What’s Next?

Oleh: Rosiady Sayuti, Ph.D. Ketua Prodi Sosiologi Universitas Mataram

UNIVERSITAS Mataram, dalam usia yang ke 58, alhamdulillah telah berhasil menempatkan dirinya di jajaran Perguruan Tinggi yang patut di perhitungkan dan kita banggakan di tingkat nasional. Prof. Dr. Lalu Husni, SH., Rektor Universitas Mataram saat ini dalam pidato diesnya menyampaikan berbagai data yang merupakan capaian prestasi Unram beberapa tahun terakhir ini.

Pertama, terkait dengan klasterisiasi yang dibuat oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan terhadap 2.136 Perguruan Tinggi Non Vokasi. Dalam klaster tersebut, Unram masuk dalam Klaster ke dua bersama dengan 34 Perguruan Tinggi Negeri/Swasta se Indonesia. Sementara yang masuk dalam Klaster ke 1 hanya berjumlah 15 PT, sementara yang masuk Klaster III berjumlah 97, Klaster IV berjumlah 400 PT dan sisanya berjumlah 1.590 PTN/PTS masuk dalam Klaster ke 5.  Dengan kata lain, dari segi performa secara umum, baik yang berkaitan dengan Pendidikan/Pengajaran, Penelitian, ataupun Pengabdian kepada Masyarakat yang merupakan Tri Dharma Perguruan Tinggi di Indonesia, Unram masuk dalam kelompok 49 besar.

Sebuah prestasi yang patut membanggakan masyarakat Nusa Tenggara Barat. Sebuah prestasi yang diraih dengan kerja keras, dari masa kepemimpinan rektor-rektor sebelumnya hingga hari ini.  Karena menurut teorinya, pembangunan dan kesuksesan itu bukanlah sesuatu yang diraih karena kerja keras semalam, tapi merupakan suatu proses yang berkesinambungan, dari masa ke masa.

Sejak Rektor Pertama, Mayjen M. Yusuf Abubakar, kemudian Mayjen Subiyanto, SH, Prof. Qazuini, Prof. Sri Widodo, Prof. Mulyanto, Prof. Mansur Ma’shum, Prof. Sunarpi, hingga hari ini, Prof. Lalu Husni.  Inilah buah dari kerja keras dan kepemimpinan mereka, yang didukung oleh para dekan dan pemimpin-pemimpin unit di masa masing-masing.

Bahwa indikator penilaian yang sekaligus menjadi tantangan para pemimpin dan civitas academika Unram dari masa ke masa mengalami perubahan, mungkin saja terjadi.  Sebagai contoh, untuk menjadi seorang Guru Besar atau Professor, dimasa lalu tidak dipersyaratkan adanya publikasi ilmiah pada  Jurnal bereputasi Internasional.  Sekarang, tanpa adanya publikasi seperti itu, tidak bisa seorang dosen meraih gelar yang sangat bergengsi di dunia akademik tersebut. Demikian pula dengan system akreditasi dan sertifikasi.

Dahulu kala, kedua hal tersebut tidak pernah kita dengar.  Sekarang, menjadi sesuatu yang sangat diperhatikan oleh masyarakat, apabila ingin memasukkan anaknya ke Perguruan Tinggi.  Pasar kerja juga tidak sedikit yang mempersyaratkan akreditasi sebuah perguruan tinggi, manakala mereka ingin merekrut karyawannya.  Ada kawan saya yang memprotes dan mengadu kesana kemari, karena anaknya yang berpestasi Cum Laude, tidak bisa mendaftar di sebuah Bank, karena lulus dari Perguruan Tinggi yang akreditasinya C.

Hal lain yang tentu tidak ada pada zaman dahulu, sebelum dunia internet merasuki kehidupan kita sehari-hari adalah perangkingan di Webometrics yang dilaksanakan oleh Cibermetrics Lab yang berkedudukan di Spanyol. Penilaian Lembaga ini semata bersumber pada banyaknya publikasi oleh Civitas Academika, dosen dan mahasiswa, yang  menggunakan atau memanfaatkan Teknologi Informasi.  Demikian banyak Lembaga yang menjadi penyedia publikasi tersebut.  Yang penting kita tahu kanalnya, seperti Google, Youtube, Facebook, Instagram, Yahoo, dan lain-lain. Dalam perangkingan yang melibatkan 2.694 PTN/PTS se Indonesia, Unram menempati urutan yang ke 19.  Jauh meninggalkan PT-PT lain, baik PTN maupun PTS . Sesuatu yang luar biasa.

 

Kontribusi untuk Daerah

 

Pertanyaan yang sering diajukan oleh warga NTB kepada Unram adalah, apa kontribusi Unram selama ini terhadap pembangunan daerah.  Tidakkah Unram hanya menjadi sebuah Menara Gading, yang hanya sibuk mengejar reputasi berklas internasional, sementara kontribusinya terhadap pembangunan daerah minimal.

Pertanyaan seperti itu, menurut saya sangat wajar dilontarkan, karena tidak banyak publikasi dari kawan-kawan di Unram terhadap berbagai karya ilmiah maupun pengabdian kepada masyarakatnya dilakukan melalui media-media lokal.  Padahal sesungguhnya, tidak sedikit karya para dosen dan bahkan mahasiwa Unram ataupun Kerjasama-kerjasama antara Lembaga-lembaga yang ada di Unram dengan Pemda yang telah dilaksanakan.

Ketika meminta izin untuk menggunakan saya menjadi Kepala Bappeda Provinsi NTB 2008 yang lalu, yang kemudian berlanjut sampai saya menjadi Sekretaris Daerah (2016-2019), TGB Dr. KH Muhammad Zainul Majdi secara eksplisit mengatakan agar kerja sama antara Pemda dengan Unram makin meningkat.

Dengan bahasa lain, agar kontribusi Unram dalam mendukung berbagai program pembangunan di NTB makin intens.  Di lain pihak, berbagai program dan kebijakan di Pemda, diharapkan agar tidak sekedar “running business as usual” kata beliau, “namun agar berbagai kebijakan yang diambil oleh Pemda, senantiasa berlandaskan ilmu pengetahuan dan teknologi; yang notabene dimiliki Unram.”

Dan itulah yang terjadi. Pelibatan tim-tim dari Unram, khususnya di Bappeda menjadi sesuatu kelaziman. Mulai dari penyusunan dokumen RPJMD, penyusunan rancangan Program Unggulan seperti Bumi Sejuta Sapi,atau PIJAR, Absano, Akino, Adono, dan lain-lain. Secara kelembagaan, mereka yang terlibat dalam Tim Penyelaras Gubernur, Dewan Riset Daerah, dan lain-lain, sebagian besar anggotanya juga dari para akademisi di Unram.  Disamping juga dari PT lain, seperti UIN, dan beberapa PTS yang ada di NTB.

 

HAKI dan TTG

 

Dalam rangka merayakan Dies Natalisnya ke 58, Panitia juga menyelenggarakan Lomba Inovasi karya para dosen dan mahasiswa.   Untuk penjurian karya para dosen, saya menjadi salah seorang jurinya, bersama kawan-kawan dari Dinas Perindustrian, Dinas Perdagangan, KLH, KPID, dan Ketua HAKI Center Unram, Prof. Sudantha.   Ada 19 karya Inovasi para dosen yang masuk. Dalam penilaian saya, semua hasil karya inovasi tersebut dan juga saya kira teman-teman juri yang lain bersepakat sangat layak untuk diteruskan menjadi produk yang dikembangkan.

Baik untuk menjadi industri skala rumah tangga, maupun ada beberapa yang layak untuk menjadi skala industry menengah dan besar.  Kepala DInas Perindustrian NTB, Dra. Nuryanti, yang langsung hadir menjadi juri, menurut pendapat saya seakan mendapakan durian runtuh. Setiap kali diberi kesempatan bertanya, selalui orientasinya kearah industrialisasi yang menjadi Program unggulan Gubernur NTB saat ini, Dr. Zulkieflimansyah.

Salah satu contoh produk yang ikut dalam lomba tersebut misalnya alat Kesehatan THT yang diciptakan oleh Dr. Hamsyu Kadrian dkk.  Ketika ditanya mengenai harga, beliau menjawab kalau di pasar sekarang, produk dengan fungsi yang sama harganya 800 jutaan.  Nah, alatnya ini katanya harganya berkisar pada angka sepuluh jutaan.  Jadi satu persenan saja dari harga alkes yang memang kita kenal tidak ada yang murah.

Ada lagi dosen yang menghasilkan mesin untuk mengolah jagung.  Kalau ini sukses berproduksi dan menjadi laku di pasar, maka bukan tidak mungkin produk jagung kita yang sekian juta ton setahun itu, akan memiliki nilai tambah yang tidak sedikit.  Kita tidak perlu lagi menjual jagung bahan mentah (bongkolan) tapi sudah melalui proses industry.

Terkait dengan produk dari Unram yang telah mendapatkan HAKI, , baik itu paten maupun Hak Cipta ternyata juga sudah cukup banyak.  Dari sambutan pak Rektor dalam rangka Dies Natalis Unram ke 58, tersebut, yang dihadiri oleh Wakil Presiden RI secara virtual,  terungkap bahwa jumlah HAKI di Unram meningkat tajam beberapa tahun terakhir ini.

Dari jumlah yang tadinya hanya 5 HAKI sebelum tahun 2018, meningkat drastis menjadi 144 tahun 2018, dan menjadi 232 pada tahun 2019.  Semuanya itu tentu merupakan persembahan dari Unram untuk masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat Nusa Tenggara Barat.  Lantas, pertanyaan selanjutnya adalah what’s next. Dirgahayu Unram. Unram Jaya, Sepanjang Masa. Demikian kutipan dari Hymne Unram yang selalu dinyanyikan setiap Dies Natalis dirayakan. Wallahu a’lam bissawab. (*)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Banyak Dijual ke Luar Daerah, Harga Bahan Pokok di Mataram Naik

”Yang buat mahal itu harganya karena banyak dikirim ke luar daerah. Di sana harganya jauh lebih menjanjikan jadi pedagang memilih kirim ke sana juga,” ujarnya.

Guru Garda Terdepan Pencegahan Korona di Sekolah

”Kalau guru tidak disiplin atau lengah, maka saya tidak bisa bayangkan, apa yang akan terjadi pada anak-anak kita,” ujar Pembina BKP PGRI NTB Hj Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah.

Belajar dari Pengalaman Langsung Kesembuhan Penyintas COVID-19

Pola makan dengan asupan makanan tinggi kalori dan tinggi protein merupakan treatment yang dianjurkan saat terkena COVID-19. Hal ini berguna untuk meningkatkan imunitas tubuh.

XL Axiata Raih Dua Penghargaan Internasional

PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) kembali berhasil mendapatkan penghargaan tingkat internasional.

Dosen Fisika Unram Gelar Pelatihan HOTS Daring

”Ini (pelatihan, Red) dalam rangka meningkatkan kualitas hasil pembelajaran siswa di tengah wabah Pandemi Covid-19,” kata Ni Nyoman Sri Putu Verawati, ketua tim dosen, kemarin (23/11).

Dewan Mataram Minta Pembagian Bantuan JPS Usai Pilkada

-Sejumlah anggota dewan meradang. Bukan karena tak setuju dengan bantuan JPS tahap enam. Tapi, mereka khawatir JPS ini ditunggangi kepentingan politik jelang Pilkada Kota Mataram 9 Desember mendatang.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.
00:06:43

VIDEO : Polisi Bongkar Pabrik Sabu di Pringgasela Lotim

Peredaran gelap narkoba di Provinsi NTB benar-benar mengkhawatirkan. Pera pelakunya menggunakan beribu macam cara. Bahkan sudah ada yang memproduksi barang haram itu di daerah ini. Polisi sudah berhasil membongkarnya.

Korona Meningkat, Libur Panjang Akhir Tahun Ini Bisa Dibatalkan

Pemerintah mempertimbangkan untuk memperpendek atau meniadakan sama sekali libur panjang pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) tahun 2020 ini jika penerapan protokol kesehatan pada liburan Maulid Nabi akhir Oktober lalu dianggap tidak efektif.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Akhirnya Subsidi Gaji untuk Guru Honorer Cair

Bantuan subsidi upah (BSU) untuk pendidik dan tenaga kependidikan (PTK) non-PNS di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mulai dicairkan. Untuk mempermudah pencairan, PTK penerima sudah dibuatkan rekening baru. Tinggal melengkapi persyaratannya.
Enable Notifications    OK No thanks