alexametrics
Jumat, 27 November 2020
Jumat, 27 November 2020

Menimbang Penerapan Substitusi Impor dalam Pemulihan Ekonomi NTB

Oleh: Muhammad Zainuri, M.Stat Statistisi Muda BPS Provinsi NTB

BADAN Pusat Statistik (BPS) pada tanggal 5 November 2020 telah merilis indikator pertumbuhan ekonomi. Pada level nasional, Indonesia akhirnya secara resmi memasuki resesi ekonomi setelah mengalami pertumbuhan ekonomi negatif dua triwulan berturut-turut. Pada triwulan III 2020, pertumbuhan ekonomi Indonesia minus 3,49 persen (year on year) setelah sebelumnya pada triwulan II 2020 juga mengalami pertumbuhan ekonomi minus 5,32 persen (year on year).

Istilah pertumbuhan ekonomi year on year suatu periode triwulan atau quarter menunjukkan perubahan ekonomi pada suatu triwulan di tahun tertentu dibandingkan dengan triwulan yang sama pada tahun sebelumnya. Meskipun Indonesia telah memasuki resesi ekonomi, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan III 2020 terhadap triwulan II 2020 (quarter to quarter) mulai tumbuh positif sebesar 5,05 persen. Semua pihak tentu berharap pemulihan ekonomi ditengah pandemi covid 19 ini berjalan dengan baik.

Sejalan dengan pertumbuhan ekonomi nasional, Provinsi NTB juga mencatatkan pertumbuhan negatif pada triwulan III 2020 dengan nilai minus 1,11 persen (year on year). Pada triwulan II 2020 lalu, ekonomi Provinsi NTB juga tumbuh negatif dengan nilai minus 1,41 persen (year on year). Dalam dua triwulan terakhir, nilai minus pada pertumbuhan ekonomi NTB masih lebih baik daripada nilai minus pada level nasional.

Jika dibandingkan dengan dua provinsi tetangga, kondisi pertumbuhan ekonomi NTB relatif lebih baik. Pada triwulan III 2020, pertumbuhan ekonomi Provinsi Bali minus 12,28 persen (year on year) dan pertumbuhan ekonomi Provinsi Nusa Tenggara Timur minus 1,68 persen (year on year). Kondisi ekonomi NTB yang relatif lebih baik tersebut patut disyukuri dan menjadi modal untuk memperbaiki kondisi ekonomi NTB pada triwulan atau quarter selanjutnya.

Beberapa catatan terkait pertumbuhan ekonomi NTB pada triwulan III 2020 bisa didapat dengan melihat sektor ekonomi yang mengalami penurunan. Salah satu penyebab menurunnya ekonomi NTB pada Triwulan III 2020 (year on year) karena menurunnya nilai tambah ekonomi pada Sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan. Sektor ekonomi yang menjadi pondasi ekonomi NTB tersebut mengalami penurunan 1,66 persen (year on year). Penyebab turunnya nilai tambah pada sektor tersebut adalah menurunnya nilai tambah pada subsektor pertanian tanaman pangan, subsektor hortikultura, dan subsektor perkebunan.

Kondisi melemahnya sektor pertanian di NTB patut menjadi perhatian semua pihak. Sektor ini memiliki peranan yang krusial karena berperan dalam ketahanan pangan dan menyediakan bahan baku bagi sektor ekonomi lainnya. Sektor pertanian merupakan penyumbang terbesar dalam pembentukan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi NTB dalam 5 tahun terakhir. Selain itu, sektor pertanian merupakan penyerap tenaga kerja terbesar dalam perekonomian NTB.

Catatan lainnya adalah industrialisasi yang telah dimulai perlu terus dijaga konsistensinya. Sektor industri pengolahan memiliki kaitan erat dengan sektor pertanian. Untuk menambah nilai ekonomi pada berbagai produk pertanian, sektor industri pengolahan memegang peranan penting dalam menjadikan berbagai produk pertanian lebih awet, menarik, dan memilki daya saing yang tinggi di pasar nasional bahkan internasional. Selain itu, industri pengolahan berpotensi menyediakan berbagai alat produksi dengan teknologi yang mendorong efisiensi dalam proses produksi di sektor pertanian.

Salah satu strategi yang dapat dipertimbangkan untuk mengoptimalkan peranan sektor pertanian dan sektor industri pengolahan adalah strategi substitusi impor. Yang dimaksud dengan Impor dalam konteks ekonomi regional NTB adalah impor dari luar negeri dan impor dari daerah lain di Indonesia. Provinsi NTB telah melakukan ekspor berbagai produk baik keluar negeri maupun ke daerah lain di Indonesia. Namun, sebagian besar ekspor tersebut merupakan ekspor bahan mentah tanpa proses pengolahan. Di sisi lain, Provinsi NTB mengimpor begitu banyak barang jadi dari luar NTB untuk memenuhi kebutuhan regional.

Berdasarkan angka Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) menurut pengeluaran, lebih dari 60 persen ekonomi NTB pada 5 tahun terakhir digerakkan oleh Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PKRT). Pada tahun 2019, nilai PKRT di Provinsi NTB lebih dari 83 Triiliun Rupiah. Berdasarkan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) oleh BPS, tercatat bahwa 52,4 persen pengeluaran penduduk NTB berupa makanan dan sisanya 47,6 persen berupa non makanan pada tahun 2019. Sebagian dari komoditas PKRT tersebut merupakan barang impor.

Peluang untuk mengoptimalkan sektor pertanian, kehutanan, perikanan dan sektor industri pengolahan di NTB pada masa mendatang dapat ditempuh dengan strategi substitusi impor. Sebagai contoh peluang substitusi impor adalah komoditas minyak goreng. BPS mengestimasi jumlah penduduk di NTB tahun 2019 mencapai 5,07 juta orang. Hasil SUSENAS Maret 2019 menunjukkan rata-rata konsumsi minyak goreng per bulan setiap penduduk mencapai 0,84 liter dengan nilai Rp8.674. Jika dihitung lebih lanjut, maka total nilai konsumsi rumah tangga berupa minyak goreng oleh seluruh penduduk di NTB mencapai 527 Miliar Rupiah. Sebagian besar kebutuhan minyak goreng di NTB saat ini merupakan impor dari daerah lain.

Pada Program Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang di NTB tahun 2020, salah satu komoditas yang diberikan kepada masyarakat adalah minyak goreng kelapa. Pengalaman memproduksi minyak goreng dalam jumlah yang cukup besar dapat dimanfaatkan untuk strategi substitusi impor. Jika produsen minyak goreng lokal mampu mengambil 10 persen dari pangsa pasar, maka omset usaha minyak goreng lokal akan mencapai nilai 52,7 Miliar Rupiah. Jika mampu mengambil 50 persen pangsa pasar, maka omset usaha lokal mencapai 263,5 Miliar Rupiah.

Potensi permintaan minyak goreng dengan nilai ratusan miliar rupiah tersebut tentu mendorong permintaan bahan baku berupa buah kelapa. Selain itu, industri pengolahan minyak kelapa juga akan mengalami peningkatan produksi untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Tentunya perlu dipersiapkan produk minyak goreng kelapa yang berkualitas tinggi. Selain itu, pemasaran produk perlu dipersiapkan dengan matang agar konsumen mendapat kemudahan dalam memenuhi kebutuhannya.

Strategi substitusi impor tersebut tentu membutuhkan kajian yang komprehensif dalam implementasinya. Kemandirian dalam menyediakan berbagai produk untuk memenuhi kebutuhan regional Provinsi NTB tentu akan medorong penciptaan nilai tambah ekonomi dan membuka lapangan kerja sekaligus memulihkan daya beli masyarakat. Dengan kata lain, keberhasilan strategi substitusi impor akan membantu pulihnya ekonomi NTB.

Di era globalisasi ekonomi, tentunya antar daerah bahkan antar negara saling membutuhkan dan melakukan transaksi ekonomi satu sama lain. Strategi substitusi impor bukan berarti meniadakan impor, akan tetapi selektif dalam melakukan impor. Berbagai kebutuhan lokal yang mampu dipenuhi sendiri harus mulai diproduksi dan dipasarkan di pasar lokal bumi gora. Peranan pemerintah daerah selaku

regulator dan pengendali kegiatan ekonomi daerah mutlak diperlukan guna menghadirkan kemandirian ekonomi NTB dengan modal sektor pertanian,kehutanan, perikanan dan sektor industri pengolahan yang mumpuni. (*)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Mandiri Syariah Launching Fitur E-mas di Mandiri Syariah Mobile

Berdasarkan tren dan kebutuhan customer tersebut, kami melakukan inovasi produk layanan digital berbasis emas melalui fitur e-mas di MSM,” jelas Syafii.

Rumah Ditandai, Ratusan Penerima PKH Mendadak Mengaku Mampu

Langkah yang dilakukan Dinas Sosial Kota Mataram cukup ampuh untuk memverifikasi data penerima Program Keluarga Harapan (PKH). Setelah melakukan labelisasi di rumah warga penerima PKH, ratusan warga mendadak menyatakan diri sebagai keluarga mampu alias memutuskan keluar dari program PKH.

Makmur : Warga Mataram Pemilih Cerdas

Kritik terhadap jalannya debat Pilkada Kota Mataram yang telah terlaksana dua kali datang dari sejumlah pihak. Banyak yang menilai debat monoton, datar bahkan ada yang mensinyalir debat sebagai sebuah konspirasi.

Ini Dia Morikai, Masker Wajah dari Daun Kelor Bikin Wajah Kinclong

Nurul Rahmadani begitu kreatif. Perempuan jebolan Agri Bisnis Universtas Mataram ini memanfaatkan daun kelor sebagai bahan kosmetik. Terutama masker wajah.

Peluang Raih Hati Pemilih Mataram di Debat Terakhir

Sejauh ini, beberapa lembaga survei mengunggulkan H Mohan Roliskana-TGH Mujiburrahman (Harum). Elektabilitas pasangan ini disebut jauh meninggalkan tiga pasangan lain.

HARUM Buka Ruang Kreatif untuk Pemuda MATARAM

Gelombang revolusi industri 4.0 telah membawa perubahan fundamental pada berbagai tatanan kehidupan global. Hal ini ditandai dengan semakin berkembangnya kreativitas dan inovasi berbasis pemanfaatan teknologi informasi.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Kisah Sukses Juragan Lobster NTB : Sekali Panen Rp 1 Miliar

Budi daya lobster sungguh menjanjikan. Inilah hikayat mereka-mereka yang hidupnya berbalik 180 derajat karena lobster. Sekali panen, ratusan juta hingga Rp 1 miliar bisa...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Rumah Ditandai, Ratusan Penerima PKH Mendadak Mengaku Mampu

Langkah yang dilakukan Dinas Sosial Kota Mataram cukup ampuh untuk memverifikasi data penerima Program Keluarga Harapan (PKH). Setelah melakukan labelisasi di rumah warga penerima PKH, ratusan warga mendadak menyatakan diri sebagai keluarga mampu alias memutuskan keluar dari program PKH.

Akta Kelahiran Anak Kini Bisa Dibuat tanpa Buku Nikah

Akta kelahiran anak kini bisa dibuat tanpa melampirkan buku nikah atau akta nikah orang tua. “Sekarang ada namanya SPTJM (Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak) pernikahan sebagai syarat buat akta kelahiran,” kata Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kota Mataram Chairul Anwar.
Enable Notifications    OK No thanks