Sabtu, 4 Februari 2023
Sabtu, 4 Februari 2023

Peran BMKG dalam Perhelatan KTT G20 Melalui Teknik Modifikasi Cuaca

KONFERENSI Tingkat Tinggi (KTT) ke-17 G20 yang diselenggarakan di Bali pada 15-16 November 2022 berlangsung sukses dan mengundang decak kagum banyak pihak. Persiapan akbar nan matang dirancang panitia demi suksesnya acara tersebut, tidak terkecuali dalam hal cuaca. Hal ini berkaitan dengan waktu penyelenggaraan KTT G20 yang bertepatan dengan periode musim hujan di wilayah Bali.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendukung penuh gelaran Konferensi Tingkat Tinggi atau KTT G20 (14-16 November 2022) di Bali melalui pelaksanaan operasi teknologi modifikasi cuaca (TMC). Operasi TMC yang bekerja sama dengan BRIN, TNI AU, Kementerian Perhubungan, serta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) itu telah digelar sejak 10 November 2022.

TMC merupakan bagian dari skenario mitigasi cuaca yang dipersiapkan untuk mengantisipasi cuaca ekstrem agar gelaran KTT G20 di Bali berjalan dengan lancar dan sukses, serta semua kepala negara dan delegasi dapat melaksanakan pertemuan dengan aman dan nyaman. Sebelumnya BMKG memprakirakan potensi curah hujan yang cukup tinggi di wilayah Bali selama bulan November 2022. Karenanya, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi meminta untuk melaksanakan operasi TMC selama pelaksanaan KTT G20.

Baca Juga :  Keren, Dua Produk Ekraf NTB Tampil di KTT G20

Tercatat, sedikitnya 28 sorti dengan total bahan semai sebanyak 29 ton NaCl atau garam telah ditabur di langit Bali oleh Pesawat Cassa 212 dan CN 295 dalam operasi TMC hingga tanggal 16 November 2022. Penyemaian material TMC tersebut bertujuan untuk mengalihkan potensi awan hujan dari lokasi penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi G20 Bali. Kegiatan TMC yang dikoordinatori oleh Kementeriaan Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi ini dikendalikan dari dua posko yang berlokasi di Lombok – Nusa Tenggara Barat dan Banyuwangi – Jawa Timur.

Langkah TMC dilakukan bukan sembarangan, namun disesuaikan dengan target di mana penyemaian inti kondensasi dilakukan ke awan-awan hujan yang telah terdeteksi. Penyemaian garam ini dilakukan agar proses kondensasi berlangsung lebih cepat dan hujan dapat segera turun sebelum awan-awan hujan tersebut mencapai lokasi KTT G20. BMKG menyediakan informasi arah angin, lokasi keberadaan awan target, prediksi cuaca serta potensi pertumbuhan awan hujan selama acara G20 berlangsung. Berdasarkan informasi tersebut, maka tim penyemai garam dari BRIN bersama satuan TNI AU akan menindaklanjuti informasi tersebut dengan rencana penyemaian awan hujan yang telah diidentifikasi oleh BMKG sebelumnya.

Baca Juga :  Rumah Ghozi

Pembaruan Aplikasi Info BMKG

Jauh sebelum operasi TMC dilakukan, BMKG juga menyiapkan terobosan baru dalam aplikasi Info BMKG yang selama ini telah ada. Fitur baru yang dikembangkan dalam pembaruan aplikasi Info BMKG antara lain adalah penambahan fitur informasi cuaca berbasis dampak sampai pada tingkat kecamatan, citra satelit dan radar yang memungkinkan pengguna untuk memantau kondisi cuaca serta pergerakan awan secara real time, dan fitur voice command yang membantu pengguna memperoleh informasi melalui perintah suara sehingga aplikasi Info BMKG lebih interaktif.

Dalam menunjang kegiatan KTT G20, aplikasi Info BMKG juga menghadirkan layanan informasi khusus antara lain prakiraan cuaca per jam untuk setiap venue kegiatan, informasi gempa bumi di sekitar venue G20 lengkap dengan peta evakuasi, informasi cuaca penerbangan dan citra satelit untuk memperlancar mobilitas kegiatan. Informasi disajikan dengan dua bahasa, yaitu bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.

Pembaruan aplikasi Info BMKG ini dilakukan dengan latar belakang untuk membawa aplikasi Info BMKG yang informatif menjadi aplikasi yang interaktif agar masyarakat para lebih terbantu dalam pemanfaatan aplikasi Info BMKG sehari-hari. (*)

 *Penulis: Nindya Kirana, S.Tr (Prakirawan Iklim BMKG NTB)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications OK No thanks