alexametrics
Senin, 21 September 2020
Senin, 21 September 2020

Jangan Terkecoh Hujan di Periode Musim Kemarau

Oleh: Nindya Kirana, S.Tr Prakirawan Iklim BMKG NTB

DI AWAL Agustus ini kita dikejutkan oleh alam. Agustus yang selama ini identik dengan panas terik dan bahkan kekeringan, terasa berbeda pada musim ini. Hampir di sebagian besar wilayah Indonesia diguyur hujan pada hari-hari awal bulan Agustus. Keterkejutan masyarakat bukan tanpa sebab, pasalnya BMKG telah mengeluarkan informasi bahwa puncak musim kemarau 2020 di Indonesia terjadi pada rentang bulan Juli, Agustus dan September.

Kejadian hujan yang berhari-hari mengguyur beberapa wilayah di Indonesia membuat masyarakat berpikir, akankah musim hujan datang lebih awal pada tahun ini? Kerugian-kerugian sebagai dampak dari kekeringan bisa melanda berbagai sektor kehidupan manusia. Tak hanya di perkotaan, masyarakat pedesaan pun kini bisa merasakan dampak kekeringan.

Gagal panen, kekurangan air bersih hingga kebakaran lahan merupakan sedikit contoh dampak betapa tidak menyenangkannya fenomena kekeringan. Kerugian-kerugian tersebut tentu tidak dapat disepelekan dan alangkah baiknya jika terdapat upaya mitigasi untuk mencegah kerugian besar yang melanda masyarakat.

Menurut BMKG, musim kemarau merupakan suatu kondisi dimana suatu wilayah dalam per sepuluh hari (dasarian) memiliki jumlah curah hujan kurang dari 50mm, dan lalu diikuti dua dasarian berikutnya. Hal ini tentu saja tidak dapat diimplementasikan di seluruh wilayah Indonesia.

Pasalnya wilayah Indonesia terbagi menjadi tiga pola curah hujan yaitu wilayah dengan pola hujan monsunal, ekuatorial dan lokal. Tahun ini BMKG telah mengeluarkan prakiraan musim kemarau yang mana berdasarkan monitoring BMKG saat ini hampir seluruh wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau. Bahkan bulan Agustus diprediksi sebagai puncak musim kemarau di sebagian besar wilayah Indonesia.

Jika memang Agustus adalah puncak musim kemarau, lantas mengapa beberapa hari kemarin turun hujan? Perlu diketahui oleh masyarakat bahwa musim kemarau bukan berarti tidak akan ada hujan sama sekali yang turun di suatu wilayah. Hujan mungkin saja akan turun di suatu wilayah jika memang sedang ada “gangguan” pada kondisi atmosfer. Gangguan-gangguan pada kondisi atmosfer inilah yang bisa menyebabkan anomali pada suatu wilayah pada periode musim tertentu.

Menurut BMKG, pada periode musim kemarau umumnya angin yang berhembus ialah angin yang datang dari arah timur – tenggara. Arah ini berarti pada musim kemarau angin yanh berhembus di Indonesia datang dari benua Australia. Wilayah Australia dikenal dengan wilayah yang banyak memiliki tanah lapang atau gurun sehingga udara yang berhembus cenderung kering dan minim uap air.

Kondisi sebaliknya pada musim hujan, angin yang berhembus di wilayah Indonesia datang dari arah baratan yang melewati peraira samudera sehingga massa udara yang dibawa mengandung banyak uap air dan cenderung basah. Apabila di suatu musim terdapat gangguan intervensi angin yang tidak semestinya, maka gangguan cuaca juga akan terjadi secara otomatis. Seperti hal nya yang terjadi pasa awal Agustus ini.

Berdasarkan pantauan kondisi dinamika atmosfer yang dilakukan oleh BMKG, nyata terlihat adanya gangguan pada atmosfer kita. Terdapat tiga pusaran angin di wilayah Indonesia bagian tengah yang mengganggu kondisi cuaca di beberapa wilayah. Hal ini disebabkan oleh aktifnya gelombang tropis ekuator Rossby dan Kelvin yang dapat bertahan hingga tiga hari.

Oleh karenanya beberapa wilayah di Indonesia bagian barat yang tengah mengahadapi puncak musim kemarau seperti Pulau Jawa dan Sumatera tercatat mendapatkan hujan dengan kriteria lebat dalam beberapa hari ke belakang.

Tak terkecuali dengan wilayah NTB, berdasarkan hasil observasi oleh BMKG Stasiun Klimatologi Lombok Barat, hingga Sabtu, 15 Agustus 2020 telah turun hujan dengan jumlah 57.5 mm di wilayah Lombok Barat. Lebih lanjut, BMKG Stasiun Klimatologi Lombok Barat melakukan analisis dinamika atmosfer terkait apa saja penyebab peningkatan aktivitas konvektif di puncak musim kemarau ini.

Ditinjau dari kondisi angin zonal (timur-barat) vertikal, terdapat pelemahan angin timuran yang terjadi di wilayah NTB. Masuknya intervensi angin baratan mendukung tumbuhnya awan-awan konvektif penyebab hujan. Kondisi ini terjadi di lapisan permukaan hingga lapisan atas wilayah NTB pada lapisan 100-200 mb.

Faktor lain pemicu turunnya hujan di tengah puncak musim kemarau di NTB ialah menghangatnya suhu permukan laut (Sea Surface Temperature) di wilayah perairan selatan Indonesia memanjang dari Jawa Timur hingga Nusa Tenggara. Anomali suhu muka laut di wilayah perairan selatan NTB terpantau bernilai 0.552°C.

Kondisi suhu muka laut yang semakin hangat akan mendukung proses penguapan (konvektif) sehingga memicu tumbuhnya awan-awan penyebab hujan. Tinjauan dari skala yang lebih luas ialah indeks nilai SOI (Southern Oscilliation Index) yang menunjukkan nilai positif hingga 25.7 pada  Selasa, 6 Agustus 2020. Nilai SOI yang positif lebih dari 14 menandakan adanya indikasi peningkatan curah hujan di wilayah selatan Indonesia.

 

Kapan Musim Hujan di NTB?

 

Terjadinya hujan beberapa hari kemarin tentu menimbulkan keresahan di berbagai kalangan. Asumsi dari kaum awam bahwa musim hujan telah datang tidak bisa terelakkan. Namun perlu diketahui bahwa penentuan musim hujan bukan hanya dari kerapnya hujan yang telah turun di suatu wilayah, namun jumlah curah hujan dan periodenya perlu pula diperhitungkan.

Secara teknis, BMKG menetapkan definisi musim berdasarkan kuantitatif curah hujan persepuluh hari atau dasarian. Nilai yang digunakan BMKG ialah 50 milimeter per dasarian. Wilayah dengan curah hujan lebih dari atau sama dengan 50 milimeter per dasarian dikategorikan sebagai musim hujan dengan diikuti jumlah yang lebih dari atau sama dengan 50 milimeter pada dua dasarian setelahnya.

Dengan penkategorian yang dibuat oleh BMKG dalam  mendefinisikan musim, maka hujan yang turun beberapa hari kemarin di beberapa wilayah NTB belum bisa dijadikan dasar bahwa musim hujan telah masuk di NTB.

Pada dasarian I Agustus 2020 tercatat curah hujan maksimum di NTB sebesar 6 milimeter per dasarian yang terjadi di Pos Hujan Mertak, Lombok Tengah dan  Pos Lenek Duren, Lombok Timur. Pada akhir dasarian II Agustus nanti kita akan tahu seberapa besar nilai curah hujan di wilayah NTB sebagai bahan evaluasi dan  prakiraan bagaimana probabilistik curah hujan ke depan.

Saat ini BMKG juga telah melaksakan prakiraan musim hujan 2020/2021. Rumusan dan prakiraan awal musim hujan 2020/2021 sudah hampir final dan hanya perlu kita tunggu kapan BMKG merilis informasinya.

Informasi prakiraan musim dirilis dua kali dalam setahun oleh BMKG. Pada bulan Maret BMKG akan mengeluarkan Prakiraan Musim Kemarau (PMK) dan pada bulan Juli atau Agustus akan dirilis informasi Prakiraan Musim Hujan (PMH).

Dalam waktu dekat BMKG akan merilis prakiraan awal musim hujan melalui berbagai media. Hal ini dimaksudkan agar informasi awal musim hujan bisa diketahui oleh masyarakat luas dan para pemangku kebijakan dalam menyusun program peningkatan perekonomian dan ketangguhan yang sangat vital dibutuhkan, sehingga berpengaruh untuk keselamatan dan kesejahteraan rakyat. (*)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Simulasi KBM Tatap Muka SMA Sederajat di NTB Pekan Kedua Dimulai

Simulasi KBM tatap muka untuk SMA sederajat di NTB memasuki pekan kedua. ”Sambil kami tetap memantau perkembangan penyebaran Pandemi Virus Korona,” kata Kepala Dinas Dikbud NTB H Aidy Furqan, pada Lombok Post, Minggu (20/9/2020).  

Mendikbud Pastikan Wacana Penghapusan Mapel Sejarah Hoaks

”Tidak ada sama sekali kebijakan regulasi atau perencanaan penghapusan mata pelajaran sejarah di kurikulum nasional,” tegas dia.

HARUM Goda Pemilih Millenial Lewat Lomba Film Pendek dan E-Sport

Bakal Calon Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana mencoba menggoda pemilih milenial. Caranya, dengan menggelar film pendek dan e-sport. "Orang yang menggeluti dunia film tidak banyak. Bagi sebagian orang ini ekslusif. Prosesnya panjang," kata Mohan Sabtu malam (19/9) lalu.

Cerita Shaina Babheer saat Memerankan Sosok Kikin dalam film MOHAN

Shaina Azizah Putri dipilih untuk memerankan sosok Kikin Roliskana dalam film pendek berjudul "Mohan". Ini menjadi tantangan baru bagi dara yang sudah membintangi beberapa sinetron dan FTV nasional ini.

“Menara Eiffel”di Desa Seruni Mumbul Lombok Timur Ramai Pengunjung

Pengelola wisata Denda Seruni, Desa Seruni Mumbul, Kecamatan Pringgabaya tak ingin puas dengan keberhasilannya menyedot wisatawan. Realisasi target PADes Rp 30 juta per bulan harus dapat bertambah.

Bale Mediasi Lotim Damaikan Delapan Perselisihan

SELONG-Permohonan mediasi terus berdatangan ke Bale Mediasi Lotim. “Sudah ada 36 permohonan yang masuk,” kata Koordinator Administrasi Bale Mediasi Lotim Lalu Dhodik Martha Sumarna pada Lombok Post, kemarin (18/9).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.
Enable Notifications    Ok No thanks