alexametrics
Kamis, 22 Oktober 2020
Kamis, 22 Oktober 2020

Senggigi Telah Kembali (Bagian-2)

Oleh: Saiful Ahkam Mahfudz Kadis Pariwisata Lombok Barat

SELAMA berminggu-minggu “kegiatan tidak berarti ini” dilaksanakan tanpa ada maksud apa-apa kecuali biar sampah tidak menumpuk. Namun keberartian “kegiatan tidak berarti ini” justru menjadi simpul efektif dari kebersamaan dan rasa senasib sepenangungan seluruh komponen yang ikut bergotong royong.

Seiring dengan pemberlakukan protokol kesehatan yang selalu menjadi rujukan dan harus tetap disupervisi, kumpul-kumpul dengan para pelaku ini melahirkan solidaritas, sekaligus menjadi rahim banyak gagasan yang justru sangat produktif di era pandemik dan kegalauan quo vadis Senggigi.

Luar biasa. Tanpa diduga, gagasan “Ayo Kembali Ke Senggigi” lahir tidak hanya dari satu dua orang, namun lahir dari ratusan wajah para pelaku yang bergotong royong setiap minggu itu. Ada yang berani dengan penuh retorik menyampaikannya. Ada yang bermain-main dengan menuturkan cerita keindahan masa lalu Senggigi.

Ada yang dengan galau lalu menghentak banyak pihak dengan ungkapan-ungkapan penuh semangat. Ada yang diam, namun memperlihatkan senyum wajah yang tidak lagi lepas. Dan seterusnya. Gagasan itu pun dibincangkan, kadang sambil minum kopi santai seolah ini bukan masalah berat.

Dari banyak perbincangan, entah dengan nuansa santai dan bahkan lebih banyak beratnya, lahirlah tagar #AyoKembaliKeSenggigi. Tagar ini menjadi simpul umum bahwa semua pihak, entah dia pengusaha, entah dia pelaku pramuwisata, entah itu dari pedagang, semua ingin Senggigi kembali seperti dulu.

Selaku “kuli”, saya  bersama para sahabat di Dinas dan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat, terutama Bupati dan seluruh jajaran pimpinan, harus menyambut simpul itu untuk menyuarakannya menjadi ajakan. Ajakan untuk semua wisatawan (orang yang suka berwisata) kembali berkunjung ke Senggigi.

Senggigi masih indah untuk menjadi dunia sunset. Senggigi pun masih indah dengan gemerlap lampu dan musik tempat hiburan. Senggigi masih nyaman dengan banyak hotel kelas bintang, restauran dengan aneka kuliner, dan kawasan yang sudah mulai bersih.

Namun naif ajakan sebatas ajakan. Ajakan harus diidekan, dirumuskan, dan direncanakan melalui aksi atraksi yang lebih nyata, bukan slogan kosong dengan balon yang diterbangkan lalu terbang entah kemana. Senggigi tidak hanya dirumuskan, namun dikerjakan. Modal utamanya adalah kebersamaan yang menjadi energi yang saling menguatkan semua pihak.

Setelah berkutat dalam “laboratorium” bernama gotong royong angkut sampah, tindakan atraktif harus segera dirumuskan. Secara infrastruktur, Senggigi sudah siap berbenah. Aneka proyek, baik dari Dinas PUTR maupun Dinas Pariwisata, mulai dikerjakan bulan-bulan ini.

Persoalan jalan dan penataan gardu pandang serta pedestrian sudah akan mulai diimplementasikan. Persoalan klasik Penerangan Jalan Umum (PJU) di beberapa titik inti menjadi prioritas. Namun, rencana revitalisasi Senggigi masih terhambat ketiadaan lahan milik pemerintah. Sedangkan para investor yang selalu menjanjikan pembangunan namun tidak kunjung bergerak, sama sekali tidak mengapresiasi niat baik penataan Senggigi.

Sembari membangun revitalisasi secara fisik itu, pasca Senggigi Sunset Zumba tanggal 13 September yang menjadi launching hastag #AyoKembaliKeSenggigi, kolaborasi antara pelaku usaha dan Dinas Pariwisata pun melahirkan berbagai atraksi. Di tanggal 19-20 September, masyarakat Batulayar menyelenggarakan Enduro Motor Hill Climbing.

Atraksi ini menjanjikan karena dihadiri oleh para crosser lokal ternama. Para crosser ini akan mempertontonkan kepiawaian mereka mengendarai motor trail untuk menjajaki race bukit sepanjang kurang lebih 25 meter yang memiliki kemiringan curam sampai lebih dari 40 derajat.

Bertepatan dengan usainya Enduro, gelaran musik digelar melalui streaming atau digital dengan tajuk “Senggigi Sound Sensation” (SSS). Berpusat secara live dari New Surya Pub and Karaoke, The Nada Band dan DJ Dede Green akan memainkan musik live all genre sebagai pembuka gelaran musik mingguan di Senggigi. Apapun kata dan pandangan orang, potensi musik dari tempat-tempat hiburan di Senggigi adalah salah satu daya tarik yang tidak boleh diabaikan. Sebagai potensi, tempat hiburan dan musik tidak bisa diabaikan atau ditinggalkan serta tetap disematkan dalam stereotipe yang relatif miring. Saya memilih menjadikannya sebagai khazanah kaya keindahan Senggigi.

SSS ini adalah musik terbalut senja atau senja terhiaskan musik. Dua dua ini adalah harmoni dan keindahan. Oleh karena situasi pandemik, maka pendekatan baru harus diformulasikan untuk mengawinkan keindahan musik dan semburat senja Senggigi. Untuk itu, digitalisasi musik menjadi pilihan.

Dari New Surya Pub and Karaoke yang secara live memainkan musik dan ditonton langsung oleh penonton yang sangat  terbatas, senandung all genre The Nada Band akan direlay secara streaming kepada seluruh kafe, restaurant, hotel, toko retail modern, bahkan pusat kuliner di Tanjung Bias.

Pada jam yang sama di hari Ahad, 20 September 2020 mulai pukul 16.00 sampai dengan 18.00 saat sunset mulai menuju ufuk, suara musik di seluruh kawasan Senggigi akan sama. Musik yang sama, senja yang sama, adalah dua energi yang menjadi simpul seluruh semangat pelaku dan pengunjung di Senggigi

Jika tidak ada hambatan berarti, gelaran SSS menjadi event Mingguan di Senggigi. Setiap Minggu mulai pukul 16.00-18.00 WITA, suara di Senggigi akan sama. Semua pelaku cukup merelay siaran langsung melalui akun YouTube atau Facebook Dinas Pariwisata Lombok Barat dan mengkoneksikannya ke soundsystem atau pengeras suara standar untuk musik.

Semua pelaku dan unit usaha melakukan hal yang sama. Energi dan semangat musik yang sama menjadi simbol solidaritas, soliditas, dan optimisme yang seragam tentang kehidupan meriah di Senggigi. Untuk 4 gelaran SSS, dimulai dari New Surya, Minggu berikutnya langsung dari Kafe Metropolis. Minggu ketiga akan live dari Kafe Paragon dan Minggu keempat di Bassilico Hotel Kila Senggigi.

Musik hanya satu alternatif pilihan. Selain dari pantai, jalan, restaurant, dan kafe, musik berhias sunset juga bisa dinikmati di hotel-hotel berkelas di Senggigi. Entah sembari menikmati gemercik air kolam renang atau secangkir kopi di loby hotel-hotel yang terbuka dikunjungi oleh siapapun. Inilah kreasi warga Senggigi yang sungguh tidak terlalu baru.

Musik dan hiburan adalah tradisi ritual hiburan di kawasan ini. Warga Senggigi dan Dinas Pariwisata hanya memformulasikannya dengan kenormalan baru di era pandemik ini. Saya secara pribadi merasa terharu, kreativitas ini adalah kongkritisasi langsung dari makna kebersamaan.

#AyoKembaliKeSenggigi adalah ajakan kongkrit yang memaksa semua stakeholders untuk bertanggungjawab terhadap pembaharuan gagasan. Menurut saya, kita berada pada industri kreatif di mana ide dan gagasan harus selalu baru dan segar. Saya optimis, dengan modal utama kebersamaan dan saling peduli satu dengan lainnya di kalangan para pelaku industri, pramuwisata, dan pemerintah, serta ide kreatif yang selalu baru dan sebisanya menjadi trendsetter, maka hastag ini bisa menjadi kenyataan. Hastag ini tidak lagi menjadi ajakan namun keadaan yang nyata. #AyoKembeliKeSenggigi menjadi #senggigitelahkembali. (*)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Kenali La Nina, Waspadai Dampaknya

HUJAN dengan intensitas sedang hingga tinggi mengguyur sebagian wilayah Indonesia beberapa waktu belakangan ini. Tentu banyak pihak yang bertanya-tanya, apakah memang musim hujan telah datang ? Berdasarkan prakiraan awal musim kemarau tahun 2020/2021 oleh BMKG, musim kemarau tahun 2020 ini sifatnya memang tidak sekering tahun sebelumnya.

17 Ribu Tenaga Kesehatan NTB Bakal Divaksin Lebih Dulu

Pemprov NTB telah menyetor nama-nama tenaga kesehatan untuk diberikan vaksin anti Covid-19. ”Daftar tenaga medis sudah saya serahkan ke pusat,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, kemarin (20/10).

Kampanye Sehat di Dompu Pasangan Eri-HI Bagi Masker untuk Para Lansia

PASANGAN Calon Bupati dan Wakil Bupati Dompu Eri Aryani-H Ichtiar (Eri-HI) terus menyuarakan kampanye sehat. Salah satunya dengan bagi-bagi masker saat ada kegiatan kampanye tertutup.

Juri Kampung Sehat NTB Mulai Menilai Pemenang di Sumbawa

Tim Penilai Lomba Kampung Sehat tingkat provinsi sedang berada di Sumbawa. Penilaian kini sedang dilakukan pada tiga pemenang Lomba Kampung Sehat tingkat kabupaten di wilayah tersebut. Yang sudah dinilai hingga kemarin Kelurahan Samapuin dan Desa Moyo Hilir.

XL Axiata, Pertama di Asia Tenggara yang Pakai SAP S/4HANA Cloud

“XL Axiata berhasil melakukan transformasi menjadi pemimpin dalam hal penyedia layanan digital dan data. Kami sangat percaya dan berkomitmen penuh terhadap transformasi digital sebagai bagian dari strategi bisnis perusahaan,” kata Yessie D. Yosetya, Director & Chief Information-Digital Officer XL Axiata.

Anggota DPR RI Ragukan NTB Siap Selenggarakan MotoGP

”Kami belum melihat ada promosi besar-besaran di tengah masyarakat,” katanya dalam keterangan pers di restoran Taliwang H Moerad, Rabu (20/10/2020).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

52 Ribu UMKM NTB Bakal Dapat Bantuan Presiden Rp 2,4 Juta

Pemprov NTB mengusulkan 52.661 UMKM sebagai penerima bantuan presiden (banpres) produktif. ”Data ini terus kita perbarui sampai minggu kedua bulan September,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTB H Wirajaya Kusuma, pada Lombok Post, kemarin (23/8).

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Pemerintah Janji Bantu UMKM NTB Terdampak Korona, Ini Syaratnya

encairan bantuan Rp 800 triliun bagi UMKM dan IKM masih menunggu petujuk pemerintah pusat. ”Kita tunggu petunjuk teknisnya dari kementerian koperasi UKM,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTB Wirajaya Kusuma, Jumat (10/7
Enable Notifications    Ok No thanks