alexametrics
Kamis, 6 Agustus 2020
Kamis, 6 Agustus 2020

Ibu Mengajar di Rumah, Ruh Perjuangan RA Kartini

Opini

Oleh: Anita Qurroti Ayuni, Lc., M.Pd.
(Pengurus Dharmayukti Karini Cabang Selong)

Bencana pandemi penyakit yang disebabkan corona virus disease tahun 2019 (covid-19) melanda seluruh dunia. Dari hari ke hari jumlah korban terus merangkak naik. Kondisi ini membuat Pemerintah Indonesia mengeluarkan kebijakan untuk belajar di rumah bagi para siswa. Semenjak kebijakan pemerintah itu diberlakukan, seluruh tanggung jawab pendidikan anak-anak, kini sepenuhnya diserahkan kepada pihak keluarga.

Ibu adalah pusat kehidupan rumah tangga. Perannya sangat penting bagi keberlangsungan hidup keluarga, terutama pendidikan anak-anak. Pendidikan adalah sebuah perjuangan untuk meningkatkan kualitas hidup seseorang baik jasmani maupun rohani.

Hal ini sejalan dengan pemikiran Ki Hajar Dewantara yang memaknai pendidikan sebagai daya upaya untuk memajukan bertumbuhnya budi pekerti (kekuatan batin, karakter), pikiran (intellect) dan tubuh anak.

Ibu adalah pendidik pertama dan utama bagi anak-anaknya. Peran seorang ibu di masa pandemi covid-19 seperti saat ini sangat penting. Terutama perannya sebagai pengajar yang menggantikan guru-guru di sekolah. Saat pandemi ini, pendidikan kaum ibu sangat berperan penting bagi keberlangsungan pendidikan anak-anak mereka di rumah. Pemikiran ini juga sejalan dengan semangat perjuangan Raden Ajeng (RA) Kartini.

Perempuan kelahiran Jepara 21 April 1879 itu telah mengutarakan pemikirannya melalui sebuah surat yang ia kirim pada Prof. Anton dan Nyonya pada 4 Oktober 1902. Dalam suratnya, ia menulis Peradaban dan kepandaiannya akan diturunkan kepada anak-anaknya.

Anak-anak perempuannya akan menjadi ibu pula, sedangkan anak-anak laki-laki kelak pasti akan menjadi penjaga kepentingan bangsanya.

Kondisi pandemi corona seperti sekarang ini yang menuntut semua anggota keluarga berdiam diri di rumah terutama anak-anak. Selama dua puluh empat jam, setiap keluarga harus memastikan keamanan semua anak-anak mereka dari penularan virus corona yang berbahaya.

Para orang tua khususnya ibu, kini juga harus mengajar anak-anaknya sendiri, karena kebijakan belajar di rumah. Para ibu saat ini menjadi garda terdepan mengawal keberlanjutan pendidikan anak-anak mereka dari rumah.

Tidak sedikit para ibu yang kewalahan mengajar anak-anak mereka di rumah. Sekolah yang biasanya menjadi partner paruh waktu dalam mendidik anak-anak, kini cuti. Apalagi kondisi belajar di rumah jauh berbeda dengan atmosfer belajar di sekolah.

Alih-alih belajar, anak-anak lebih senang untuk menonton film dan bermain gawai. Inilah tantangan terbesar para ibu mengajar anak-anaknya di rumah.

Dalam kondisi seperti ini, peran ibu sebagai pendidik utama bagi anak-anaknya harus dimaksimalkan. Seperti semangat juang Kartini. Yang berusaha agar para perempuan mendapat pendidikan yang baik.

Semua itu diperjuangkan, supaya para ibu bisa mengajar anak mereka sendiri dengan baik di rumah. Para ibu harus mengerahkan segala upaya untuk mengawal pendidikan anak-anak mereka.

Bencana covid-19 mengingatkan kita semua akan pentingnya pendidikan bagi kaum ibu. Terutama di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) tercinta, yang kesadaran akan pentingnya pendidikan perempuan masih kurang.

Terlihat dari angka pernikahan dini yang cukup tinggi. Pendidikan adalah senjata ampuh untuk meningkatkan kualitas hidup manusia. Pendidikan rendah membuat perempuan-perempuan NTB mudah tergiur untuk merantau menjadi buruh migran di luar negeri. Meninggalkan keluarga mereka.

Anak-anak mereka. Bagi setiap ibu, meninggalkan anak-anak dalam pengasuhan orang lain adalah pilihan yang teramat berat. Namun mereka tidak punya pilihan lain.

Pemerintah harus hadir untuk mengatasi masalah ini. Negara wajib berupaya sekeras mungkin dalam meningkatkan kualitas pendidikan kaum perempuan.

Memajukan keahlian mereka agar mampu berdikari di tanah sendiri. Sehingga mampu mendidik putra putri mereka dengan nilai-nilai keluhuran budi pekerti.

Peringatan hari Kartini menjadi alarm tahunan bagi Pemerintah untuk lebih radikal dalam memperhatikan pendidikan kaum perempuan. Segala hal yang membelenggu tercapainya cita-cita itu harus segera ditumpas.

Jangan biarkan anak-anak perempuan tumbuh dan berkembang tanpa pendidikan yang baik. Anak perempuan adalah calon ibu masa depan. Ibu yang mendidik generasi selanjutnya. Ciptakanlah calon-calon ibu yang bermutu. Mereka akan mengajar anak-anaknya di rumah. Karena ibu yang berkualitas akan melahirkan generasi emas.

Bagi para Ibu yang kini tengah mendampingi putra putrinya belajar di rumah, kerahkan seluruh potensi untuk membimbing mereka di rumah. Jangan biarkan ladang pahala itu tandus tak terurus.

Buatlah pembelajaran yang membuat mereka bahagia. Yakinlah dengan kesabaran, ketekunan dan kasih sayang dalam membimbing anak-anak belajar selama pandemi ini, membuat mereka tumbuh mejadi generasi yang tangguh.

Jangan biarkan anak-anak tumbuh dan berkembang menjadi generasi yang lemah. Alquran surah An-Nisa ayat 9 menyatakan Hendaklah takut kepada Allah, orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap mereka”.

Semua usaha Bunda dalam mengajar anak-anak di rumah, akan tercatat sebagai amal soleh yang akan menuai pahala. Janganlah menyerah. Semangat Kartini teruskanlah! (*)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Masuk Destinasi Wisata Terpopuler Asia 2020, Lombok Siap Mendunia

”Kalau masuk di ranking dunia artinya kita adalah destinasi yang memang layak untuk dikunjungi,” kata Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) NTB Awanadi Aswinabawa, Rabu (5/8/2020).

Buntut Penutupan Savana Propok, TNGR Perketat Pemeriksaan Pengunjung

”Dengan penutupan ini semua akan lihat, kalau berbuat begitu pasti akan ditutup,” kata Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Dedy Asriady, Rabu (5/8/2020).

Kasus Sewa Lahan Desa Sesela, Penyidik Perdalam Keterangan Saksi

Berkas penyidikan kasus dugaan korupsi penyewaan lahan untuk pembangunan tower tahun 2018 masih dilengkapi. Sejumlah saksi diperiksa maraton untuk melengkapi berkas penyidikan. ”Yang sudah kita periksa baru Ketua RT dan ada juga dari BPD (Badan Permusyawaratan Desa),” kata Kajari Mataram Yusuf, Rabu (5/8).

Efek Pandemi, Omzet Penjual Perlengkapan Sekolah di Mataram Merosot

”Tak hanya buku paket dan buku tulis saja. Hampir seluruh jenis peralatan sekolah alami penurunan penjualan. Bahkan menjalar ke barang-barang peralatan kantor,” katanya.  

Totalitas dalam Melindungi Hak Pilih

SALAH satu asas penting dalam pelaksanaan pemilu/pemilihan adalah asas jujur. Kata jujur ini tidak hanya muncul sebagai asas penyelenggaraan pemilu/pemilihan, namun juga hadir sebagai prinsip dalam penyelenggaraannya. Setiap kata yang disebut berulang-ulang apalagi untuk dua fondasi yang penting (asas-prinsip) maka kata itu menunjukkan derajatnya yang tinggi.

Sanksi Tak Pakai Masker, Bayar Denda atau Bersihkan Toilet Pasar

Peraturan daerah (Perda) tentang Penanggulangan Penyakit Menular berlaku efektif bulan ini. Denda bagi aparatur sipil negara (ASN) yang melanggar lebih berat dibandingkan warga biasa.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Gawat, 300 Mata Air di NTB Menghilang

Perusakan lingkungan, khususnya hutan membuat NTB kehilangan hampir 300 mata air. ”Dari 700-an mata air sekarang tersisa 400 sekian titik mata air,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, Seninn (3/8).

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Ungkap Dugaan Pembunuhan LNS, Polres Mataram Periksa 13 Saksi

Penemuan jasad LNS, 23 tahun dalam posisi tergantung di dalam sebuah rumah di di perumahan BTN Royal, Jempong Baru, Sekarbela, Mataram menyisakan tanda tanya. Penyidik Polresta Mataram  memeriksa sejumlah saksi secara maraton.
Enable Notifications.    Ok No thanks