alexametrics
Kamis, 6 Agustus 2020
Kamis, 6 Agustus 2020

Pojok Ekspresi Dikbud NTB, Wahana Membangun Karakter Generasi Muda

Oleh : Dr. Lalu Moh Yudha Isnaini, M.Pd Dosen Universitas Nahdlatul Ulama

POJOK ekspresi adalah ruang kreativitas dan inovasi bagi sekolah dalam bidang pendidikan dan kebudayaan yang diadakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB. Salah satu inovasi yakni untuk melestarikan permainan tradisional yang diselenggarakan di halaman dinas pendidikan dan kebudayaan NTB mengundang ketertarikan masyarakat untuk menyaksikan permainan tradisional.

Pendidikan merupakan salah satu faktor utama dalam melaksanakan pendidikan nasional, terutama mempersiapkan sumber daya manusia yang tangguh. Pendidikan dikembangkan untuk mengembangkan kecerdasan secara komperhensif baik kecerdasan kognitif, sosial, motorik mental dan spiritual.

Permainan tradisional menjadi hiburan di masa new normal bagi para peserta didik. Permaianan tradisional sangat unik ketika dipadukan berbagai kegiatan yang dipragakan oleh para pelajar. Kebudayaan adalah suatu keseluruhan yang kompleks dari pengetahuan, kepercayaan, seni, moral, adat istiadat serta kemampuan dan kebiasaan-kebiasaan lainnya yang diperoleh manusia sebagai anggota masyarakat. Kebudayaan tidak terlepas dari kehidupan manusia di dunia ini.

Demikian halnya dengan permainan tradisional yang berupa aktivitas gerak pada permainan. Permainan tradisional merupakan hasil budaya yang besar nilainya bagi anak-anak dalam rangka berfantasi, berekreasi, berkreasi, berolahraga yang sekaligus sebagai sarana berlatih untuk hidup bermasyarakat, ketrampilan, kesopanan, serta ketangkasan.

Permainan tradisional adalah jenis olahraga yang timbul berdasarkan permainan dari masing-masing suku dan etnis di Indonesia. Secara umum karakter hanya dapat terjadi ketika dibangun. pendidikan karakter adalah sebuah usaha untuk mendidik anak-anak agar dapat mengambil keputusan dengan bijak dan mempraktikannya dalam kehidupan sehari-hari, sehingga mereka dapat memberikan kontribusi yang positif terhadap lingkungannya.

Permainan tradisional melibatkan unsur perjuangan, mengendalikan diri sendiri atau orang lain. Pengalaman gerak yang dialami peserta didik melalui permaian tradisional dalam kehidupan nyata, pada hakekatnya merupakan bagian dari kehidupan, perwujudan gerak dalam permainan tradisional terkait dengan aspek dorongan pada manusia yang juga terkait dengan faktor sosial dan budaya.

Pelaksanaan dalam gerak permainan tradisional selalu termasuk dalam lingkup keterampilan yang dipelajari yang maksudnya keterampilan itu akan dikuasai melalui proses belajar mengajar yang berarti akivitas yang dipelajari itu hanya akan dikuasai sampai taraf memadai bila terjalin suatu hubungan sosial dan unsur pendidikan.

Permainan tradisional sebagai alat pembinaan memiliki norma-norma dan nilai yang sesuai dengan karakteristik setiap permainan tradisional. Melaui gerak peserta didik mengembangkan dirinya. Gerak manusia dalam permainan tradisioanl tidak sepenuhnya gerak yang sekehendak hati, namun dibatasi oleh aturan-aturan tertentu yang mengkondisikan geraknya sedemikian rupa sehingga tercapai prilaku gerak yang sesuai dalam ketentuan aturan permainan Permainan tradisional sangat bernilai bagi peserta didik di Nusa Tenggara Barat karena merupakan pendidikan dan kebudayaan yang sangat erat dalam kehidupan, di dalam permainan tradisional terdapat nilai-nilai atau norma-norma yang didapat yaitu :

Pertama, nilai etis (aspek mental spiritual), meliputi sikap dan sifat bertaqwa kepada tuhan yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, cinta tanah air, penuh persaudaraan dan tanggung jawab, suka memaafkan, serta mempunyai rasa solidaritas tinggi dengan menjunjung tinggi kebenaran, kejujuran, dan keadilan.

1) Dalam permainan tradisional ada kategori perlombaan yakni konsep menang dan kalah, namun menang atau kalah tidak menjadikan para peserta didik bertengkar, 2) Permainan tradisional dilakukan lintas usia, sehingga para pemain yang usianya masih muda ada yang menjaganya, yaitu para pemain yang lebih dewasa, 3) Tidak ada yang lebih unggul karena setiap orang memiliki kelebihan masing-masing untuk setiap permainan yang berbeda.

Kedua, nilai olahraga. Pada umumnya permainan tradisional melakukan aktivitas bergerak, berlari, melompat, menari, berputar, dan gerakan-gerakan lainnya yang meliputi aktivitas gerak untuk esehatan jasmani dan rohani. Hal ini berarti kesadaran dan kewajiban untuk berlatih.

Latihan dan pelaksanaan tersebut dalam pertandingan maka harus menjunjung tinggi sportifitas. Nilai-nilai budi pekerti luhur merupakan satu kesatuan utuh yang harus dihayati dengan baik dan benar serta dilaksanakan secara konsisten dan konsekuen oleh seluruh peserta.

Ketiga, nilai budaya. Kebudayan nasionl adalah hasil karya, khas dan bermutu sehingga sebagian besar orang bisa mengidentifikasi diri dan bangga dengan karyanya.

Keempat, nilai Estetis (seni), bahwa dalam permainan tradisional memiliki nilai seni, dimana dalam permainan tersebut para peserta didik mengekspresikan dirinya sehingga orang yang melihat merasa tertarik, karena seni itu indah dimana segala perbuatan yang timbul dan hidup perasaannya dan bersifat indah hingga dapat menggerakkan jiwa perasaan manusia lainnya dan seni adalah kemampuan membuat sesuatu dalam hubungannya dengan upaya mencapai suatu tujuan yang telah ditentukan oleh gagasan tertentu. Meliputi sikap dan sifat cinta budaya lokal, karena permainan tradisional sebagai budaya bangsa yang bernilai luhur guna memperkuat kepribadian, mempertebal rasa harga diri serta memperkokoh jiwa kesatuan.

Kelima nilai rekreasi. Rekreasi adalah jenis kegiatan yang dilakukan pada waktu senggang atau waktu-waktu luang. Rekreasi adalah suatu kegiatan yang menyenangkan yang mengandurng unsur gerak, atau aktivitas yang didominasi unsur-unsur olahraga (gerak) sehingga dapat menyenangkan.

Keenam nilai pendidikan. Dalam permainan tradisional ada unsur pendidikan dimana tanpa mereka sadari bahwa dalam melakukan aktivitas gerak khusus dalam permainan tradisonal sudah banyak unsur pendidikan yang mereka pelajari yaitu : saling menghargai, semangat, kerja sama, belajar menerima kekalahan, rasa persaudaraan dan persatuan.

Ketujuh, mengembangkan kecerdasan natural. Alat – alat permainan tradisional yang dibuat atau digunakan baik itu dari tumbuhan, kulit binatang yang mendekatkan seseorang terhadap alam sekitarnya sehingga lebih menyatu terhadap alam dan tidak lagi harus mengeluarkan uang untuk membeli permainan modern karena permainan sudah disediakan oleh alam.

Kedelapan, nilai sosial. Norma-norma, moral pengalaman pribadi menjadi rekreasi pribadi terhadap pengalaman para pelajar. Melalui intraksi dalam masyarakat, setiap orang membentuk konsep tentang diri sendiri yang menjadi consert primernya serta membantu dalam membuat motivasi yang kuat bagi pribadi dan tingkahlakunya.

Dalam permainan tardisional sesorang menciptakan nilai nilai yang sangat erat hubungannya dengan permainan ini, baik itu kerja sama, saling menghargai, saling berbagi, menerima kekalahan, belajar memaafkan, mentaati peraturan permainan, ada persaingan untuk meraih kemenangan dan sebagainya.

Memberi keseimbangan secara seimbang untuk sesorang bermain bersama dapat memberikan nilai positif. Permainan tradisional dapat menjadi sarana belajar mengembangkan nilai pengetahuan kepada peserta didik. Aktivitas dengan permainan tradsional diharapkan mengintegrasikan nilai-nilai atau norma-norma dan aturan dalam permainan tradisional agar menjadi suatu pembiasaan perilaku baik disekolah dan masyarakat sehingga menjadi karakter generasi muda.

Permainan tradisional sangat bermanfaat bagi peserta didik yaitu untuk meningkatkan kebugaran dan rasa kebersaman (jiwa sosial) bagi peserta didik. Dengan permainan tradisional seseorang akan semakin percaya diri dan mengembangkan nilai-nilai olahraga, rekreasi, budaya, seni dan pendidikan.

Meningkatkan kemampuan mental berupa keberanian, kelincahan, ketepatan dan juga kekuatan dan daya tahan. Permainan tradisional merupakan budaya yang harus dilestarikan. Sebagai hasil kreasi budaya bangsa yang harus dilestarikan adanya nilai-nilai luhur yang terkandung didalamnnya, adalah bagian penting dan merupakan jati diri karena sangat bermanfaat bagi individual maupun masyarakat menuju NTB gemilang. (*)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Gak Pakai Masker, PNS Bakal Didenda Rp 200 Ribu

Aturan wajib menggunakan masker diberlakukan di Kota Bima. Pemerintah Kota (Pemkot) Bima menegaskan sanksi bagi pelanggar akan mengikuti aturan yang telah ditetapkan Pemerintah Provinsi (Pemrov) NTB.

Tiga Dokter dan Delapan Perawat RSUD Dompu Diisolasi

Sebanyak 11 orang Tenaga Kesehatan (Nakes) RSUD Dompu yang sempat kontak dengan HM, pasien positif Covid-19 meninggal dunia menjalani isolasi. Masing-masing tiga dokter dan delapan perawat.

Lamaran Ditolak, Dosen di Bima Tikam Pacar Hingga Tewas

Naas menimpa  Intan Mulyati, 25 tahun warga Kelurahan Kumbe, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima. Dia merenggang nyawa ditangan pacarnya sendiri Arif Satriadi, 31 tahun, yang merupakan seorang dosen di salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Bima, Rabu (5/8).

Kasus Pengadaan ABBM Poltekes Mataram Segera Naik Penyidikan

Penyelidikan dugaan korupsi pengadaan alat bantu belajar mengajar (ABBM) Poltekkes Mataram tahun 2016 segera rampung. “Progres cukup bagus. Sebentar lagi naik penyidikan,” kata Kasubdit III Ditreskrimsus Polda NTB Kompol Haris Dinzah, Rabu (5/8).

Peredaran Gelap Tramadol di Gomong Mataram, Lima Orang Ditangkap

Tim Satnarkoba Polresta Mataram menggerebek rumah pengedar obat-obatan daftar G di Gomong, Mataram, Rabu (5/8). Sebanyak lima orang ditangkap. ”Dua pembeli, satu perempuan sebagai  penyedia, dan dua penjual,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson usai penggerebekan.

Masuk Destinasi Wisata Terpopuler Asia 2020, Lombok Siap Mendunia

”Kalau masuk di ranking dunia artinya kita adalah destinasi yang memang layak untuk dikunjungi,” kata Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) NTB Awanadi Aswinabawa, Rabu (5/8/2020).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Gawat, 300 Mata Air di NTB Menghilang

Perusakan lingkungan, khususnya hutan membuat NTB kehilangan hampir 300 mata air. ”Dari 700-an mata air sekarang tersisa 400 sekian titik mata air,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, Seninn (3/8).

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Viral Pengunjung “Disko” Pendakian Savana Propok Rinjani Ditutup

Pengelola bukit Savana Propok, Pokdarwis Desa Bebidas, Kecamatan Wanasaba menindaklanjuti video joget para pendaki yang viral di media sosial. “Untuk mengevaluasi hal tersebut, kami akan menutup bukit mulai 8 Agustus,”  kata Ketua Pokdarwis Bebidas Chandra Susanto pada Lombok Post, kemarin (4/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks