alexametrics
Kamis, 13 Agustus 2020
Kamis, 13 Agustus 2020

Dua Peran Strategis Kaum Ibu dalam Pembangunan Sumber Daya Manusia

Oleh:
Anita Qurroti Ayuni, Lc., M.Pd.
(Pengurus Dharmayukti Karini Cabang Selong)

Pembangunan sumber daya manusia menjadi program prioritas Presiden Joko Widodo pada periode kedua pemerintahannya. Setelah megaproyek infrastruktur yang digalakkan di seluruh penjuru tanah air, kini saatnya sumber daya manusia Indonesia dibangun, dikelola dan ditingkatkan kualitasnya dengan lebih masif dari sebelumnya. Visi Indonesia Maju tidak akan terwujud tanpa partisipasi seluruh rakyat.

Kaum ibu menjadi bagian dari ratusan juta rakyat Indonesia. Kaum ibu memiliki peran yang strategis dalam pembangunan sumber daya manusia. Ada dua peran kaum ibu yang sangat strategis dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia. Pertama, peran mereka sebagai ibu. Kedua, peran mereka sebagai istri.

Ibu berperan penting dalam membentuk karakter anak. Mereka mengandung, merawat, memelihara dan mendidik calon generasi bangsa sejak mulai tumbuh dalam rahimnya. Ibu juga yang pertama kali meletakkan bibit kebaikan dan kejahatan dalam hati manusia. Kaum ibu tidak boleh berpendidikan rendah, bila menginginkan peradaban bangsa yang maju. Peradaban dan kepandaiannya akan diturunkan kepada anak-anaknya. Anak-anak perempuannya akan menjadi ibu pula, sedangkan anak-anak laki-laki kelak pasti akan menjadi penjaga kepentingan bangsanya. Demikian Raden Ajeng Kartini menulis suratnya pada Prof. Anton dan Nyonya pada 4 Oktober 1902. Oleh karena itu, anak-anak perempuan harus diberi pendidikan setinggi-tingginya sebagai bekal mereka untuk menjadi ibu yang berkualitas di masa depan.

Menjadi ibu adalah tugas yang sangat berat sekaligus mulia. Dalam Surat Luqman Ayat 14 Allah SWT berfirman, “Dan Kami wasiatkan manusia menyangkut kedua orang tuanya, ibunya telah mengandungnya dalam keadaan kelemahan di atas kelemahan dan penyapiannya di dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kamu kembali”.

Dalam ayat di atas, Alquran menggunakan kata wahnan yang berarti kelemahan atau kerapuhan. Patron kata yang digunakan ayat ini mengisyaratkan betapa mengandung merupakan tugas yang amat berat. Betapa lemahnya sang ibu sampai-sampai ia dilukiskan bagaikan kelemahan itu sendiri. Ibu yang tengah mengandung, mengalami kelemahan yang berlipat ganda.

Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Mishbah menjelaskan bahwa ayat tersebut tidak menyebut jasa ayah, tetapi menekankan jasa ibu. Peranan bapak dalam konteks kelahiran anak lebih ringan dibanding dengan peranan ibu. Setelah pembuahan, semua proses kelahiran anak dipikul sendirian oleh ibu. Bukan hanya sampai masa kelahiran, tetapi berlanjut dengan penyusuan, bahkan lebih dari itu. Ketika calon-calon ibu telah memiliki bekal pengetahuan yang cukup, diharapkan mereka mampu melahirkan sumber daya manusia yang berkualitas.

Suami sepatutnya mendampingi istri yang tengah mengandung dengan memenuhi segala kebutuhan mereka dari makanan bergizi serta kasih sayang. Lindungi pula kaum ibu dari berbagai macam kekerasan. Agama Islam menyeru setiap manusia untuk selalu berbuat baik kepada keluarga.

Dalam riwayat At-Tirmidzi dari Aisyah, Rasulullah SAW bersabda, Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik dalam memperlakukan keluarganya, dan aku adalah sebaik-baik dari kalian dalam memperlakukan keluargaku”. Hadis tersebut memberi pesan agar memperlakukan keluarga kita dengan baik.

Kaum ibu juga memiliki peran strategis dalam pembangunan sumber daya manusia dalam posisinya sebagai istri. Istri adalah belahan jiwa suami. Dalam bahasa Jawa istri disebut garwo alias sigare nyowo (belahan jiwa). Allah SWT berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 187 Hunna libaasullakum wa antum libaasullahunna artinya mereka (para istri) adalah pakaian bagimu (wahai suami) dan kamu pun adalah pakaian bagi mereka.

Kalau pakaian berfungsi menutup aurat dan kekurangan jasmani manusia, demikian pula pasangan suami istri harus saling melengkapi dan menutup kekurangan masing-masing. Jika pakaian merupakan hiasan bagi pemakainya, maka istri adalah hiasan bagi suaminya, begitu pula sebaliknya. Istri adalah orang yang paling dekat dengan suami. Sedekat-dekatnya suami dengan rekannya, tetap lebih dekat dengan istrinya. Tidak jarang suami mendapatkan jalan keluar mengenai masalah yang di hadapinya di kantor, setelah berdiskusi dengan istrinya di atas ranjang.

Di balik kesuksesan seorang lelaki, ada perempuan hebat di belakangnya. Demikian pepatah mengatakan. Dapat disaksikan bagaimana Ibu Ainun berperan besar bagi kesuksesan Bapak B.J Habibie. Demikian pula peran Ibu Ani bagi kesuksesan Bapak Susilo Bambang Yudhoyono. Serta peran Ibu Iriana bagi kesuksesan Bapak Joko Widodo. Ada banyak istri yang rela mengorbankan jiwa raga mereka demi pengabdian mereka pada suami.

Para istri bisa menjadi ahli gizi, perawat kesehatan, partner kerja, konsultan bisnis, akuntan keuangan, penghibur, hingga fashion stylist bagi suaminya sekaligus. Betapa pentingnya peran istri bagi suaminya. Istri yang baik senantiasa menyemangati suami untuk lebih giat dalam berkarya. Istri yang baik juga akan mengingatkan suaminya agar selalu mencari nafkah dari jalan yang halal. Tidak mengambil yang bukan haknya, apalagi dari jalan yang haram seperti korupsi atau mencuri.

Tidak berlebihan bila dikatakan bahwa para istri memiliki peran strategis dalam pembangunan sumber daya manusia. Karena nasihat-nasihat yang istri berikan untuk suaminya akan senantiasa terngiang dalam benak sang suami, dan akan berusaha dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.

Untuk bisa menjadi ibu dan istri yang baik, tentu setiap anak perempuan harus diberi pendidikan setinggi-tingginya serta perlindungan dari berbagai kekerasan yang mungkin mereka hadapi. Anak-anak harus dicegah melakukan perkawinan pada usia anak, karena perkawinan dini mengakibatkan anak terpaksa meninggalkan bangku sekolah.

R.A Kartini pada 4 Oktober 1902 dalam suratnya kepada Tuan dan Nyonya Abendanon telah meminta agar anak-anak perempuan bangsanya diberi pendidikan. Bukan untuk menyaingi lelaki, namun sebagai bekal mereka menjalankan tugas berat yang diberikan Tuhan kepada perempuan. Yaitu sebagai ibu dan juga sebagai istri.

Mari berdayakan dan lindungi kaum ibu, agar dapat menjalankan dua peran strategisnya dalam pembangunan sumber daya manusia secara optimal. Mari tingkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan kaum ibu, demi mewujudkan Indonesia Maju. Perempuan Berdaya, Indonesia Maju. Selamat Hari Ibu! (*)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Belajar Tatap Muka Harus Ada Izin Orang Tua Siswa

TALIWANG- Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) HW. Musyafirin menegaskan belajar tatap muka di sekolah di tengah covid-19 bisa saja digelar. Tetapi syaratnya harus ada izin atau persetujuan orang tua siswa.

Lima Daerah di NTB Alami Kekeringan Parah, Ini Daftarnya

Lima daerah di NTB mengalami kekeringan ekstrem dengan status awas. Yaitu Kabupaten Dompu, Bima, Sumbawa, Sumbawa Barat, dan Lombok Timur. ”Masyarakat  kami imbau mewaspadai dampak dari kekeringan,” kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Lombok Barat Luhur Tri Uji Prayitno, kemarin (11/8).

Tertular Korona, Satu Anggota DPRD Lombok Timur Diisolasi

SELONG-Salah seorang anggota DPRD Lotim berinisial SM terpapar covid-19. “Ya, ada anggota kami yang dikonfirmasi positif,” kata Wakil Ketua DPRD Lotim H Badran Achsyid membenarkan informasi tersebut saat dihubungi Lombok Post, Selasa (11/8).

Soal Wifi Gratis Dewan Mataram : Pak Sekda Jangan Siap-Siap Saja!

Niat DPRD Kota Mataram untuk memasang wifi gratis di setiap lingkungan segera terealisasi. “Pak Sekda sudah bilang siap. Tapi saya bilang jangan siap-siap saja. Harus segera, karena anak-anak sangat butuh,” terang Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Mataram Nyayu Ernawati.

Lale-Yusuf atau Pathul-Nursiah, Siapa Didukung Golkar di Loteng?

MATARAM-Tampilnya H Yusuf Saleh mendampingi Lale Prayatni atau Lale Sileng membuat dinamika politik di Lombok Tengah (Loteng) semakin dinamis. Tidak hanya untuk peta perebutan kursi Kepala Daerah tetapi untuk arah dukungan partai Golkar.

H Masrun : TGH Saleh Hambali Harus Jadi Pahlawan Nasional

PRAYA-Kiprah dan nama besar ulama NU TGH Saleh Hambali tercatat dalam sejarah. Tokoh ulama karismatik yang berkontribusi nyata dalam membangun pendidikan dan semangat kebangsaan di Lombok, NTB.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Penggali Kubur LNS di Mataram Sakit, Arwah Minta Organ Dikembalikan

Penyidik telah melakukan otopsi terhadap jenazah Linda Novita Sari (LNS) maha siswi unram yang diduga jadi korban pembunuhan. Bagian tubuh LNS diambil dokter forensik untuk proses pemeriksaan.

Berkarya Pecah, Baihaqi-Diyah Terancam

MATARAM-Dualisme kepengurusan di DPP Partai berkarya berimbas ke daerah. terutama bagi Paslon yang sebelumnya menerima SK dukungan dari kepengurusan Berkarya terdahulu. Salah satunya pasangan H Baihaqi-Hj Baiq Diyah Ratu Ganefi (Baru) di Pilwali Mataram.

Ayo, Pekerja NTB Setor Nomor Rekening Dapat Bantuan Rp 600 Per Bulan

Para pekerja yang merupakan karyawan swasta di NTB tak boleh ketinggalan. Bagian Sumber Daya Manusia (HRD) di setiap perusahaan di NTB diingatkan agar proaktif menyetorkan rekening karyawan untuk mendapatkan bantuan Rp 600 ribu per bulan dari pemerintah.
Enable Notifications.    Ok No thanks