alexametrics
Jumat, 10 Juli 2020
Jumat, 10 Juli 2020

Spirit Berbagi al-Maun dan Filantropi Sosial di Masa Pandemi

Dr. Abdul Quddus, MA Dosen UIN Mataram dan Dewan Pakar PBNW

Taqwa Sebagai Buah Pohon Ramadhan

 

Jika Ramadhan adalah pohon, maka buahnya adalah Taqwa. Taqwa merupakan predikat yang ingin diraih dari hampir keseluruhan ibadah, termasuk diantarannya puasa ramadhan (QS. Al-Baqarah: 183).

Taqwa secara generik diartikan sebagai imtisaalu awamirillah (menjalankan segala perintah Allah) dan ijtinaabu nawahih (menjauhi segala larangan-Nya). Tujuan penciptaan Jin dan manusia adalah hanya untuk taat beribadah kepada Allah SWT (QS.Adz Dzariyat: 56).

Al-Ghazali dalam Ihya Ulumiddin memaknai Ibadah sebagai As-safar (perjalanan) atau travelling. Para Salik yang menekuni dunia tariqat harus berhasil menanamkan kesadaran diri bahwa hidup di dunia ini adalah bagai seorang Musafir yang hanya akan tinggal sementara, mencukupkan bekal dan melanjutkan perjalanan menuju sang pencipta Allah SWT dan Taqwa adalah sebaik-baik bekal (QS. Al-Baqarah: 197).

Kesadaran inilah yang menghadirkan taqwa dalam diri sang Musafir, bahwa hakikat penciptaan mati dan hidup dunia ini adalah semata menguji manusia, siapa yang mampu persembahkan yang terbaik untuk Allah SWT. (QS. Al-Mulk: 2)

 

Sinergi Dua Keshalihan; Personal & Sosial

 

Akhir-akhir ini fenomena keberagamaan masyarakat muslim cenderung menghadirkan Islam yang kurang sempurna (Kaffah) sehingga belum menjadi rahmat bagi semesta. Muncul gejala hanya mementingkan saleh secara personal kepada Allah SWT (habluminallah), namun tidak mampu membangun kesalehan sosial (habluminannas) dimana kehidupan sosial masyarakat bergulir.

Kesadaran keagamaan masyarakat ternyata tidak berimplikasi pada sirnanya berbagai praktek ketidakadilan sosial, minimnya solidaritas sosial, ketimpangan ekonomi, kejahatan politik, kesenjangan kaum kaya dan kaum miskin, penindasan mustadafin dan ekploitasi berlebih atas bumi. Fenomena ini menyisakan tanya, mengapa kesalehan ritual individual tidak berimplikasi pada kesalehan sosial ?

Islam adalah agama yang selalu mempertautkan antara kedua kesalehan tersebut, tidak hanya berdimensi ritual-vertikal (hablun minallah), melainkan juga mencakup dimensi sosial-horizontal (hablum minannas). Agama tidak hanya mengurusi persoalan iman untuk pembentukan kesalehan individual, akan tetapi yang terpenting dari itu adalah mewujudkan iman tersebut dalam amal dan pembentukan kesalehan sosial.

Al-Qur’an memberikan proporsi yang lebih besar atas kegiatan umatnya yang berkenaan dengan muamalah (urusan sosial) dibandingkan dengan urusan ‘ubudiyah (urusan ritual). Ulama menyatakan bahwa perbandingan ayat-ayat ibadah dan ayat muamalah adalah 1 : 100. Ketika al-Qur’an bicara berkenaan dengan tanda-tanda orang beriman (Q.S Al-Mu’minun:1-9), atau tanda orang bertaqwa (Q.S. Ali Imran, 134), dijelaskan bahwa tanda yang berkenaan dengan muamalah (memegang amanah, menghindar dari perbuatan tidak bermanfaat, infaq, menahan amarah dan memaafkan manusia) jauh lebih banyak dibandingkan dengan tanda yang bersifat ubudiyah (shalat khusyu’, zikir dan istighfar).

 

Para Pendusta Agama di Tengah Pandemi Covid-19

 

Dalam Islam orang yang telah mencapai puncak kualitas keagamaan (al-Muttaqîn) digambarkan sebagai di samping memiliki kesadaran transenden (keimanan), juga memiliki komitmen sosial untuk membangun masyarakat yang saleh secara sosial, ekonomi, politik, dan saleh kultural.

Iman akan kehilangan arti pentingnya, jika tidak memiliki implikasi dalam kehidupan praksis sosialnya. Itulah sebabnya, dalam Al-Quran kata iman selalu bergandengan dengan amal saleh (QS. 2: 62; 5: 69; 6: 54; 18: 88; 19: 60).

Islam memandang mereka yang tidak memiliki komitmen dan kepekaan sosial sebagai pendusta agama, sebagimana dinarasikan dalam al-Quran surat Al-Maun ayat 1-7:

“Tahukah kamu orang-orang yang mendustakan Agama? Itulah orang yang menghardik anak yatim, dan tidak menganjurkan memberi makan fakir miskin. Maka, kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, yaitu orang-orang yang lalai dari shalatnya, orang-orang yang berbuat ria, dan enggan mengulurkan pertolongan/bantuan secara berhasil guna dan berdaya guna”

Spirit Al-Maun sebagaimana ditekankan oleh pendiri Muhammadiyah KH Ahmad Dahlan menjadi penting ditengah wabah ini. Al-Maun menumbuhkan spirit berbagi dan keberpihakan kepada kaum duafa-mustadafin yang tertindas dan berada di garis kemiskinan.

Al-Maun menggambarkan betapa Islam memperhatikan keadilan sosial, pemberdayaan dan kesejahteraan umat melalui berbagai ibadah ritual yang berimplikasi pada empati-kedermawanan sosial. Islam mengajarkan untuk berbagi kepada fakir miskin yang termarjinalkan akibat dari ekonomi kapitalis dan liberal.

Terlebih di masa Pandemi ini, dampak kehidupan ekonomi menjadi sulit; angka kemiskinan Indonesia bertambah menjadi 12.37%, muncul pengangguran baru, pegawai dirumahkan dan terjadinya PHK secara masif.

 

ZIS dan Filantropi (Kedermawanan) Sosial

 

Filantropi merupakan bahasa Yunani terdiri dari kata philein (cinta) dan anthropos (manusia) sehingga dimaknakan sebagai mencintai sesama manusia atau nilai kemanusiaan. Dalam Islam, filantropi adalah ibadah Maaliah Ijtimaiyyah atau kesadaran untuk memberi dan berbagi, apalagi ditengah masa sulit akibat wabah pandemi Covid-19 sekarang ini.

Filantropi dimaknai tidak sebatas fiqih dan etika normatif Islam an sich, tapi bagaimana menjangkau lebih luas dalam isu-isu keadilan sosial, kesejahteraan sosial dan masyarakat madani. Ramadan adalah puncak filantropi Islam, berbagai bentuk filantropi Islam ramai dia­­khir bulan ini, mulai dari memberikan ifthar (buka puasa), shadaqah, infak, zakat fitrah, zakat harta, paket dan bingkisan lebaran.

Tahun 2019 potensi zakat Indonesia mencapai 233,6 triliun, namun dari angka tersebut hanya tercapai 8.100 Miliar. Fakta ini menuntut lembaga filantropi Islam untuk segera berbenah meningkatkan kapasitas dan profesionalisme dalam penerimaan, pendistribusian dan berbagai program pendayagunaan Zakat, Infak dan Shadaqah (ZIS) bidang ekonomi, sosial dan pendidikan.

Lembaga filantropi ormas Islam seperti NW (LAZISNW), NU (LAZISNU), Muhammadiyah (LAZISMU), maupun LSM diharapkan bersinergi bergandengan tangan membantu instusi negara seperti BAZNAS dan lembaga keuangan syariah lainnya dalam ikhtiar mewujudkan masyarakat yang sejahtera dan berkeadilan sosial dengan merealisasikan potensi besar dari filantropi Islam yang selama ini ditengarai belum terkelola dengan baik dan profesional.

Tentu kita bersyukur dan mengapresiasi capaian BAZNAS NTB 2019 yang telah meraih award nasional dalam 3 kategori; pemerintah provinsi pendukung kebangkitan Zakat terbaik, Pendistribusian ZIS terbaik, dan Program Pendayagunaan ZIS terbaik

Berbagai institusi filantropi Islam ini dituntut mampu merubah paradigma masyarakat kita, bahwa pemanfaatan harta idealnya tidak hanya berhenti pada konsep tradisional berupa pemenuhan kebutuhan konsumtif, tapi bagaimana kemanfaatannya berkelanjutan dalam pola produktif jangka panjang (modern), sehingga memberikan spirit perubahan status dari mustahik menjadi muzakki. (*)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Mataram Bisa Tiru Depok, Tak Pakai Masker Denda Rp 200 Ribu

Pemkot Mataram merespons kritikan Wakil Gubernur NTB. Kemarin, tim gabungan yang terdiri dari Satpol PP, TNI, dan Polri melakukan penertiban di pagi buta. Sasarannya, para pedagang di Pasar Kebon Roek, Ampenan.

Kuliah ke Luar Daerah, Warga Mataram Harus Bebas Korona

Warga Kota Mataram yang kuliah di luar daerah cukup banyak. Kemarin kata dia, sekitar 50 mahasiswa mengajukan permintaan melakukan rapid test. Dari jumlah tersebut tidak ada yang hasilnya reaktif.

12 Karyawan Bank di Cilinaya Mataram Positif Korona

Di Kelurahan Cilinaya misalnya. Di sini tercatat ada 12 karyawan salah satu bank terpapar virus Korona. “Sebenarnya hanya satu. Namun setelah kita tracing, menjadi 12 orang yang positif,” kata Lurah Cilinaya I Gusti Agung Nugrahini, Kamis (9/7)

Di Kediri Lobar, Ibu Rumah Tangga Diduga Jual Narkoba

WM, 28 tahun, warga asal Kediri Selatan ditangkap Satres Narkoba Polres Lobar. Ia bersama kedua rekannya MA dan MU diduga menjadi penjual dan penyalahguna narkotika jenis sabu. Bahkan, WM alias Dewi ini diketahui sebagai penjual obat penenang tanpa izin pihak instansi kesehatan.

Pariwisata Lesu, Pengusaha Travel Lombok Bertahan lewat Promo

Agen travel perjalanan wisata terus berupaya bertahan dalam ketidakpastian Pandemi Korona. Sektor ini menjadi salah satu yang paling terdampak akibat turunnya kunjungan wisatawan. ”Kami upayakan tetap bangkit seiring dengan penerapan new normal yang sedang digaungkan,” kata Kukuh Laro, pemilik Duta Lombok Transport.

Berdayakan UMKM Lokal, Bappeda NTB Tunggu Pergub

Pergub Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) hingga kini belum rampung. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) NTB masih menunggu kelanjutan masukan dan revisi dari gubernur. ”Sampai hari ini (kemarin,Red) kita belum terima. Jika sudah ada, akan langsung kita jadikan landasan dalam memberdayakan UKM/IKM,” kata Kepala Bappeda NTB Amry Rakhman, saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (9/7/2020).

Paling Sering Dibaca

Jika Masih Tak Patuh, Seluruh Pasar di Mataram Bakal Ditutup Paksa

akil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah mengancam akan menutup pasar yang mengabaikan protokol kesehatan. Ancaman tersebut disampaikan Wagub saat menggelar inspeksi mendadak di Pasar Mandalika, kemarin (8/7). Dia mendapati langsung banyak pedagang dan pembeli tidak mengenakan masker.

Zona Merah Korona, Wagub NTB : Mana Pol PP Mataram, Kenapa Sembunyi?

Pemkot Mataram dinilai lemah dalam merespon dan menangani Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun begitu geregetan. Meski zona merah dengan kasus positif dan kematian tiap hari, penerapan protokol kesehatan di ibu kota justru sangat longgar. Tak lagi ada pengawasan macam sedang tidak terjadi apa-apa.

Istri Model Suami Youtuber, Bantah Cari Sensasi “Mahar Sandal Jepit”

Pernikahan dengan mahar sandal jepit Iwan Firman Wahyudi dan Helmi Susanti bukan bermaksud mencari  sensasi di media sosial. Menurut mereka ikatan mereka tulus beralas kasih sayang.

Pilbup Loteng, Lale Prayatni Mulai Goyang Posisi Pathul Bahri

Lobi politik tersaji di DPP Partai Gerindra. Dari informasi yang dihimpun Lombok Post, diam-diam SK Gerindra dibidik Prayatni melalui ‘lorong’ Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo.

Turun dari Rinjani, Warga Lombok Tengah Tewas Jatuh ke Jurang

Pendakian di Gunung Rinjani kembali memakan korban jiwa. Sahli, 36 tahun, warga Desa Tampak Siring, Lombok Tengah meninggal setelah terjatuh ke jurang di kawasan Gunung Rinjani, Senin (6/7).
Enable Notifications.    Ok No thanks