alexametrics
Kamis, 24 September 2020
Kamis, 24 September 2020

Mampukah Ekonomi NTB Bertahan di Tengah Covid-19?

Oleh: Muhammad Zainuri, M.Stat Fungsional Statistisi BPS Provinsi NTB

BADAN Pusat Statistik telah merilis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II tahun 2020. Ekonomi Indonesia tumbuh negatif pada angka minus 5,32 persen (year on year). Nilai minus tersebut lebih dalam dari prediksi dari berbagai pengamat ekonomi dan lembaga terkait.

Salah satu pertanyaan yang mencuat setelah Indonesia mengalami pertumbuhan negatif adalah apakah Indonesia akan masuk ke kondisi resesi ekonomi menyusul negara-negara lain di dunia akibat pandemi covid 19? Istilah resesi dalam ekonomi makro diartikan sebagai kondisi ketika pertumbuhan ekonomi bernilai negatif selama dua kuartal (triwulan) atau lebih dalam satu tahun.

Provinsi Nusa Tenggara Barat termasuk provinsi di Indonesia yang mengalami pertumbuhan negatif. Pada triwulan II tahun 2020, Provinsi NTB mengalami pertumbuhan negatif pada angka minus 1,41 persen (year on year). Istilah pertumbuhan ekonomi year on year menunjukkan pertumbuhan ekonomi triwulan II tahun 2020 dibandingkan triwulan II tahun 2019.

Dibandingkan 2 (dua) provinsi tetangga, kondisi pertumbuhan ekonomi NTB relatif lebih baik. Provinsi Bali memiliki pertumbuhan ekonomi pada angka minus 10,98 persen, sedangkan Provinsi Nusa Tenggara Timur pada angka minus 1,96 persen.

Kondisi penurunan ekonomi NTB pada periode bulan April – Juni tahun 2020 merupakan dampak dari berbagai pembatasan mobilitas masyarakat yang dilakukan pemerintah. Pembatasan ini dilakukan guna menghindari kondisi penyebaran covid 19 yang lebih buruk di NTB. Penutupan penerbangan domestik dan internasional telah melumpuhkan sektor ekonomi terkait pariwisata di NTB.

Momentum Ramadhan dan Idul Fitri yang biasanya menjadi pendorong perputaran ekonomi, kurang terasa pada tahun ini. Kondisi ketidakpastian ‘kapan pandemi covid 19 berakhir’ memunculkan kekhawatiran akan terjadinya penurunan ekonomi pada triwulan-triwulan berikutnya. Mampukah ekonomi NTB bertahan di tengah covid 19?

Penurunan ekonomi  NTB pada triwulan II tahun 2020 perlu disikapi dengan bijak. Kekhawatiran yang berlebihan dapat menurukan kemampuan bertahan di masa sulit. Sebaliknya, berpikir jernih dengan melihat secara utuh kondisi yang ada, jauh lebih baik guna menjaga energi kolektif warga bumi gora untuk bertahan dan bangkit bersama.

Pemerintah daerah selaku regulator dalam memperbaiki kinerja ekonomi NTB perlu mensosialisasikan strategi yang ditempuh kepada semua pihak terkait agar hadir langkah yang seirama oleh seluruh pelaku ekonomi. Jika hal tersebut dilaksanakan, tentunya ekonomi NTB akan mampu bertahan di tengah covid 19 ini.

Berdasarkan rilis pertumbuhan ekonomi NTB triwulan II tahun 2020, dapat diketahui  kondisi ekonomi secara utuh. Dari 17 (tujuh belas) klasifikasi sektor ekonomi yang ada, terdapat 9 (sembilan) sektor ekonomi masih mampu tumbuh positif dan sisanya sebanyak 8 (delapan) sektor ekonomi mengalami pertumbuhan negatif. Dengan kata lain, jumlah sektor ekonomi yang tumbuh positif dan tumbuh negatif relatif seimbang sehingga ekonomi NTB pada triwulan II tahun 2020 hanya mengalami penurunan 1,41 persen. Sebagai catatan, pada triwulan I tahun 2020, ekonomi NTB masih tumbuh positif 3,96 persen (year on year).

Sektor ekonomi yang paling terpukul pada triwulan II tahun 2020 adalah sektor hotel dan restoran yang turun 58,66 persen dan sektor transportasi yang turun 58,05 persen. Selain itu, penurunan juga terjadi pada sektor konstruksi sebesar 26,71 persen dan sektor perdagangan sebesar 7,62 persen. Di sisi lain, sektor pertambangan dan penggalian masih mampu meningkat hingga 47,78 persen, sektor informasi dan komunikasi meningkat 17,81 persen, sektor pertanian meningkat 7,87 persen, dan sektor industri pengolahan meningkat 4,11 persen.

Bagaimana kondisi ekonomi NTB pada triwulan III tahun 2020? Mampukah bangkit untuk tumbuh positif atau minimal bertahan agar tidak mengalami penurunan yang lebih dalam?  Untuk menjawab pertanyaan tersebut, perlu diketahui bahwa salah satu faktor penentu kondisi ekonomi pada suatu triwulan adalah adanya faktor kondisi musiman. Misalnya, sektor pertanian akan cenderung meningkat pada musim panen dan sektor-sektor ekonomi yang terkait pariwisata cenderung meningkat pada musim liburan.

Secara teknis penghitungan, pertumbuhan ekonomi triwulan III tahun 2020 secara year on year, diperoleh dengan membandingkan nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) pada triwulan III tahun 2020 terhadap triwulan III tahun 2019. Oleh karena itu, untuk mendapat gambaran pertumbuhan ekonomi pada triwulan III tahun 2020, perlu di ketahui seperti apa komposisi berbagai sektor ekonomi pada triwulan III tahun 2019 di NTB.

Pada triwulan III tahun 2019, lima besar penyumbang ekonomi NTB adalah sektor pertanian (23,85 persen), sektor perdagangan (15,28 persen), sektor pertambangan dan penggalian (12,01 persen), sektor konstruksi (10,46 persen), dan sektor trasportasi (7,27 persen).

Adapun sektor industri pengolahan menyumbang 5,33 persen, sektor hotel dan restoran menyumbang 2,20 persen, dan sektor informasi dan komunikasi menyumbang 1,93 persen. Sisanya merupakan sumbangan dari sektor-sektor ekonomi lainnya. Informasi komposisi ekonomi di NTB pada triwulan III tahun 2019 tersebut, dapat dimanfaatkan untuk melihat sektor ekonomi yang mungkin digunakan untuk bertahan menjaga pertumbuhan ekonomi NTB pada triwulan III tahun 2020.

Sektor ekonomi NTB yang paling mungkin menjadi ‘basis pertahanan’ adalah sektor pertanian. Sektor tersebut mencakup tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, peternakan, kehutanan, dan perikanan. Hampir seperempat ekonomi NTB berputar di sektor pertanian.

Salah satu tantangan yang dihadapi pada triwulan III tahun 2020 adalah potensi menurunnya produksi komoditas tembakau akibat menurunnya permintaan. Perlu dilakukan pemanfaatan lahan yang biasanya ditanami tembakau dengan menanam komoditas pertanian lainnya. Potensi kekeringan yang diprediksi melanda beberapa wilayah di NTB harus menjadi perhatian serius guna menjaga produktivitas sektor pertanian.

Sektor perdagangan yang memegang peranan lebih dari 15 persen. Sektor perdagangan bersama sektor transportasi memegang peranan penting dalam mendistribusikan berbagai hasil produksi dari produsen ke konsumen. Pola kerja konvesional dalam pendistribusian barang perlu ditransformasi menjadi pendistribusian berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Pemanfaatan TIK dapat mengurangi potensi kerumunan orang yang sejalan dengan kebijakan penanganan covid-19.

Sektor ekonomi lain yang diharapakan membantu menjaga pertumbuhan ekonomi adalah sektor pertambangan dan penggalian. Sektor tersebut sedang mengalami tren peningkatan seiring meningkatnya permintaan bijih logam. Tren tersebut diharapkan terus berlanjut pada triwulan III 2020.

Selanjutnya, sektor konstruksi yang cukup terpukul pada triwulan II 2020, diharapkan mulai membaik pada triwulan III. Pembangunan Jalan Bay Pass BIL-KEK Mandalika serta pembangunan berbagai sarana fisik di KEK Mandalika untuk menyambut MotoGP 2021 diharapkan membantu menggerakkan sektor konstruksi pada triwulan III 2020.

Industrialisasi yang menjadi salah fokus pembangunan ekonomi oleh pemerintah daerah NTB harus konsisten dilaksanakan. Sektor industri pengolahan berpotensi menjadi basis ekonomi mengingat berlimpahnya bahan baku hasil pertanian yang tersedia. Impor produk industri pengolahan dari luar NTB untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat secara bertahap perlu dikurangi dengan meningkatkan kemampuan memproduksi kebutuhan sendiri.

Jika sektor industri pengolahan berbasis hasil pertanian yang ada, didukung oleh tersedianya alat produksi modern, akses permodalan yang mudah, dan akses pemasaran yang luas, maka sektor industri pengolahan akan mampu menjadi mesin pertumbuhan ekonomi. (*)

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Hasil Survei Indikator, Elektabilitas HARUM Paling Tinggi

“Pak Mohan Roliskana hingga sejauh ini paling potensial menang dalam pemilihan mendatang,” ujar  Wakil Ketua DPP Golkar Ahmad Doli Kurnia dalam pemaparan yang dilakukan secara online dari DPP Golkar Jakarta, (18/9) lalu.

Polisi Pantau Kampanye Hitam di Pilwali Mataram

Pelaksanaan Pilkada di Kota Mataram mendapat atensi penuh pihak TNI-Polri. Polresta Mataram dan Kodim 1606 Lobar telah melakukan pemetaan potensi konflik dan mencegah secara dini beberapa konflik yang biasa terjadi pada masa Pilkada.

Trailer Film MOHAN Bikin Baper

Kreativitas sineas Kota Mataram terasa bergairah. Ditandai dengan garapan film bergenre drama romantic berjudul ‘Mohan’ yang disutradai Trish Pradana. Film yang direncanakan berdurasi sekitar 35 menit ini mengisahkan perjalanan asmara Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskan dengan istrinya Hj Kinastri Roliskana. Film Mohan dijadwalkan mulai tayang Bulan Oktober mendatang.

Pasangan Calon Harus Memberi Perhatian pada DPT

PESERTA pemilihan yaitu Pasangan Calon harus menunjukkan perhatian lebih pada seluruh tahapan yang ada, bukan hanya pada saat pendaftaran calon atau pada pemungutan suara saja. Salah satu tahapan yang sangat menentukan ialah tahapan Penyusunan dan Pemutakhiran Daftar Pemilih atau cukup disebut dengan penyusunan DPT.

Pendataan Bantuan Kuota Internet untuk Siswa Guru dan Mahasiswa Kacau

Hari pertama penyaluran bantuan subsidi kuota internet untuk siswa, guru, mahasiswa, dan dosen langsung berpolemik. Proses pendataan dan verifikasi nomor ponsel dinilai kacau.

Calon Kepala Daerah Wajib Jadi Influencer Protokol Kesehatan

DPR, pemerintah dan KPU telah memutuskan akan tetap melaksanakan pilkada serentak pada 9 Desember. Para calon kepala daerah (Cakada)  diminta menjadi influencer protokol kesehatan  agar pilkada tidak memunculkan klaster baru Covid-19.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Sutradara Trish Pradana, Angkat Kisah Mohan ke Layar Lebar

Sutradara Trish Pradana tak henti melahirkan karya. Di tengah Pandemi Korona ini ia kembali ke balik layar menuntaskan film baru bertajuk "Mohan". Ini merupakan film yang diangkat dari kisah hidup Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana sewaktu remaja.
Enable Notifications    Ok No thanks