alexametrics
Jumat, 25 September 2020
Jumat, 25 September 2020

Siap Panas

Oleh : Dahlan Iskan

Keputusan hidup-mati sudah diambil: dengan hanya satu suara yang tidak setuju dan enam suara absen.

Selebihnya, 2.878 suara setuju.

Itulah hasil sidang pleno DPR Tiongkok kemarin sore.

Maka sah lah UU Keamanan Hongkong. Segala tindakan subversi, infiltrasi asing dan separatisme dimasukkan sebagai tindakan kriminal.

Itu berarti secara terbuka Tiongkok sudah menyatakan sama sekali tidak takut pada ancaman Amerika. Termasuk ancaman dari negara-negara Barat –baik ancaman fisik maupun ekonomi.

“Tiongkok sekarang sudah tidak sama dengan Tiongkok 100 tahun yang lalu,” ujar Menteri Luar Negeri RRT, Wang Yi.

Ucapan itu khusus untuk menanggapi sikap Amerika. Yang untuk pertama kali memberikan ucapan selamat kepada Tsai Ing-wen. Yang dilantik sebagai Presiden Taiwan untuk kedua kalinya.

Itu pertanda Amerika mengakui Taiwan sebagai negara tersendiri. Bukan lagi bagian dari Tiongkok.

“Tiongkok itu lho, tidak pernah punya maksud mengubah Amerika. Mengapa Amerika terus bermaksud mengubah Tiongkok,” ujar sang Menlu.

Sejak adanya keputusan jam 3 sore kemarin itu dunia sudah tahu sikap Tiongkok. Kini dunia tinggal melihat: apa tindakan Amerika.

Amerika seperti dihadapkan pada tiga front sekaligus: perang dagang, pembelaan terhadap Taiwan dan dukungan pada oposisi di Hongkong.

Tiga sumbu itu sudah dinyalakan bersamaan: tinggal Amerika –mau meledakkan atau bagaimana.

Di dalam negerinya sendiri Presiden Donald Trump sedang dipojokkan oleh dua persoalan: Covid-19 dan hasil jajak pendapat. Hasil survey itu menyebutkan ia bakal kalah oleh Joe Biden di pilpres November nanti.

Tiga sumbu sekarang ini sudah menyala –lengkap dengan asapnya.

Di Hongkong, sidang pleno legistalif-nya juga sedang membahas pengesahan UU Penghinaan Simbol Negara. Yang menghina lagu kebangsaan nasional (Tiongkok) bisa dihukum 3 tahun.

Demo anti RUU itu meledak di Hongkong. Sejak hari Minggu lalu. Sekalian anti RUU Keamanan yang lagi dibahas DPR di Beijing.

Sidang pleno legislatif di Hongkong itu panas sekali. Puncaknya terjadi kemarin. Jam 11.00 siang. Seorang anggota DPRD melemparkan benda busuk ke arah ketua sidang.

Benda itu jatuh di lantai. Di depan meja pimpinan. Saking beratnya –tidak sampai ke sasaran.

Bau busuk benda itu luar biasa. Seorang anggota, wanita, sampai dilarikan ke rumah sakit –tercekik bau busuk itu.

Yang melemparkannya pun dibawa keluar ruang sidang: Ted Hui Chi-fung. Anggota oposisi dari Partai Demokratik.

Benda itu tak lain adalah sayur busuk. Sekarang kecil. “Demokrasi kita akan dibuat berbau busuk seperti itu,” ujar Hui Chi-fung. “Bau busuknya sudah kita hirup sekarang,” tambahnya.

Sehari sebelumnya pun gedung legislatif itu sudah heboh. Bau busuk merebak ke mana-mana. Tim keamanan dan pemadam kebakaran segera tiba.

Setelah ditelusuri, bau itu berasal dari lantai 9. Di lantai itulah Hui Chi-fung berkantor.

Rupanya tiap hari Hui Chi-fung sudah membawa sayur busuk ke gedung legislatif. Tapi baru bisa melemparkannya kemarin.

Apa pun, RUU itu pasti berhasil disahkan. Paling lambat besok. Mayoritasnya adalah pro-Beijing.

Dengan demikian pendemo tidak bisa lagi seperti tahun lalu: suka memelesetkan lagu kebangsaan Tiongkok.

Pendemo juga tidak bisa lagi seperti tahun lalu: menginjak-injak bendera Tiongkok, mengolok-oloknya dan membuangnya ke parit.

Atau tetap melakukannya. Dengan risiko masuk penjara.

Setelah UU Anti Penghinaan Simbol Negara itu diputuskan, DPRD langsung harus berdidang lagi: mengubah UUD Hongkong. Untuk memasukkan UU Keamanan Nasional yang baru diputuskan DPR di Beijing itu.

Semua itu, dari segi kepentingan Tiongkok, memang harus disyahkan buru-buru. Sebelum fokus ke persiapan pemilu Hongkong bulan September nanti.

Di Pemilu nanti oposisi diperkirakan akan menang. Tapi itu tidak lagi masalah bagi Tiongkok. Sudah terjamin: Hongkong tidak bisa lagi memisahkan diri.

Bahwa Hongkong mau berbeda dengan Beijing tidak apa-apa. Toh sejak awal sudah disepakati: satu negara dua sistem.

Demo besar-besaran sepanjang tahun lalu memang jelas sekali: mengarah ke kemerdekaan Hongkong. Yang mendapat dukungan Barat.

Kini Tiongkok sudah mengambil risiko: menghadapi yang terburuk di Hongkong.

Juga di Taiwan.

Untuk pertama kali pimpinan puncak Tiongkok tidak lagi menyanyikan lagu lama: mengusahakan penyatuan Taiwan secara damai.

Kata ‘secara damai’ itu tidak digunakan lagi. Itu terlihat dari pembukaan Sidang Pleno DPR di Beijing Senin lalu.

Di forum itu Perdana Menteri Tiongkok Li Kejiang tegas: mengusahakan penyatuan Taiwan – -tanpa kata secara damai.

Padahal, biasanya, setiap tahun, setiap pembukaan Sidang Pleno seperti itu, kalimat “mengusahakan penyatuan Taiwan” selalu diucapkan dengan tambahan “secara damai”.

Tiongkok melihat Taiwan sudah di batas lepas. Itu terlihat dari pernyataan Menlu Amerika Serikat Michael Pompeo.

Maka dalam hal Taiwan, Tiongkok juga sudah siap dengan risiko terburuk. Apalagi kapal perang Amerika sudah sering berada di Taiwan –seperti sudah siap membentengi Taiwan.

Tsai Ing-wen sendiri yang menyalakan sumbu: dua hari lalu. Dia menyatakan: orang Hongkong yang merasa terancam Tiongkok silakan lari ke Taiwan. Akan ditampung di Taiwan. Diberi pekerjaan. Dijamin kehidupan mereka.

Bisa jadi itu sebagai balas jasa. Tahun lalu Ing-wen dipastikan akan kalah pilpres. Lalu terjadilah huru-hara di Hongkong. Ing-wen berhasil membonceng huru-hara itu. Tiba-tiba namanyi melejit lagi: menang telak di pilpres lalu.

Tapi pernyataan Ing-wen itu sekaligus berarti penyalaan sumbu perlawanan pada Tiongkok.

Sudah tidak ada lagi diplomasi. Sudah habis basa-basi.

Tiongkok sudah bersikap jelas. Tiongkok sudah seperti sesumbar: ini dadaku, mana Donaldmu.

Kalau saja ada tebak-tebakan sikap apa yang akan diambil Donald Trump pasti pemenangnya M. Nuh dari Jambi itu. (Dahlan Iskan)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Subsidi Kuota Internet, Daerah Blank Spot di NTB Pertanyakan Manfaat

”Kalau jangkauan towernya luas, tentu ini sangat menunjang sekaligus mendukung pemanfaatan kebijakan pusat,” tandasnya.

Anugerah Pewarta Astra 2020 Kembali Digelar

Astra mengajak setiap anak bangsa untuk menebar inspirasi dengan mengikuti Anugerah Pewarta Astra 2020. ”Di NTB sendiri kami membina warga Kelurahan Dasan Cermen yang merupakan wilayah Kampung Berseri Astra. Harapannya, masyarakat dapat menggambarkan dukungan Astra untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih optimis demi kemajuan dan kesejahteraan bangsa,” ujar Gusti Ayu.

Pilwali Mataram, HARUM satu SALAM dua MUDA tiga BARU empat

Pengundian nomor Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota Mataram dan Wakil Wali Kota Mataram berjalan di bawah protokol Pandemi Covid-19 dengan ketat, pukul 19.00 wita-selesai semalam.

Catat, Kampanye Undang Massa Bisa Dipidana

Seluruh calon kepala daerah yang akan berlaga dalam Pilkada serentak di tujuh kabupaten/kota di NTB telah ditetapkan, kemarin (23/6). Hari ini, para calon kepala daerah tersebut akan melakukan pengundian nomor urut. Kampanye akan dimulai pada 26 September. Seluruh kandidat harus hati-hati berkampanye di masa pandemi. Sebab, mengundang massa dalam kampanye bisa dikenakan pidana.

Dua Sopir Bupati Lotim pun Positif Tertular Covid-19

PELACAKAN kontak erat Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy yang positif terinfeksi Covid-19 masih terus dilakukan. Hingga kemarin, dari kontak erat yang telah menjalani uji usap atau swab, dua orang sopir Bupati Sukiman telah dipastikan positif Covid-19.

Dua Jempol untuk Penanggulangan Covid-19 Desa Bentek Lombok Utara

Desa Bentek meraih juara satu Kampung Sehat di Kecamatan Gangga, Lombok Utara. Berada di pintu masuk Kecamatan Gangga, desa ini memang dua jempol. Bidang kesehatannya oke. Bidang ekonominya mantap. Sementara bidang ketahanan pangannya juga menuai decak kagum. Pokoknya top!

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Tertular Korona di Luar Daerah, Bupati Lotim Sempat Drop

Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy menjadi kepala daerah pertama di NTB yang positif terinfeksi Covid-19. Pemimpin Gumi Patuh Karya dua periode tersebut menjalani uji usap (swab) pada Senin (21/9) di RSUD dr Raden Soedjono Selong.
Enable Notifications    Ok No thanks