alexametrics
Senin, 28 September 2020
Senin, 28 September 2020

Corona, Pengusaha Lokal dan Learning by Doing

Oleh: H. Ahsanul Khalik, MH Kepala Dinas Sosial NTB

PANDEMI Covid-19 memaksa kita untuk berubah dan memandang banyak hal dengan cara yang berbeda. Di NTB hal inipun kita lakukan. JPS Gemilang dengan sembakonya memberi ruang pada IKM dan UMKM untuk berpartisipasi.

Ini penting agar IKM dan UMKM kita hidup, punya ruang untuk belajar dan mengakumulasi pengalaman. Tentu harganya kadang lebih tinggi dari pemain-pemain besar, kualitasnya pun kadang sedikit di bawah, tapi semua itu kami konversi ke dalam biaya pembelajaran dan akumulasi pengalaman.

Pembelajaran (learning) macam-macam bentuknya, ada pelatihan (training), ada searching melalui penelitian-penelitian dan sebagainya. Dan tentu saja untuk negara atau daerah berkembang seperti kita learning mechanism atau bentuk pembelajaran yang paling banyak dan biasa dilakukan adalah Learning by Doing, belajar (learning) yang diperoleh dengan mengerjakan pekerjaannya (doing).

Jadi bagi IKM dan UMKM kita agar bisa Learning, ya harus dikasih pekerjaan (doing). Ini yang menjadi alasan kenapa dalam JPS Gemilang kami mengutamakan produk-produk IKM dan UMKM Lokal.

Alhamdulillah, hasilnya sangat mengesankan. Ambil Masker sebagai contoh. Produksi awal IKM/UMKM kita banyak kekurangan, ada yang ukurannya kependekan, tebal kainnya kurang dan lain-lain. Dengan feedback yang diberikan dinas Koperasi dan UKM dan Dinas Perindustrian produk-produk berikutnya jadi lebih baik dan lebih berkualitas.

Bahkan sekarang corak dan modelnya macam-macam. Inilah Learning yang menghasilkan Inovasi Teknologi (technological innovation). Begitu juga dengan produk-produk lain oleh IKM/UMKM kita, Inovasi Teknologinya nyata dan sangat membanggakan.

Jangan bayangkan inovasi teknologi itu rumit-rumit, cara memilih kain, cara menjahit, cara memahami model dan corak baru sesuai standar dan pesanan adalah bentuk Inovasi itu. Seiring dengan berjalannya waktu hasilnya akan lebih berkualitas dan harganya semakin lama akan semakin kompetitif.

Hanya UKM?

Tentu saja tidak. Corona nyaris melumpuhkan ekonomi kita. Selain menggerakkan IKM/UMKM lokal kami sekarang sedang mendorong PU, Perkim dan Perangkat Daerah lainnya untuk mengakselerasi berbagai pekerjaan agar segera tuntas. Dan program-program ini kami akan ‘paksa’ untuk dimenangkan oleh pengusaha-pengusaha lokal. Kami sudah perintahkan Biro Adminsitrasi Pembangunan untuk memberikan prioritas kepada pengusaha-pengusaha lokal NTB untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan di NTB ini.

Kenapa lokal? Karena seperti logika IKM/UMKM di atas pengusaha-pengusaha lokal agar tumbuh dan berkembang harus diberikan juga kesempatan untuk Learning by Doing.

Belajar sambil mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang ada di NTB untuk kemudian tak menjadi penonton di tempat kita sendiri. Tanpa learning by doing, maka pengusaha-penngusaha lokal kita selamanya tak akan mampu bersaing dan akan selamanya jadi penonton.

Tentu kalau tender ada harga pengusaha-pengusaha lokal lebih mahal dan kualitasnya agak sedikit kurang, harus bisa dipahami. Ada cost of learning. Ada biaya pembelajaran. Kalau langsung aple to aple dengan pengusaha luar, maka pengusaha lokal kita tak akan pernah menang. BPK, BPKP, Kepolisian dan Kejaksaan harus juga memahami ini.

Jadi, mari Biro dan Bagian Administrasi Pembangunan baik di Provinsi,  kabupaten-kabupaten dan kota-kota  untuk memberikan akses dan kesempatan kepada pengusaha-pengusaha lokal, agar ke depan tak ada lagi pengusaha-pengusaha luar mengerjakan pekerjaan yang sebenarnya bisa dikerjakan oleh pengusaha-pengusaha lokal kita sendiri.

Untuk maju kita memang butuh Learning, dan Learning yang terbaik sementara ini bagi pengusaha-pengusaha lokal kita adalah Learning by Doing.

Ingat langkah panjang selalu diawali dengan langkah pertama, diujung terowongan pasti ada secercah cahaya, yang akan menghantarkan kita pada keinginan bersama mewujudkan NTB yang mandiri dan sejahtera dalam bingkai NTB sebagai rumah besar bersama. (*)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Distribusi Bantuan Beras Lelet, Dewan Minta Pemprov NTB Ambil Alih

”Pemda harus secepatnya koordinasi ke pusat, kalau ada kemungkinan ambil alih, take over secepatnya, kasihan masyarakat,” tegas Anggota Komisi V DPRD NTB Akhdiansyah, Minggu (27/9/2020).

Kantongi Persetujuan Mendagri, Pjs Bupati Boleh Lakukan Mutasi

”Bisa (rombak) tetapi ada kendali di situ yakni rekom KASN. Pejabat definitif saja harus ada rekom KASN,” katanya.

Akhir September, Tren Konsumsi BBM dan LPG di NTB Meningkat

”Jumlah ini meningkat dibandingkan Bulan Mei 2020, ketika Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dilaksanakan di berbagai daerah,” kata Unit Manager Communication, Relations, & CSR MOR V Jatimbalinus Rustam Aji, Jumat (25/9/2020) lalu.

LEM Hadirkan Baby Crab dan Gelar Plants Exhibition

Kami terus menghadirkan apa pun yang menjadi kebutuhan dan keinginan konsumen. Terpenting bisa menghibur mereka selama masa pandemi ini,” imbuh Eva.

Soal Kuota Gratis, Sekolah di Mataram Masih Validasi Data

”Verval ini kita lakukan  secara bertahap juga, setiap hari ada saja yang divalidasi,” jelas Suherman.

Simulasi Pembukaan Sekolah di NTB, Kerumunan Siswa Masih Terjadi

”Kalau di dalam lingkungan sekolah, semuanya tertib, tetapi pada saat pulang, masih ada kita temukan (kerumunan) meski tidak terlalu banyak ya,” ujarnya.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks