alexametrics
Jumat, 25 September 2020
Jumat, 25 September 2020

Mencari Pemimpin Daerah Yang Ideal

Oleh: Robyan Bafadal PS Pendidikan Sosiologi Universitas Hamzanwadi

PADA tahun 2020 akan dilangsungkan pemilihan kepala daerah serentak. Karena keadaan pagebluk COVID 19 maka pelaksanaan yang semula September dimundurkan menjadi Desember. Tidak dijelaskan apa alasan dimundurkan. Besar kemungkinan pemerintah percaya di bulan itu kondisi sudah membaik. Karena bila dilaksanakan pada masa pagebluk akan berkaitan dengan masalah kesehatan. Ada banyak peristiwa dalam pemilihan yang bisa menjadi sebab penularan.

Mulai dari kampanye sampai pelaksanaan pemilihan. Akan ada banyak orang berkerumun, dan banyak terjadi penggunaan alat secara bersama-sama sehingga menjadi penularan. Ketakutan penularan itu akan berdampak pada legitimasi pemimpin terpilih karena berkaitan dengan tingkat partisipasi memilih. Meski tidak akan berpengaruh pada sah atau tidaknya pemimpin terpilih.

Membincangkan pemilihan maka pertanyaan yang kemudian selalu muncul adalah bagaimana sosok pemimpin yang ideal? Sebagaimana diketahu bersama dalam pemilihan di Indonesia, pemilih tidak hanya memilih bupati, walikota, gubernur dan presiden. Tetapi juga memilih wakilnya. Dan itu satu paket yang terpisah. Pemilih tidah hanya memilih bupati, walikota, gubernur, dan presiden saja dahulu kemudian wakilnya. Pemilihan dilakukan dalam waktu yang bersamaan, dalam surat suara yang sama. Maka pertanyaannya kemudian bergeser, pasangan pemimpin seperti apa yang ideal?

Para sarjana kemudian memberikan berbagai macam jawaban. Ada sarjana yang melihat dari luasnya geografis Indonesia sehingga memunculkan pasangan ideal itu adalah duet Jawa dan Luar Jawa. Jawa adalah pusat dan kunci sehingga harus ada yang mewakili Jawa. Fakta sejarah juga menunjukan presiden selalu orang Jawa. Hanya Habibie yang bukan meski ia selalu ingin terlihat njawani. Ada pula yang melihat dari ideologi politik sehingga pasangan yang ideal adalah duet nasionalis-agamis (terutama Islam).

Pasangan ini akan mampu merangkul semua pemilih dengan spektrum yang berjauhan sehingga menjadi satu kesatuan membangun bangsa dan daerah. Ada juga yang menganjurkan duet militer dan sipil. Satu sosok menggambarkan ketegasan dan wibawa, dan sosok lain melengkapi dengan lemah lembut pendekatan pada masyarakat. Pembangunan bukan hasil indoktrinasi tetapi bagian dari upaya persuasif pemimpin.

Berkaitan dengan spekulasi di atas pendapat Herbert Feith – peletak studi pemilu di Indonesia – beberapa dekade silam layak untuk dipertimbangkan. Menurutnya pasangan ideal di Indonesia ialah duet solidarity maker dan administratuur. Pemimpin dengan tipe solidarity makerkemudian sangat dibutuhkan untuk menguatkan pengakuan dari masyarakat atas kepemimpinannya (kebutuhan legitimasi).

Kita tidak bisa membayangkan pemimpin mampu bekerja ketika legitimasinya rendah. Bila pemimpin tidak memiliki legitimasi maka apapun kebijakannya akan selalu dianggap salah oleh masyarakat. Legitimasi itu bisa berasal dari mana saja. Bila mengikuti pemikiran Max Weber, maka sumber legitimasi berasal dari tiga hal, yaitu nilai tradisi, kharisma, dan atau legal-rasional. Seorang pemimpin bisa saja memiliki lebih dari satu sumber legitimasi.

Adapun pemimpin dengan tipe administatuur merupakan sosok yang bekerja di lapangan. Pemimpin inilah yang kemudian mengejawantahkan berbagai slogan dari pemimpin yang bertipe solidarity maker. Sosok inilah yang kemudian merumuskan berbagai kebijakan pembangunan sebagaimana pernah dijanjikan. Pemilih membutuhkan slogan untuk menumbuhkan rasa percaya diri. Namun tidak cukup itu, pemilih juga membutuhkan kerja nyata sebagai pelaksanaan dari slogan-slogan berupa program pembangunan. Di sinilah pemimpin dengan tipe administratuur dibutuhkan.

Bila melihat pemimpin daerah sebagai satu pasang maka kombinasinya calon kepala daerah adalah yang bertipe solidarity maker dan wakilnya seorang administratuur. Apa sebab? Karena biasanya pemilih lebih memperhatikan calon presiden/gubernur/walikota/bupati daripada wakilnya.

Dan biasanya memang sosok inilah yang banyak tampil di depan baik saat kampanye maupun setelah terpilih nantinya. Sementara wakilnya bukan tidak berfungsi tetapi malah jauh lebih berfungsi karena ia bertugas mewujudkan slogan dari pasangannya. Wakil lebih berperan di belakang layar dalam situasi senyap. Wujud dari kombinasi ini terlihat pada Dwi Tunggal Soekarno-Muh. Hatta.

Kombinasi solidarity maker dan administratuur ini layak dipikirkan menjelang pelaksanaan pemilihan kepala daerah serentak tahun 2020. Pasangan terpilih haruslah mendapat kepercayaan yang luas dari masyarakat. Masalah kepercayaan ini merupakan sesuatu yang sedang langka di bangsa ini. Banyak pemilih kemudian tidak percaya lagi pada proses politik dan pemerintahan. Paling mudah dapat dilihat dari tingkat partisipasi memilih yang terus menurun dari pemilu ke pemilu.

Meskipun taun 2019 tingkat pemilihan naik tapi perlu dipikirkan untuk terus meningkatkannya. Karena di Indonesia memilih adalah hak bukan kewajiban sebagaimana negara lain di dunia. Tentu kita tidak melupakan berbagai permasalahan yang menyebabkan pemilih tidak bisa menggunakan haknya seperti masalah mobilitas, administrasi kependudukan, dan sebagainya yang telah banyak diungkap para sarjana.

Bila kemudian pemilih tidak mempercayai lagi proses politik dan pemerintahan maka munculan gejala kemudian disebut sebagai meluasnya ketidakpercayaan politik. Sebagaimana diungkapkan Hamdi Muluk, seorang yang menekuni bidang Psikologi Politik, kondisi ini terjadi ketika masyarakat menilai proses politik merupakan permainan belaka dan masyarakat hanya menjadi penonton belaka. Lebih jauh diungkapkan bila gejala ini terus meluas maka dikhawatirkan akan terjadi boikot terhadap berbagai proses politik, termasuk di dalamnya berbagai program pembangunan. Padahal sebagaimana didengungkan selama ini, pembangunan tak akan berhasil tanpa adanya dukungan dari pemilih.

Untuk meraih kepercayaan itu, dalam pasangan calon hendaknya memiliki seorang yang bertipe administratuur. Secara lebih jelas mereka yang mengerti tentang birokrasi pemerintah. Penguasaan tentang birokrasi ini penting karena kelompok inilah yang berhubungan langsung dengan masyarakat. Pemahaman tentang birokrasi ini tentulah tidak bisa dipelajari dalam waktu yang singkat karena kompleksnya persoalan di dalamnya. Bukan berarti dalam pasangan calon harus ada yang berprofesi sebagai (mantan) birokrat. Sosok ini bisa saja berasal dari mereka dari luar birokrasi namun memiliki pengetahuan yang cukup untuk tentangn birokrasi. Artinya pengetahuan ini bisa berasal dari pengalaman, ataupun hasil pengamatan sebagai akademisi (pakar).

Kita bersama-sama menunggu pasangan yang akan mengikuti pemilihan kepala daerah 2020. Semoga pelaksanaan lancar dan menghasilkan pemimpin yang dibutuhkan oleh masyarakat. (*)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

LPPOM MUI NTB Target Sertifikasi Halal 125 Usaha Rampung Tahun Ini

”Rinciannya, dari Dinas Perindustrian NTB dan pusat sebanyak 75 usaha, serta Dinas Koperasi Lombok Barat sebanyak 50 usaha,” katanya, kepada Lombok Post, Rabu (23/9/2020).

Solusi BDR Daring, Sekolah Diminta Maksimalkan Peran Guru BK

Jika terkendala akses dan jaringan internet, layanan dilaksanakan dengan pola guru kunjung atau home visit. ”Di sanalah mereka akan bertemu dengan siswa, orang tua, keluarga. Apa permasalahan yang dihadapi, kemudiann dibantu memecahkan masalah,” pungkas Sugeng.

Subsidi Kuota Internet, Daerah Blank Spot di NTB Pertanyakan Manfaat

”Kalau jangkauan towernya luas, tentu ini sangat menunjang sekaligus mendukung pemanfaatan kebijakan pusat,” tandasnya.

Anugerah Pewarta Astra 2020 Kembali Digelar

Astra mengajak setiap anak bangsa untuk menebar inspirasi dengan mengikuti Anugerah Pewarta Astra 2020. ”Di NTB sendiri kami membina warga Kelurahan Dasan Cermen yang merupakan wilayah Kampung Berseri Astra. Harapannya, masyarakat dapat menggambarkan dukungan Astra untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih optimis demi kemajuan dan kesejahteraan bangsa,” ujar Gusti Ayu.

Pilwali Mataram, HARUM satu SALAM dua MUDA tiga BARU empat

Pengundian nomor Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota Mataram dan Wakil Wali Kota Mataram berjalan di bawah protokol Pandemi Covid-19 dengan ketat, pukul 19.00 wita-selesai semalam.

Catat, Kampanye Undang Massa Bisa Dipidana

Seluruh calon kepala daerah yang akan berlaga dalam Pilkada serentak di tujuh kabupaten/kota di NTB telah ditetapkan, kemarin (23/6). Hari ini, para calon kepala daerah tersebut akan melakukan pengundian nomor urut. Kampanye akan dimulai pada 26 September. Seluruh kandidat harus hati-hati berkampanye di masa pandemi. Sebab, mengundang massa dalam kampanye bisa dikenakan pidana.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Tertular Korona di Luar Daerah, Bupati Lotim Sempat Drop

Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy menjadi kepala daerah pertama di NTB yang positif terinfeksi Covid-19. Pemimpin Gumi Patuh Karya dua periode tersebut menjalani uji usap (swab) pada Senin (21/9) di RSUD dr Raden Soedjono Selong.
Enable Notifications    Ok No thanks