alexametrics
Senin, 26 Oktober 2020
Senin, 26 Oktober 2020

Antisipasi Penyebaran Covid Klaster Kampus!

Oleh: Ns. Reza Indra Wiguna, M.Kep Dosen Program Studi Ilmu Keperawatan, Fakultas Kesehatan UNIQHBA

KONDISI masyarakat pada era tatanan kehidupan baru (new normal) saat ini seolah-olah menggambarkan situasi masyarakat telah beradaptasi dengan tenangnya, kembalinya kehidupan normal saat ini kesadaran kita sebagai masyarakat dalam menghadapi pandemi covid-19 sedikit demi sedikit sudah mulai abai dalam menerapkan pola hidup sehat dalam upaya pencegahan dan memutus rantai penularan virus corona.

Akan tetapi di tengah ketenangan aktivitas manusia yang sudah kembali berjalan normal tersebut justru disitu kasus angka kejadian covid-19 meningkat drastis, ternyata hal ini menunjukkan Covid-19 masih benar-benar belum hilang dari permukaan, bahkan ironinya ditengah ketidaksadaran masyarakat saat ini angka penyebaran Covid-19 masih terus melonjak tajam.

Hampir diberbagai wilayah dan tempat terjadi peningkatan kasus Covid-19, berbagai macam jenis klaster mulai bermunculan dari yang ramai diperbincangkan seperti klaster Kementerian Kesehatan (Kemenkes), klaster Rumah Sakit, klaster perkantoran bahkan klaster acara resepsi pernikahan juga tidak luput dari sebaran wabah Covid-19 ini, namun ada hal yang menarik untuk kita bahas pada tulisan kali ini yakni dimana sangat patut untuk kita wasapai adalah, jangan sampai penyebaran wabah Covid-19 ini meluas dan terjadi pada dunia pendidikan kita, khususnya ranah kampus perguruan tinggi yang notabene kampus merupakan sarana pendidikan yang saat ini sedang memasuki tahap penerimaan mahasiswa baru di tahun ajaran semester ganjil ini.

Jika kita melihat data atau riwayat kampus-kampus diberbagai wilayah yang pernah menjadi zona penyebaran virus ini pada dua bulan yang lalu, telah terjadi di Universitas Hasanudin Makasar yang menginfeksi sekitar 25 pegawai dan dosen UNHAS, kemudian terjadi di Universitas Sumatra Utara yang telah menginfeksi 33 dosen dan tenaga kependidikan, bahkan penyebaran yang paling menghebohkan adalah di sekolah calon perwira Secapa AD Bandung yang sempat menjadi klaster terbesar pada bulan juli lalu.

Berbeda dengan pendidikan dasar dan pendidikan menengah, kehidupan mahasiswa di kampus perguruan tinggi sangatlah beragam dan bisa berasal dari semua daerah hingga 34 provinsi dengan kondisi daerah tempat tinggal mahasiswa yang bermacam-macam. Itulah mengapa, menjelang pelaksanaan semester baru tahun akademik 2020/2021, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menekankan dalam kebijakannya agar kampus jangan sampai menjadi klaster baru penyebaran pandemi Covid-19.

Alasan kebijakan tersebut sangatlah masuk akal, dikarenakan bisa jadi perguruan tinggi mungkin berasal dari zona hijau yang aman, akan tetapi mahasiswanya bisa saja berasal dari zona merah, jika kampus terbuka melaksanakan program pembelajaran secara langsung atau tatap muka, maka akan terjadi mix sehingga potensial sekali kampus akan menjadi klaster baru penyebaran virus Korona.

Oleh karena itu disituasi pandemi seperti ini solusi dari kebijakan tersebut adalah, kampus seharusnya melakukan kegiatan pembelajaran dari rumah (online) kecuali dalam hal kegiatan pembelajaran tertentu yang bersifat prioritas (seperti; penelitian mahasiswa, kegiatan praktikum laboratorium, dll) kegiatan prioritas semacam ini mungkin tidak dapat dilakukan secara daring, terkait hal ini, kampus dapat mempertimbangkan untuk melaksanakan kegiatan tersebut secara langsung dengan menerapkan protokol kesehatan yang di rekomendasikan.

Disisi lain kampus sebagai perguruan tinggi dapat menjadi motor penggerak perubahan dengan mahasiswanya sebagai agent of change dapat melakukan berbagai macam gerakan kampanye melawan penyebaran pandemi Covid-19 ini, kampus sebagai gudangnya akademisi sangatlah dapat menelurkan ide-ide inovasi dalam melakukan kegiatan, riset yang bersifat ilmiah dalam menanggulangi penyebaran Covid-19 karena sampai hari ini obat Covid-19 belum ada.

Walhasil dari gerakan tersebut pastinya akan mengalir ke hilir yang akan berpengaruh dalam perubahan perilaku kesehatan di masyarakat, karena perilaku kesehatan masyarakat merupakan ujung tombak di garda terdepan dalam suksesi menghentikan penyebaran pandemi Covid-19. (*)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Nyoman: Gonta Ganti Kendaraan Tidak Masalah, yang Penting Rasanya

“Baru di motor Forza 250 CC ini saya rasakan sama sekali tidak ada getarannya ketika sudah kita berkendara dan sangat cocok dengan kondisi kesehatan saya yang memiliki penyakit jantung. Sebelumnya pernah saya memakai sepeda motor  jenis lain namun karna ada getarannya sangat terasa membuat saya tidak nyaman,” aku Nyoman.

Warga Antusias Hadiri Peresmian Rumah Besar Relawan HARUM Ampenan

Ratusan warga tumpah di jalan Saleh Sungkar, Dayen Peken Ampenan Kamis (22/10) sore kemarin. Warga hadir menyambut kedatangan pasangan H Mohan Roliskana – TGH Mujiburrahman (HARUM). Kedatangan pasangan ini untuk meresmikan Rumah Besar Relawan HARUM Ampenan.

Satgas Covid-19 : Masyarakat Harus Taat 3M Ketika Liburan

Kebijakan yang dibuat pemerintah dalam menghadapi pandemi Covid-19 dinilai cukup baik. Tantangan selanjutnya adalah pengawasan terhadap implementasi di lapangan. Khususnya terkaitpenerapan 3M yaitu memakai masker, mencuci tangan pakai sabun, dan menjaga jarak.

Tiga Bank Syariah Digabung, Bersiap Jadi yang Terbesar di Nasional

”Mengawal dan membesarkan tidak hanya sampai legal merger, tapi juga memastikan hadirnya bank syariah nasional terbesar ini benar-benar dapat memberikan manfaat bagi orang banyak dan membawa nama Indonesia ke kancah global sebagai pusat ekonomi syariah dunia,” katanya.

Honda Genio Makin Fashionable

”Tampilan Honda Genio yang semakin atraktif mewakilkan ekspresi anak muda,” ujar Thomas. 

UN Diganti, Pemerintah Didorong Intensifkan Sosialisasi

”Supaya apa yang kurang dan kendala yang muncul, bisa segera dievaluasi,” ujar dosen Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Inggris dan Pasca Bahasa FKIP Unram ini.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.

52 Ribu UMKM NTB Bakal Dapat Bantuan Presiden Rp 2,4 Juta

Pemprov NTB mengusulkan 52.661 UMKM sebagai penerima bantuan presiden (banpres) produktif. ”Data ini terus kita perbarui sampai minggu kedua bulan September,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTB H Wirajaya Kusuma, pada Lombok Post, kemarin (23/8).

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...
Enable Notifications    Ok No thanks