alexametrics
Senin, 26 Oktober 2020
Senin, 26 Oktober 2020

World Tourism Day, Pembangunan Harmoni Manusia dan Alam

Oleh: Lalu A. Hadinata Mahasiswa Magister Pariwisata Halal Unram, Tim Peneliti Rinjani-Lombok Unesco Global Geopark

PERUBAHAN arah pembangunan menuju pembangunan berkelanjutan saat ini menjadi tema utama dan agenda universal, termasuk dalam pembangunan disektor kepariwisataan. Pembangunan berkelanjutan yang dimaksud yakni menyeimbangkan dan mengintegrasikan antara pertumbuhan ekonomi, sosial dan lingkungan untuk kelangsungan hidup manusia dan bumi (Resolusi Majlis Umum PBB, 2015).

UNWTO mendefiniskan pembangunan pariwisata berkelanjutan sebagai pembangunan yang memenuhi kebutuhan wisatawan disuatu destinasi wisata dengan tetap melindungi dan meningkatkan peluang masa depan. Pariwisata yang memperhitungkan sepenuhnya dampak ekonomi, sosial dan lingkungannya saat ini dan di masa depan, memenuhi kebutuhan pengunjung, industri, lingkungan, dan masyarakat sebagai tuan rumah serta meningkatkan peluang untuk masa depan.

Sejalan dengan hal diatas, United Nations Educational Scientific Cultural Organisation (UNESCO) memperkenalkan konsep geopark sebagai bentuk pembangunan berkelanjutan untuk mendukung kelangsungan kehidupan bumi dan isinya. UNESCO mendefinisikan Geopark atau taman bumi sebagai kawasan nasional terlindungi yang didalamnya berisi sejumlah situs warisan geologi yang bisa dikembangkan secara terintegrasi melalui penerapan konservasi, edukasi, dan pembangunan sosial-ekonomi lokal.

Oleh sebab itu, ide utama dari pengembangan geopark ini ialah tidak hanya untuk melindungi keanekaragaman geologi tapi juga menjaga keberlanjutan keanekaragaman biologi dan warisan ekologi. Sehingga dapat diwujudkan relasi harmoni antara manusia dan alam.

 

Rinjani sebagai Geowisata Halal

Sejak ditetapkannya Rinjani Lombok sebagai warisan taman bumi dunia pada April 2018 oleh UNESCO Global Geopark, maka Rinjanimenjadi lokasi kawasan perlindungan dan konservasi bagi keberlanjutan situs-situs warisan bumi, warisan ekologi serta pelestarian keanekaragaman sosial budaya masyarakat yang ada dikawasan. Sehingga, penetapatan status tersebut mempunyai dampak yang signifikan dalam menunjang pertumbuhan ekonomi dan menciptakan kesejahteraan bagi masyarakat lokal melalui adanya aktivitas kegiatan geowisata.

Sebagai sebuah konsep yang relatif baru dalam kajian pariwisata, geowisata mencoba menghubungkan antara geologi dengan pariwisata, sedikit berbeda dengan konsep ekowisata yang lebih fokus pada sumberdaya alam sebagai atraksi atau produk destinasinya. Sementara geowisata dihajatkan untuk mengajak para wisatawan melindungi dan melestarikan bumidalam aktivitas kegiatan wisatanya.

Tentu hal ini sangat sejalan dengan Al-Qur`an Surat Ar-Rum ayat 42 “Katakanlah (Muhammad, Bepergianlah di bumi lalu lihatlah bagaimana kesudahan orang-orang terdahulu,kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang menyekutukan Allah”. Berikutnya dalam Surat Al Baqarah ayat 11 “Dan janganlah berbuat kerusakan dimuka bumi..”.

Dua kutipan ayat tersebut menunjukan bahwa prinsip-prinsip pembangunan pariwisata berkelanjutan sebagaimana yang ada dalam geopark diatas sangat sejalan dengan prinsip Islam yang mendorong manusia untuk melestarikan bumi dan warisan alamnya serta melakukan aktivitas wisata berjalan diatas muka bumi guna melihat tanda-tanda kebesaran sang pencipta.

Dalam rangka menjaga hubungan tetap harmonis antara manusia dan alam, maka penerapan geowisata halal menjadi relevan. Sebab, geowisata yang mengandalkan pelestarian warisan geologi, biologi dan budaya sebagai atraksinya didukung dengan prinsip halal sebagaimana dimaksud Yusuf AL-Quradawi bermakna yang dibolehkan atau yang diizinkan menurut hukum Islam. Tentu, berbuat kerusakan dimuka bumi sebagai hal yang bertentangan dengan prinsip-prinsip halal.

Dengan demikian, melalui perayaan Hari Wisata Dunia yang jatuh pada tanggal 27 September 2020 lalu, maka diharapkan Rinjani Lombok sebagai satu dari lima UNESCO Global Geopark di Indonesia dapat memberikan manfaat bagi terwujudnya Geowisata Halal guna mewujudkan pembangunan yang harmoni antara manusia dan alam. Meskipun saat ini sektor pariwisata dunia sedang mengalami kelumpuhan akibat pandemi Covid-19.

 

Bencana sebagai Alarm Harmoni Manusia dan Alam

Perkembangan pariwisata di suatu destinasi atau daerah tujuan wisata sangat ditentukan oleh adanya atraksi, aksesabilitas, amenitas serta dilengkapi dengan adanya promosi dan pengelolaan yang baik. Guna menjadi destinasi berkelas global maka Rinjani Global Geopark harus menyiapkan hal-hal diatas. Meskipun pasca penetapan status sebagai UNESCO Global Geopark belum terasa karena beberapa bulan pasca penetapan status Gunung Rinjani sebagai warisan taman bumi dunia pada April 2018, Lombok dilanda gempa bumi dengan kekuatan mencapai 6,4 SR pada akhir bulan Juli dan dilanjutkan pada bulan Agustus 2018 dengan kekuatan mencapai 7 SR. Selanjutnya pada akhir 2019 sampai saat ini Pandemi Covid-19 masih menjadi tantangan pembangunan pariwisata Lombok bahkan dunia.

Akan tetapi, disisi lain melalui bencana justru bisa menjadialarm pengingat bahwasanya Tuhan menciptakan alam semesta ini sebagai sarana bagi manusia menuju jalan-Nya. Sehingga, manusia diwajibkan untuk menjaga, menggunakan dan melestarikan alam agar terwujud hubungan yang harmonis antara manusia dengan alam yang bersifat intergeneration. (*)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Nyoman: Gonta Ganti Kendaraan Tidak Masalah, yang Penting Rasanya

“Baru di motor Forza 250 CC ini saya rasakan sama sekali tidak ada getarannya ketika sudah kita berkendara dan sangat cocok dengan kondisi kesehatan saya yang memiliki penyakit jantung. Sebelumnya pernah saya memakai sepeda motor  jenis lain namun karna ada getarannya sangat terasa membuat saya tidak nyaman,” aku Nyoman.

Warga Antusias Hadiri Peresmian Rumah Besar Relawan HARUM Ampenan

Ratusan warga tumpah di jalan Saleh Sungkar, Dayen Peken Ampenan Kamis (22/10) sore kemarin. Warga hadir menyambut kedatangan pasangan H Mohan Roliskana – TGH Mujiburrahman (HARUM). Kedatangan pasangan ini untuk meresmikan Rumah Besar Relawan HARUM Ampenan.

Satgas Covid-19 : Masyarakat Harus Taat 3M Ketika Liburan

Kebijakan yang dibuat pemerintah dalam menghadapi pandemi Covid-19 dinilai cukup baik. Tantangan selanjutnya adalah pengawasan terhadap implementasi di lapangan. Khususnya terkaitpenerapan 3M yaitu memakai masker, mencuci tangan pakai sabun, dan menjaga jarak.

Tiga Bank Syariah Digabung, Bersiap Jadi yang Terbesar di Nasional

”Mengawal dan membesarkan tidak hanya sampai legal merger, tapi juga memastikan hadirnya bank syariah nasional terbesar ini benar-benar dapat memberikan manfaat bagi orang banyak dan membawa nama Indonesia ke kancah global sebagai pusat ekonomi syariah dunia,” katanya.

Honda Genio Makin Fashionable

”Tampilan Honda Genio yang semakin atraktif mewakilkan ekspresi anak muda,” ujar Thomas. 

UN Diganti, Pemerintah Didorong Intensifkan Sosialisasi

”Supaya apa yang kurang dan kendala yang muncul, bisa segera dievaluasi,” ujar dosen Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Inggris dan Pasca Bahasa FKIP Unram ini.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.

52 Ribu UMKM NTB Bakal Dapat Bantuan Presiden Rp 2,4 Juta

Pemprov NTB mengusulkan 52.661 UMKM sebagai penerima bantuan presiden (banpres) produktif. ”Data ini terus kita perbarui sampai minggu kedua bulan September,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTB H Wirajaya Kusuma, pada Lombok Post, kemarin (23/8).

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...
Enable Notifications    Ok No thanks