alexametrics
Senin, 28 September 2020
Senin, 28 September 2020

Membangun Optimisme dari Mandalika

Oleh: Rosiady H. Sayuti, Ph.D. Ketua Prodi Sosiologi Universitas Mataram

AKHIR pekan yang bersamaan dengan akhir bulan Agustus ini saya berkesempatan untuk menikmati indahnya Kawasan Mandalika dalam kondisi yang relative masih asli. Saya membayangkan kalau satu atau dua tahun ke depan, tentu suasana ini mungkin tidak akan saya dapatkan lagi.

Apalagi setelah gerak deru MotoGP yang suaranya pasti terdengar sampai ke area perbukitan di mana saya bermalam weekend ini menjadi ‘sesuatu’ di kawasan tersebut. Saya masih tetap optimis dan yakin dengan apa yang disampaikan pak Gubernur NTB beberapa waktu yang lalu di media, “tidak ada perubahan, tahun 2021 adalah ajang MotoGP Mandalika.” Semoga, semoga, dan semoga…

Mengapa?  Karena itulah harapan utama, kalau tidak dikatakan satu satunya, bagi NTB untuk dapat membangun kembali ekonominya.  Setelah kontribusi pertambangan di era Newmont menurun cukup signifikan dua tiga tahun terakhir ini.  Ditambah lagi dengan era Pandemi yang kita alami bersama dengan masyarakat di seluruh dunia pada hampir sepanjang tahun 2020 ini.  Maka Project Monumental Mandalika MotoGP akan menjadi sangat berarti.

Bayangkan, ketika sirkuit MotoGP tersebut mulai dibangun saja seperti yang ada sekarang, berapa tenaga kerja yang mendapatkan barokahnya. Plus, tenaga kerja di wilayah ikutannya, seperti transportasi, penginapan, dan bisnis makanan.  Apalagi  tahun depan, insha Allah, ketika sirkuit itu selesai dibangun, lantas uji coba sirkuit dilaksanakan dan di bulan November pelaksanaan MotoGP Mandalika menjadi kenyataan.

Akan ada ratusan ribu tamu dari seluruh dunia yang akan berkunjung ke Lombok untuk menyaksikan perhelatan akbar yang senantiasa menyedot perhatian jutaan orang dari seluruh dunia itu. Teman-teman dari pakar ekonomilah yang mampu menghitung dan memprediksikannya.

Pakar ekonomilah juga yang pasti dapat memberikan masukan ke pemerintah, kebijakan apa yang harus dibuat pemerintah agar perhelatan akbar tersebut dapat sebesar-besarnya dirasakan barokahnya oleh masyarakat, khususnya di Pulau Lombok NTB yang menjadi lokasi ajang tersebut. Termasuk barokah yang nantinya dapat dinikmati oleh para pelaku UMKM kita.

Salah satu kebijakan yang saya yakin akan dikeluarkan oleh Pemerintah Daerah adalah meneruskan kebijakan di era Pandemi ini, dimana keberpihakan kepada UMKM lokal di eksplisitkan dimana  Pemerintah Daerah membuat paket JPS Gemilang berupa paket kebutuhan pokok dengan jumlah dan nilai tertentu.  Arahan pak Gub sangat jelas, agar semua isi paket tersebut dibeli dari produk hasil UMKM yang ada di NTB. Maka ribuan UMKM menikmati keberpihakan pemerintah daerah tersebut.

Nah, untuk perhelatan MotoGP tahun depan, berbagai kebijakan yang berpihak kepada masyarakat lokal, khususnya kepada masyarakat di lingkar Mandalika harus didesain dari sekarang. Jangan sampai terjadi sesuatu yang ironi. “Ada tikus yang mati di lumbung padi.”

Bukan hanya untuk persiapan MotoGP saja, tapi kebijakan yang sifatnya affirmasi sesungguhnya juga harus didesain untuk pembangunan KEK Mandalika secara keseluruhan. Ini penting, termasuk dalam proses pelibatan masyarakat sekitar.

Saya terkesan dengan kebijakan Gubernur Bali ketika proses pembangunan Kawasan Nusa Dua dua atau tiga puluh tahun yang lampau. Konon pada waktu itu pak Gub mengharuskan agar atap hotel-hotel yang dibangun di Kawasan Nusa Dua harus dibeli dari genteng yang dibuat oleh masyarakat sekitar. Maka bersinarlah apa yang disebut Genteng Pejaten, hingga menjadi terkenal sampai ke Lombok.  Kurang wah rasanya membangun rumah di Mataram kala itu kalau tidak pakai genteng Pejaten.

Hingga kini kita masih bisa saksikan, hotel-hotel di Nusa Dua yang dibangun kala itu masih tetap bertahan dengan Genteng Pejatennya.  Sebuah affirmative policy yang pro UMKM seperti itu memang harus didesain, dan didasarkan pada kajian akademis dan politis yang tidak sederhana. Karena yang namanya kebijakan, pasti ada pro dan kontranya. Kembali akan berpulang kepada “the man behind the gun-nya.”

Kalau saya seorang pengusaha kain tenun, tentu saya berharap semua kamar hotel di Kawasan mandalika akan diisi oleh produk-produk tenun khas NTB. Mulai dari sarung bantalnya, spreinya, bahkan mungkin perhiasan di dinding kamarnya.  Bagi pengrajin oleh-oleh khas NTB, mereka pasti  berharap semua hotel menyiapkan dan juga menjual oleh-oleh yang khas NTB.

Demikian juga bagi pengrajin gerabah, pengrajin anyaman dari bambu, ketak, dan lain-lain. Karena dengan barang dagangannya laku lah mereka akan dapat menyambung hidupnya dan berkembang. Sebagaimana halnya para pengrajin genteng pejaten di Bali tahun delapan puluhan yang sekarang mungkin sudah kaya raya.

Tentu semua itu hanya akan dapat menjadi kenyataan ketika pembangunan sirkuit dan hotel-hotel serta fasilitas pendukung lainnya di Mandalika berjalan sesuai dengan Master Plan yang ada, yang setiap saat tetap menarik untuk kita saksikan langsung melalui YouTube atau medsos lainnya. Pembangunan sirkuitnya berjalan sesuai dengan target.

Demikian juga hotel-hotelnya. Kalaupun dua hotel yang sudah mulai tampak strukturnya sekarang kelihatannya ‘istirahat’ agar segera diteruskan.  Semua gerak laju dan derap deru alat-alat berat yang berada di Kawasan Mandalika saat ini menjadi titik tumpu perhatian semua orang. Ketika mereka melihat pergerakan semua itu seperti yang ada dalam benak mereka masing-masing, maka pastilah rasa optimisme mereka akan muncul dengan sendirinya. Insya Allah. (*)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Belum Terima Bantuan Kuota, Siswa Diminta Lapor ke Sekolah

Bantuan subsidi kuota internet 2020 dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) resmi dikucurkan sejak Selasa (22/9). Kuota diberikan bertahap. Bila hingga batas waktu belum menerima, peserta didik dan pendidik dipersilahkan lapor.

Penataan Kawasan Wisata Senggigi Dimulai

Penataan kawasan wisata Senggigi direalisasikan Dinas Pariwisata (Dispar) Lombok Barat (Lobar). Sayang, dari tujuh proyek dalam perencanaan, hanya lima yang bisa dieksekusi.

LPPOM MUI NTB Target Sertifikasi Halal 125 Usaha Rampung Tahun Ini

”Rinciannya, dari Dinas Perindustrian NTB dan pusat sebanyak 75 usaha, serta Dinas Koperasi Lombok Barat sebanyak 50 usaha,” katanya, kepada Lombok Post, Rabu (23/9/2020).

Solusi BDR Daring, Sekolah Diminta Maksimalkan Peran Guru BK

Jika terkendala akses dan jaringan internet, layanan dilaksanakan dengan pola guru kunjung atau home visit. ”Di sanalah mereka akan bertemu dengan siswa, orang tua, keluarga. Apa permasalahan yang dihadapi, kemudiann dibantu memecahkan masalah,” pungkas Sugeng.

Subsidi Kuota Internet, Daerah Blank Spot di NTB Pertanyakan Manfaat

”Kalau jangkauan towernya luas, tentu ini sangat menunjang sekaligus mendukung pemanfaatan kebijakan pusat,” tandasnya.

Anugerah Pewarta Astra 2020 Kembali Digelar

Astra mengajak setiap anak bangsa untuk menebar inspirasi dengan mengikuti Anugerah Pewarta Astra 2020. ”Di NTB sendiri kami membina warga Kelurahan Dasan Cermen yang merupakan wilayah Kampung Berseri Astra. Harapannya, masyarakat dapat menggambarkan dukungan Astra untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih optimis demi kemajuan dan kesejahteraan bangsa,” ujar Gusti Ayu.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.

Trailer Film MOHAN Bikin Baper

Kreativitas sineas Kota Mataram terasa bergairah. Ditandai dengan garapan film bergenre drama romantic berjudul ‘Mohan’ yang disutradai Trish Pradana. Film yang direncanakan berdurasi sekitar 35 menit ini mengisahkan perjalanan asmara Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskan dengan istrinya Hj Kinastri Roliskana. Film Mohan dijadwalkan mulai tayang Bulan Oktober mendatang.
Enable Notifications    Ok No thanks