alexametrics
Rabu, 15 Juli 2020
Rabu, 15 Juli 2020

Dikbud NTB Pelototi Penggunaan Dana BOS

MATARAM-Penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) akan terus menjadi atensi. ”Kami terus menjalankan tugas dan fungsi pengawasan,” kata Sekretaris Dinas Dikbud NTB H Muhtadi Hairi, pada Lombok Post kemarin (30/6/2020).

 

Memang tahun ini, pemerintah telah mengubah kebijakan BOS 2020. Kemenkeu tidak lagi menyalurkan dana melalui pemda, namun langsung ke rekening sekolah. Jumlah tahapan penyaluran dana BOS 2020 juga berbeda. Jika pada 2019, dilakukan empat tahap, maka tahun 2020 menjadi tiga tahap. Tahap I 30 persen, tahap II 40 persen, dan tahap III 30 persen.

 

”Sekarang sudah masuk proses penyaluran tahap dua, dan kami tidak akan lepas tangan meski mekansimenya seperti itu,” ujarnya.

 

Muhtadi menjelaskan, agar dana BOS bisa dipergunakan sebagaimana mestinya, harus sesuai dengan juknis dan Rencana Kegiatan Dan Anggaran Sekolah (RKAS). Dinas Dikbud NTB berencana akan menggelar sosialisasi langsung ke sekolah terkait itu.

 

Kendalanya, tidak semua sekolah memahami poin-poin yang ada di dalam Juknis BOS. Ditambah, tidak semua operator sekolah paham tentang pengelolaan keuangan serta lainnya. ”Kualitas SDM masih ada yang kurang,” kata dia.

 

Apalagi, saat ini pemerintah mewajibkan sekolah, melaporkan apa saja yang sudah dibelanjakan. ”Insya Allah awal Juli ini, bersama kepala KCD akan kita mulai sosialisasi dari Pulau Lombok dulu,” kata Muhtadi.

 

Pelaksanaan kegiatan ini sebagai masukan dari Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) NTB, yang kerap mengungkapkan sejumlah temuan penyalahgunaan dana BOS. Misalnya, laporan penggunaan dana BOS di sekolah belum tertib memilah belanja yang masuk ke aset tetap dan yang menjadi barang jasa.

 

Ada juga sekolah yang tidak melaporkan sumber perolehan aset tetap selain dari dana BOS pada saat rekonsiliasi. Kemudian pemahaman yang dimiliki sekolah tentang penatausahaan barang masih minim. Sehingga diperlukan bimbingan teknis untuk meningkatkan pemahaman itu.

 

”Kami follow up,dan terus menerus saya sampaikan, jangan pernah bermain-main dengan dana BOS, semua anggaran digunakan, harus sesuai juknis dan RKAS yang telah disusun,” tandasnya. (yun/r9)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Yuk.. Beli Sayur Segar di Embung Bengkel, Praya : Bisa Petik Sendiri!

Petani dan Pemerintah Kelurahan Leneng, Kecamatan Praya Lombok Tengah, mencoba meniru budi daya sayur di Sembalun, Lombok Timur. Berikut ulasannya.

Sempat Bebas Korona, Lombok Utara “Merah” Lagi

Sempat zero case (nol kasus) positif Covid-19, pertahanan KLU dalam melawan virus Korona jebol lagi. Dari rilis yang dikeluarkan gugus tugas tertanggal 13 Juli, ada dua pasien positif yang tengah dirawat, dan satu orang meninggal dunia.

Polemik di Tanjung Bias, BPN Sarankan Pemdes Senteluk Gugat ke PTUN

Polemik sempadan Pantai Tanjung Bias yang belakangan diketahui memiliki sertifikat lahan milik pribadi belum menemui titik terang. Permintaan pemerintah desa agar Badan Pertanahan Nasional (BPN) Lombok Barat (Lobar) membatalkan sertifikat lahan tersebut belum bisa terpenuhi.

Warga Lobar Boleh Ikuti Pemakaman Pasien Korona, Ini Syaratnya

Kasus pemulangan paksa jenazah pasien Covid-19 kian marak. Yang terbaru kasus warga Desa Mekarsari yang memulangkan paksa jenazah pasien Covid-19 di RSUD Kota Mataram.

Kemenag Lotim Rekomendasikan Pembukaan Kembali 52 Ponpes

Kementerian Agama (Kemenag) Lotim telah merekomendasikan 52 ponpes untuk dapat memondokkan santri dan santriwatinya kembali. “Kita ajukan ke gugus tugas covid-19 Lotim. Nanti gugus tugas yang memberikan izin,” jelas Kepala Kemenag Lotim H Azharudin pada Lombok Post, Senin (13/7).

Sambut MotoGP, RSUD Mandalika Ditargetkan Tuntas Desember

Gedung Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mandalika NTB segera dibangun. Proyek Rp 45,6 miliar itu ditargetkan tuntas 14 Desember mendatang. ”RS ini disiapkan untuk menunjang penyelenggaraan MotoGP 2021,”  kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, Senin (13/7)

Paling Sering Dibaca

Usai Pemakaman, Kades Sigerongan Lobar dan Lima Warga Lainnya Reaktif

Aktivitas di Kantor Desa Sigerongan lumpuh. Menyusul hasil rapid test kepala desa dan sejumlah warganya reaktif. Selama 14 hari ke depan, pelayanan di kantor desa ditiadakan sementara.

Ikuti Mataram, Lobar Berlakukan Jam Malam

erkembangan pandemi Covid-19 di Lombok Barat (Lobar) semakin mengkhawatirkan. Kasus positif yang mencapai 300 lebih, menjadi atensi penuh Polres Lobar dalam melakukan upaya pencegahan penularan.

Liburan di Sungai Dodokan Lobar, Bayar Rp 5 Ribu Wisata Sampai Puas

Orang kreatif bisa membuat peluangnya sendiri. Itulah yang dilakukan Siali, warga Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung. Ia membuat Sungai Dodokan jadi spot wisata baru di Lombok Barat (Lobar).

Tertangkap, Buron Pembunuh Polisi di Sumbawa Ditembak

Pelarian RH alias Bim terhenti pada Minggu pagi kemarin. Tersangka kasus penganiayaan yang menewaskan Uji Siswanto, Kanit Reskrim Polsek Utan tertangkap.

Korona NTB Masih Parah, Sekolah Hanya Bisa Dibuka di Kota Bima

Ketentuannya, kegiatan di sekolah pada tahun ajaran baru hanya diperbolehkan untuk daerah zona hijau. Karena itu, manakala ada pemerintah daerah yang nekat membuka sekolah non zona hijau. pemerintah pusat memastikan akan memberi sanksi.
Enable Notifications.    Ok No thanks