alexametrics
Jumat, 7 Agustus 2020
Jumat, 7 Agustus 2020

NTB Bakal Punya Pabrik Penggilingan Beras Modern

MATARAM-Pabrik penggilingan beras modern atau modern rice milling plant (MRPM) akan dibangun Perum Bulog NTB. ”Mesin MRMP dengan spesifikasi 1 dryer 120 ton per hari akan dibangun di Sumbawa,” kata Eri Nurul Hilal, perwakilan Bulog Divre NTB, dalam pertemuan Forkopimda NTB, di rumah dinas kepala BI NTB, Selasa (30/6/2020).

Selain MRPM, Bulog juga akan membangun Corn Drying Center (CDC) di Dompu dengan spesifikasi 90 ton per hari. Serta rice to rice di Lombok Timur dengan spesifikasi 168.000 ton per 6 ton per jam. ”Itu semua dilakukan guna mendukung ketahanan pangan NTB,” katanya.

Hilal menjelaskan, seluruh berkas sudah disiapkan Perum Bulog. Namun mereka masih menunggu persetujuan Kementerian BUMN. Menurutnya, pandemi covid-19 membuat anggaran kementerian diefisiensikan dengan skala proritas. Untuk penyerapan pengadaan gabah petani. ”Ini untuk menjaga stok kebutuhan nasional dan cadangan beras pemerintah (CBP) agar harga pangan tetap stabilisasi,” katanya.

Di NTB, Bulog telah membeli 56.448 ton gabah Rp 300 miliar dan beras 14.776 ton Rp 122,6 miliar. Kemudian dana bulog yang beredar di desa kurang lebih Rp 422,6 miliar. ”Pembelian terus dilakukan untuk kebutuhan stok nasional dan stabilisasi harga beras,” jelasnya.

Di tengah pandemi covid-19, ketahanan pangan tengah diuji. Jangan sampai ketersediaan pangan berkurang. Hal itu bisa menyebabkan krisis lebih parah lagi.

Gubernur NTB H Zulkieflimansyah dalam pertemuan itu mendorong Bulog mempercepat pembangunan MRPM di NTB. ”Dengan MRPM, gabah di NTB tidak lagi dikirim ke luar daerah dan balik ke NTB menjadi beras berkualitas,” katanya.

Ia membayangkan, hadirnya industri pengolahan itu tidak semata-mata untuk mengolah. Tapi, memeperbaharui kemampuan masyarakat NTB pada bidang tersebut. ”Tidak mungkin masyarakat bisa meningkatkan kapasitasnya jika tidak ada industri pengolahan,” ujarnya.

NTB, kata Zul, banyak melahirkan masyarakat pandai bicara tapi nyaris tanpa ekpresi di bidang industri. Itu semua menjadikan masyarakat hanya pandai berdebat. ”Dengan industrialisasi, cara pandang masyarakat kita akan berubah,” harapnya.

Bila industri pengolahan gabah terwujud, itu akan memancing industri lain hadir di NTB. “Bahkan dalam skala lebih besar lagi,” ujarnya. (ili/r5)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Novi dan Dinasti Politik Zulkieflimansyah di Sumbawa

Dewi Noviany membantah keluarganya tengah membangun dinasti politik di NTB. Adik kandung  Gubernur NTB H Zulkieflimansyah itu mengklaim proses pencalonannya telah melalui mekanisme penjaringan parpol yang adil.

Partai Berkarya Terbelah, SK Dukungan di NTB Terancam Sia-sia

Goncangan politik hebat terjadi di tengah perburuan Surat Keputusan (SK) partai oleh para Bakal Calon Kepala Daerah (Bacakada). Goncangan itu muncul dari Partai Berkarya. Partai Berkarya versi Muhdi Pr ternyata yang direstui Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham).

Gak Pakai Masker, PNS Bakal Didenda Rp 200 Ribu

Aturan wajib menggunakan masker diberlakukan di Kota Bima. Pemerintah Kota (Pemkot) Bima menegaskan sanksi bagi pelanggar akan mengikuti aturan yang telah ditetapkan Pemerintah Provinsi (Pemrov) NTB.

Tiga Dokter dan Delapan Perawat RSUD Dompu Diisolasi

Sebanyak 11 orang Tenaga Kesehatan (Nakes) RSUD Dompu yang sempat kontak dengan HM, pasien positif Covid-19 meninggal dunia menjalani isolasi. Masing-masing tiga dokter dan delapan perawat.

Lamaran Ditolak, Dosen di Bima Tikam Pacar Hingga Tewas

Naas menimpa  Intan Mulyati, 25 tahun warga Kelurahan Kumbe, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima. Dia merenggang nyawa ditangan pacarnya sendiri Arif Satriadi, 31 tahun, yang merupakan seorang dosen di salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Bima, Rabu (5/8).

Kasus Pengadaan ABBM Poltekes Mataram Segera Naik Penyidikan

Penyelidikan dugaan korupsi pengadaan alat bantu belajar mengajar (ABBM) Poltekkes Mataram tahun 2016 segera rampung. “Progres cukup bagus. Sebentar lagi naik penyidikan,” kata Kasubdit III Ditreskrimsus Polda NTB Kompol Haris Dinzah, Rabu (5/8).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Gawat, 300 Mata Air di NTB Menghilang

Perusakan lingkungan, khususnya hutan membuat NTB kehilangan hampir 300 mata air. ”Dari 700-an mata air sekarang tersisa 400 sekian titik mata air,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, Seninn (3/8).

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Viral Pengunjung “Disko” Pendakian Savana Propok Rinjani Ditutup

Pengelola bukit Savana Propok, Pokdarwis Desa Bebidas, Kecamatan Wanasaba menindaklanjuti video joget para pendaki yang viral di media sosial. “Untuk mengevaluasi hal tersebut, kami akan menutup bukit mulai 8 Agustus,”  kata Ketua Pokdarwis Bebidas Chandra Susanto pada Lombok Post, kemarin (4/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks