alexametrics
Minggu, 9 Agustus 2020
Minggu, 9 Agustus 2020

Jalur Zonasi di NTB, Waspadai Praktik Titip Nama Siswa di KK Orang Lain

MATARAM–Pelaksanaan PPDB melalui jalur zonasi jenjang SMA masih berlangsung. Penerimaan siswa melalui jalur ini ditengarai akrab dengan praktik titipan.

”Salah satu jalur sensitif,” kata Kepala Keasistenan Bidang Pencegahan Ombudsman RI perwakilan NTB Muhamad Rosyid Rido, pada Lombok Post, kemarin (2/7/2020).

 

Tidak dipungkiri, pembukaan pendaftaran jalur zonasi seperti dua mata pisau. Ada hal baik dan buruk. Baiknya, esensi zonasi pada dasarnya mendekatkan sekolah dengan tempat tinggal peserta didik. Sehingga berdampak pada penurunan tingkat pelaporan masyarakat ke Ombudsman. ”Karena zonasi ini, ingin memeratakan pendidikan yang memudahkan akses masyarakat ke sekolah, jadi mobilisasi tidak terlalu jauh,” ujarnya.

 

Buruknya, Dinas Dikbud NTB harus memastikan agar sekolah benar-benar melaksanakan apa yang tertera dalam Juknis PPDB. Temuan tahun lalu, ada oknum masyarakat menggunakan cara curang. Seperti menitip bahkan memindahkan nama anak mereka ke kartu keluarga (KK) orang lain atau kerabat, yang dekat dengan sekolah yang dituju. ”Ini banyak terjadi,” kata dia.

 

Rido menyarankan, Dinas Dikbud NTB juga berkoordinasi dengan stakeholder terkait, seperti Dinas Dukcapil. Terkait penerbitan Kartu Keluarga (KK) dan pihak kelurahan dan kecamatan untuk penerbitan surat keterangan domisili.

 

Dalam Permendikbud Nomor 44 tahun 2019 yang menjadi acuan pelaksanaan PPDB, syarat jalur zonasi disebutkan, domisili calon peserta didik berdasarkan alamat pada KK yang diterbitkan paling singkat satu tahun sejak tanggal pendaftaran PPDB. Selain itu, jangka waktu tinggal dan domisili peserta didik bersangkutan minimal atau paling singkat satu tahun sejak diterbitkannya surat keterangan domisili. ”Kalau dulu kan enam bulan, tetapi sekarang berubaha, kebijakan seperti ini kami apresiasi,” pungkasnya.

 

Ketua Panitia PPDB 2020 Dinas Dikbud NTB H Muhammad Fauzan memastikan, pelaksanaan PPDB sudah sesuai aturan. Namun pihaknya tetap mengantisipasi. Misalnya, ada saja oknum orang tua yang memaksakan keinginan masuk sekolah tertentu. ”Itu saja yang kami antisipasi, dan saya rasa dengan zonasi ini, semua sekolah sebarannya sama,” jelas dia. (yun/r9)

 

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Dewan Lombok Barat Minta Pekerja Hiburan Malam Jalni Rapid Test

Antisipasi penyebaran covid di tempat hiburan malam bisa lebih ketat. DPRD Lombok Barat (Lobar) mengusulkan para pekerja hiburan malam untuk dirapid test. ”Ini juga masuk bagian protokol kesehatan,” kata Ketua DPRD Lobar Hj Nur Hidayah, Jumat (7/8)

Fitch Ratings Indonesia Naikkan Peringkat Bank Bukopin Jadi AA-

Peringkat Nasional Jangka Panjang Bank Bukopin dinaikkan menjadi ‘AA-(idn)’ dari ‘BBB+(idn)’

Mata Air Lombok Utara Hanya Tersisa 77 Titik

Pemerintah KLU mencatat jumlah mata air potensial hanya tersisa 77 titik. Angka potensial itu terdeteksi sangat minim, dibandingkan total 238 mata air yang sebelumnya ada.

NTB Tuan Rumah Festival Ekonomi Syariah 2020

Provinsi NTB terpilih menjadi tuan rumah penyelenggaraan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) atau Festival Ekonomi Syariah Indonesia ke-7 tahun 2020. ”Provinsi NTB sekaligus menjadi koordinator penyelenggaraan festival tahun ini,” kata Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dalam pembukaan ISEF 2020 secara virtual, Jumat (7/8).

Layangan Nyangkut Ganggu Jaringan Listrik Lombok

MATARAM-Akhir-akhir ini layang-layang kerap mengganggu aktivitas warga. Layangan putus banyak nyangkut di jaringan listrik PLN. Akibatnya listrik harus dipadamkan. ”PLN mencatat beberapa kali gangguan listrik yang disebabkan oleh layang layang,” kata Manager PLN UP3 Mataram Dony Noor Gustiarsyah, Jumat (7/8).

Tahun ini NTB Butuh Rp 8,3 Miliar Tangani Kekeringan

Seperti tahun-tahun sebelumnya, dana penanganan kekeringan tidak pernah sedikit. Tahun ini, BPBD NTB kembali mengusulkan dana hingga Rp 8,3 miliar lebih untuk atasi bencana kekeringan. ”Ini sedang kami usulkan mudahan dananya tersedia,” kata Plt Kepala Pelaksana BPBD NTB H Ahmadi, Jumat  (7/8).

Paling Sering Dibaca

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Peredaran Gelap Tramadol di Gomong Mataram, Lima Orang Ditangkap

Tim Satnarkoba Polresta Mataram menggerebek rumah pengedar obat-obatan daftar G di Gomong, Mataram, Rabu (5/8). Sebanyak lima orang ditangkap. ”Dua pembeli, satu perempuan sebagai  penyedia, dan dua penjual,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson usai penggerebekan.

Idola Baru Wisatawan, Bukit Pal Jepang Terapkan Sistem Booking Online

Begitu dibuka, Bukit Pal Jepang Desa Sapit, Kecamatan Suela, jadi incaran wisatawan. Dalam sebulan, bukit dengan ketinggian 2.300 meter di atas permukaan laut itu sudah didaki 3.550 wisatawan. Ibarat tengah berpuasa, inilah waktunya berbuka, setelah selama pandemi Covid-19 menahan dahaga akan sepinya wisatawan.

TGB Dukung Mohan, Bang Zul Jagokan Selly di Mataram

Jika Bang Zul (panggilan akrab H Zulkieflimansyah) mendukung pasangan Hj Putu Selly Andayani-TGH Abdul Manan (paket Salaman). Maka tidak dengan TGB. Pria yang berkuasa selama 10 tahun di NTB itu memilih mendukung pasangan H Mohan Roliskana-TGH Mujibburahman (pasangan Harum).
Enable Notifications.    Ok No thanks