alexametrics
Sabtu, 20 Agustus 2022
Sabtu, 20 Agustus 2022

Jelang Buka, Sekolah di NTB Harus Siapkan Skema Simulasi

MATARAM-Pemerintah terus mendorong sekolah mempersiapkan diri jelang uji coba pembukaan sekolah. ”Kami sudah menggelar rapat itu, dan mendengar persiapan mereka,” kata Kepala Dinas Dikbud NTB H Aidy Furqan, Rabu (2/9/2020).

Rapat terbatas itu digelar Selasa (1/9/2020). Dihadiri beberapa kepala sekolah perwakilan. Dari Mataram ada SMAN 1, SMAN 2, SMAN 5, SMKN 1 dan SMKN 3 Mataram. Lombok Barat ada, SMAN 1 Narmada, SMAN 1 Gerung, SMAN 1 Gunung Sari, SMKN 1 Lingsar, dan SMKN 2 Gerung.

”Supaya kami punya gambaran, bagaimana sekolah akan menerapkan mekanisme simulasi nanti,” tegasnya.

Dari paparan kepala sekolah, diketahui mereka menerapkan simulasi dengan metode bervariasi. Ada yang hanya menggunakan sistem shift, atau jadwal KBM pagi dan sore hari. Ada juga yang hanya menerapkan blok kelas, X, XI dan XII. ”Ada yang menggabungkan keduanya, kelas X masuk setengahnya, begitu juga kelas XI dan XII,” ujar pria bergelar doktor ini.

Baca Juga :  Pandemi Korona di NTB Belum Usai, Jangan Gegabah Buka Sekolah

Ada pula sekolah yang menerapkan sistem sliding. Guna menghindari kerumunan, sekolah menetapkan jadwal masuk kelas X pukul 07.30 Wita dan pulang 10.30 Wita. Kelas XI masuk pukul 08.30 Wita dan pulang 11.30 Wita.

”Jadi Ketika datang sekolah, anak-anak yang jadwalnya duluan, otomatis sudah ada di dalam kelas dan mereka sudah belajar, begitu juga dengan gurunya,” papar Aidy.

Paparan pada rapat terbatas itu akan dibahas dalam rapat kerja bersama kepala sekolah se-Pulau Sumbawa. Lokasinya di SMAN 1 Tambora, Kabupaten Bima, 5 September. Kepala sekolah se-Pulau Lombok di SMAN 1 Sembalun 14 September.

”Berapa sekolah, yang sekolah sudah siap, akan kami bahas lebih rinci dalam rapat kerja itu, kita petakan di zona mana saja,” tandas dia.

Baca Juga :  Nadiem Bicara Tiga Dosa Besar Dunia Pendidikan

Kepala Seksi Kurikulum Bidang Pembinaan SMK Dinas Dikbud NTB H Umar menambahkan sebelum memulai simulasi KBM tatap muka, terlebih dulu sekolah harus melapor.

”Harus ada koordinasi ke kami bagaimana penerapannya,” tegasnya. (yun)

 

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/