alexametrics
Jumat, 27 November 2020
Jumat, 27 November 2020

Simulasi KBM Tahap II, Dikbud NTB Klaim Kepatuhan Lebih 90 Persen

MATARAM–Pelaksanaan simulasi Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka, bagi SMA sederajat resmi berakhir hari ini. Simulasi berlangsung tiga pekan, 13 September – 3 Oktober, diikuti lebih 100 sekolah.

Jumat (2/10/2020), empat sekolah kembali diawasi langsung kegiatannya. Mencakup SMAN 1 Terara, SMKN 1 Sikur, SMKN 1 Sakra, dan SMAN 1 Janapria. ”Secara langsung saya melakukan pemantauan, mulai dari terima siswa di depan gerbang sampai proses belajar mengajar di kelas,” kata Kepala Dinas Dikbud NTB H Aidy Furqan.

Catatannya, masih ditemukan siswa yang tidak memakai masker. ”Seperti di SMAN 1 Terara, ada yang tidak pakai, bukan tidak bawa ya, pas kita imbau untuk pakai ya langsung (pakai,Red),” ujarnya.

Kemudian belum semua sekolah menerapkan pengaturan tempat duduk zig zag. Seperti di SMAN 1 Terara dan SMKN 1 Sikur, Lombok Timur. ”Pola ini digunakan untuk menjaga jarak di dalam kelas itu,” tegas Aidy.

Terakhir, masih ada guru yang terlambat masuk mengajar, misalnya di SMAN 1 Terara. ”Ini juga tetap menjadi atensi kami,” ujarnya.

Hal itu akan direspons melalui revisi petunjuk teknis (juknis). Termasuk melalui prosedur kerja yang sudah ada dalam surat edaran (SE) Dinas Dikbud NTB sebelumnya. Nantinya revisi akan dilengkapi prosedur pengaturan kelas dan jadwal. ”Sekaligus bagaimana prosedur pemulangan anak, agar tidak bertemu. Maka kita terapkan sistem sliding ini, sehingga tidak ada anak yang numpuk,” terangnya.

Meski demikian, secara keseluruhan, disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan diklaim sudah lebih dari 90 persen. ”Sisanya tinggal perlu penguatan oleh sekolah,” sambungnya.

Bila disiplin ini bisa dipertahankan, pihaknya akan berupaya meminta izin kembali menggelar simulasi di zona oranye. ”Mungkin kita bisa sebut simulasi tahap kedua,” terangnya.

Sedangkan sekolah yang berada di zona kuning, diharapkan bisa melaksanakan KBM tatap muka langsung. Polanya tetap menerapkan mekansime shift atau blok. ”Pengaturannya nanti akan kami lakukan,” kata pria bergelar doktor ini.

Kepala SMAN 1 Terara H Sahlan mengatakan, semua masukan segera ditindaklanjuti. ”Ini jadi bahan evaluasi kami,” jelasnya.

Kepala SMKN 1 Sakra Ahmad Hamka menjelaskan, sebagai langkah antisipasi penyebaran virus korona, pihaknya telah menyiapkan ruang isolasi Covid-19. ”Kami sudah siapkan fasilitasnya,” tegas dia.

Kepala SMAN 1 Janapria H Wildan menerangkan, untuk mencegah kerumunan, pihaknya menggunakan pola dua hari sekolah dan empat hari belajar dari rumah (BDR).

”Misalnya Senin dan Selasa untuk siswa kelas X, Rabu dan Kamis untuk kelas XI dan Jumat Sabtu untuk kelas XII,” tegas dia. (yun/r9)

 

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Rumah Ditandai, Ratusan Penerima PKH Mendadak Mengaku Mampu

Langkah yang dilakukan Dinas Sosial Kota Mataram cukup ampuh untuk memverifikasi data penerima Program Keluarga Harapan (PKH). Setelah melakukan labelisasi di rumah warga penerima PKH, ratusan warga mendadak menyatakan diri sebagai keluarga mampu alias memutuskan keluar dari program PKH.

Makmur : Warga Mataram Pemilih Cerdas

Kritik terhadap jalannya debat Pilkada Kota Mataram yang telah terlaksana dua kali datang dari sejumlah pihak. Banyak yang menilai debat monoton, datar bahkan ada yang mensinyalir debat sebagai sebuah konspirasi.

Ini Dia Morikai, Masker Wajah dari Daun Kelor Bikin Wajah Kinclong

Nurul Rahmadani begitu kreatif. Perempuan jebolan Agri Bisnis Universtas Mataram ini memanfaatkan daun kelor sebagai bahan kosmetik. Terutama masker wajah.

Peluang Raih Hati Pemilih Mataram di Debat Terakhir

Sejauh ini, beberapa lembaga survei mengunggulkan H Mohan Roliskana-TGH Mujiburrahman (Harum). Elektabilitas pasangan ini disebut jauh meninggalkan tiga pasangan lain.

HARUM Buka Ruang Kreatif untuk Pemuda MATARAM

Gelombang revolusi industri 4.0 telah membawa perubahan fundamental pada berbagai tatanan kehidupan global. Hal ini ditandai dengan semakin berkembangnya kreativitas dan inovasi berbasis pemanfaatan teknologi informasi.

JPS Mataram Disalurkan Setelah Pilkada

Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh patut mendapat dua jempol. Kebijakannya terkait bpenyaluran bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) tahap enam patut diapresiasi. “Penyaluran JPS tahap keenam akan dilakukan setelah Pilkada Kota Mataram 9 Desember mendatang,” tegas Ahyar, Selasa (25/11).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Kisah Sukses Juragan Lobster NTB : Sekali Panen Rp 1 Miliar

Budi daya lobster sungguh menjanjikan. Inilah hikayat mereka-mereka yang hidupnya berbalik 180 derajat karena lobster. Sekali panen, ratusan juta hingga Rp 1 miliar bisa...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Korona Meningkat, Libur Panjang Akhir Tahun Ini Bisa Dibatalkan

Pemerintah mempertimbangkan untuk memperpendek atau meniadakan sama sekali libur panjang pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) tahun 2020 ini jika penerapan protokol kesehatan pada liburan Maulid Nabi akhir Oktober lalu dianggap tidak efektif.

Akta Kelahiran Anak Kini Bisa Dibuat tanpa Buku Nikah

Akta kelahiran anak kini bisa dibuat tanpa melampirkan buku nikah atau akta nikah orang tua. “Sekarang ada namanya SPTJM (Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak) pernikahan sebagai syarat buat akta kelahiran,” kata Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kota Mataram Chairul Anwar.
Enable Notifications    OK No thanks