alexametrics
Senin, 21 September 2020
Senin, 21 September 2020

LPMP NTB Jadi Tempat Penanganan Pasien Covid-19 dan Tenaga Medis

MATARAM-Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) NTB secara resmi, dijadikan tempat penanganan Covid-19 di Kota Mataram. ”Imbauan dari Kemendikbud RI, fasilitas UPT yang ada di daerah bisa dimanfaatkan,” Kata Kepala Subbag Umum LPMP NTB Hj Sri Sukriyani saat dikonfirmasi Lombok Post, kemarin (3/5/2020).

 

Dua pihak yang menggunakan fasilitas LPMP NTB adalah Pemkot Mataram dan RS Unram. Oleh Pemkot Mataram digunakan untuk penanganan pasien yang reaktif Covid-19. Oleh Unram dijadikan tempat tinggal sementara tenaga medis, terdiri dari dokter dan perawat yang menangani pasien Covid-19. ”Mereka sudah survei dan bersurat resmi kepada kami,” jelasnya.

 

Dengan rincian, 13 kamar digunakan 25 tenaga medis Unram. Serta 20 kamar digunakan Pemkot Mataram. Satu kamar diisi oleh dua orang. Sri menjelaskan, segala biaya logistik hingga keperluan konsumsi, ditanggung kedua belah pihak. LPMP NTB hanya memfasilitasi tempat. ”Untuk biaya penggunaan air dan listrik kami gratiskan,” imbuhnya.

 

Karena kondisi tersebut, seluruh karyawan LPMP NTB saat ini sudah bekerja dari rumah. Sehingga semua kebutuhan seperti dokumen-dokumen penting di kantor, telah diamankan oleh seluruh pegawai dan absen diberlakukan penuh secara daring. ”Supaya kami nggak ada balik-balik lagi ke kantor selama fasilitas digunakan untuk Covid-19 ini,” tegas Sri.

 

Untuk tenaga kebersihan, Pemkot Mataram memberdayakan 10 pegawai LPMP NTB. Semuanya mendapatkan Alat Pelindung Diri (APD). ”Mereka diberikan perlindungan agar tetap menjalankan tugasnya, dengan penuh rasa aman,” kata dia.

 

Pihaknya berencana akan membuat nota kesepahaman (MoU), selama masa pemanfaatannya. Karena hingga saat ini, belum satupun secara pasti, bisa memprediksi kapan pandemi berakhir. ”Kita buat yang sederhana saja,” tegasnya.

 

MoU tersebut berisikan beberapa poin penting. Diantaranya, pengguna merawat fasilitas dengan baik, dengan tidak merusak apapun. Sri juga berharap, pengguna bisa menjaga kebersihan, dengan berpedoman pada protokol kesehatan Covid-19. ”Semoga apa yang dilakukan LPMP NTB saat ini, bermanfaat dan bisa mempercepat penanganan Covid-19, ya seperti inilah bentuk kontribusi kami,” tandasnya. (yun/r9)

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Ada Apa dengan Pulau-pulau Kecil?

SAYA diundang oleh Ketua LPPM Unram, Dr. Muhammad Ali dalam diskusi untuk merevisi Rencana Induk Penelitian Universitas Mataram lima tahun ke depan. Salah satu bagian yang cukup alot diskusinya adalah ketika mendiskusikan fokus penelitian di Unram. Mengapa harus ada fokus?

Penyuntikan Vaksin Korona Untuk Warga Dimulai Januari 2021

Pemerintah telah bekerja sama dengan Uni Emirat Arab dan mendapatkan vaksin untuk Covid-19 sebanyak 20 juta dosis. Rencananya, vaksin mulai didistribusikan pada Desember.

Kampung Sehat, Warga Desa Setanggor Semangat Gotong Royong

GAIRAH warga Desa Setanggor, Kecamatan Praya Barat sedang menggebu-gebu untuk mewujudkan lingkungan mereka yang bersih dan sehat. Karena itu, jangan heran manakala menemukan semangat gotong royong masyarakat di desa ini sangat tinggi.

Satu Gerakan, Warga Desa Kuripan Lawan Penyebaran Covid-19

Warga Desa Kuripan kian konsisten menerapkan protokol kesehatan. Apalagi setelah berhasil menyabet juara pertama untuk tingkat kabupaten di lomba Kampung Sehat. Sederet inovasi pun telah disiapkan Desa Kuripan.

Simulasi KBM Tatap Muka SMA Sederajat di NTB Pekan Kedua Dimulai

Simulasi KBM tatap muka untuk SMA sederajat di NTB memasuki pekan kedua. ”Sambil kami tetap memantau perkembangan penyebaran Pandemi Virus Korona,” kata Kepala Dinas Dikbud NTB H Aidy Furqan, pada Lombok Post, Minggu (20/9/2020).  

Mendikbud Pastikan Wacana Penghapusan Mapel Sejarah Hoaks

”Tidak ada sama sekali kebijakan regulasi atau perencanaan penghapusan mata pelajaran sejarah di kurikulum nasional,” tegas dia.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.
Enable Notifications    Ok No thanks