alexametrics
Selasa, 27 September 2022
Selasa, 27 September 2022

Jangan Malas, Guru dan Kepala Sekolah di NTB Diminta Aktif Ikuti ANBK

MATARAM— Pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) di tingkat kepala sekolah dan guru tahun lalu mengecewakan. Partisipasi pengisian Survei Lingkungan Belajar yang mengawali kegiatan ANBK cukup rendah dan membuat Kemendikbudristek harus melakukan pengulangan.

‘’Sekarang guru dan kepala sekolah diminta serius mengikuti ANBK. Rangkaian pelaksanaan telah dimulai,’’ kata Sekretaris Panitia AN Provinsi NTB Tahun 2022 Purni Susanto.

Pengisian Survei Lingkungan Belajar wajib dilakukan kepala sekolah dan guru. Tahapan jadwalnya, tanggal 1-10 Agustus, survei lingkungan belajar diisi oleh kepala sekolah dan guru jejang SMA dan program paket C. 11-20 Agustus untuk jenjang SMP dan Paket B. Terakhir, 22-31 Agustus untuk jenjang SD dan Paket A.

“Survei ini bertujuan memotret, berbagai aspek yang terkait dengan lingkungan belajar di kelas maupun di tingkat satuan pendidikan,” terangnya.

Baca Juga :  UTBK-SBMPTN Unram Berjalan Lancar

Purni menjelaskan, pemerintah sengaja mendahulukan pengisian survei tersebut berbekal pengalaman tahun lalu. “Rendahnya tingkat partisipasi membuat data yang dihimpun kementerian sangat amburadul, ada yang isi tapi asal-asalan,” jelasnya.

Dampak dari semua itu, analisis data semua hasil survei menjadi terhambat dan Kemendikbudristek akhirnya menunda perilisan Rapor Pendidikan hasil ANBK 2021.

Karenanya, dengan mendahului pengisian Survei Lingkungan Belajar di pelaksanaan ANBK 2022, kejadian serupa diharapkan tidak terjadi lagi. “Pemerintah benar-benar belajar dari pengalaman sebelumnya,” kata dia.

Kemendikbudristek juga memberikan warning, apabila tingkat partisipasi guru dan kepala sekolah masih rendah, maka sekolah tersebut tidak akan bisa mengakses hasil Rapor Pendidikan.

“Pemerintah tidak akan menampilkan hasilnya, dan kalau sudah begini, tentu akan sangat mengganggu kinerja sekolah, dan berdampak ke hal-hal lain misalnya pengurusan akreditasi sekolah,” terang Purni.

Baca Juga :  Disdik Kota Mataram: Sekolah Wajib Isi Survei Lingkungan Belajar ANBK

Karenanya, Kemendikbudristek meminta semua guru dan kepala sekolah, harus serius mengikuti survei ini. Bagaimana pun, tingkat partisipasi dan keterisian instrumen survei, sangat berpengaruh terhadap hasil analisis dan pelaporan mengenai input dan proses pembelajaran tersebut.

“Melalui survei ini, sekolah memberikan informasi komprehensif kepada Kemendikbudristek, mengenai input dan proses pembelajaran,” pungkasnya.

Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) NTB H Muhammad Irfan menegaskan, ANBK adalah upaya pemerintah dalam melakukan pemetaan mutu pendidikan pada seluruh sekolah, madrasah, dan program keseteraan jenjang sekolah dasar dan menengah.

“Ini menjadi salah satu alternatif transformasi pendidikan di tingkat sekolah, untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, pengajaran, dan lingkungan belajar di satuan pendidikan,” tegasnya. (yun/r9)

 

 

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/