alexametrics
Sabtu, 19 September 2020
Sabtu, 19 September 2020

Waduh, Ratusan Guru di NTB Masih Gaptek

MATARAM-Penerapan belajar dari rumah (BDR) daring mendorong guru menguasai teknologi terkini. ”Sekarang, kalau tidak kita kuasai, kita sendiri yang akan tertinggal,” kata Ketua PGRI NTB Yusuf, pada Lombok Post, Kamis (3/9/2020).

Secara tak langsung BDR menyibak mana-mana saja guru yang menguasai teknologi dan tidak. Dinas Dikbud NTB sudah melakukan survei pada 131 SMA sederajat. Hasilnya, 338 guru masih dianggap gaptek (gagap teknologi).

”Kabarnya, ini guru-guru senior yang sudah tua,” ujarnya.

Karena itu dia berharap guru muda yang penguasaannya lebih bagus mau berbagi ilmu. ”Berbagi ke yang belum bisa,” tegas dia.

Kepada guru yang lebih senior, diingatkan tak boleh malu belajar. Tidak boleh juga ada rasa superior, sehingga enggan diajar oleh yang lebih muda.

”Tidak boleh lagi ada sekat atau yang merasa guru junior atau senior, semuanya kita berbaur untuk sama-sama belajar,” jelas Yusuf.

Kini semua guru harus bersinergi. ”Untuk peserta didik kita, supaya mereka tetap terlayani pembelajarannya,” pungkasnya.

Terpisah, Kepala Seksi GTK SMA dan PK-PLK Bidang GTK Dinas Dikbud NTB Rizaldi Harmonika Maas berharap kepala sekolah diharapkan lebih proaktif. Misalnya, menggelar pelatihan untuk membantu guru-guru gaptek.

”Karena yang lebih tahu bagaimana kebutuhan guru-guru, tentu hasil pengamatan dari kepala sekolah,” tegasnya.

Tidak mungkin selamanya, mengandalkan Dinas Dikbud NTB. Sebab, pelaksanaan pelatihan guru, tidak bisa menyasar semua. ”Peserta pelatihan kami terbatas, paling hanya perwakilan beberapa saja,” jelas Rizaldi.

Kepada guru yang sudah mendapatkan pelatihan, wajib membagi ilmunya. ”Tidak bisa mengandalkan dari instruktur saja,” tandas dia. (yun/r9)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Proyek Pasar ACC Ampenan Terancam Molor

Pengerjaan konstruksi fisik Pasar ACC Ampenan masih dalam proses sanggah. Belajar dari pengalaman tahun lalu, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram tidak ingin gegabah mengerjakan proyek yang anggarannya dari Kementerian Perdagangan itu. “Kita tidak ingin kejadian seperti  tahun lalu di Pasar Cakarenagara. Molor,” kata Kepala Disdag Kota Mataram H Amran M Amin, kemarin (18/9).

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.

Kasus Korona di Mataram Kembali Meningkat

Tren kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan. Terjadi penambahan kasus tiap hari. “Biasanya kasus baru positif satu, dua. Tapi tadi malam sepuluh orang yang positif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa, kemarin (17/9).

TGB Minta Kasus Penusukan Syaikh Ali Jaber Diusut Tuntas

Mantan Gubernur NTB yang juga ulama TGB M Zainul Majdi menyinggung kasus penusukan terhadap salah satu ulama nasional Syaikh Ali Jaber. Menurutnya, di balik kasus penusukan ini, ada upaya untuk memecah belah umat dan bangsa Indonesia.

Kampung Sehat NTB Jadi Energi Baru Penanganan Covid-19

Program Kampung Sehat yang diinisiasi Polda NTB mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan telah memberi dampak nyata pada upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun tak sungkan memberikan apresiasi yang tinggi pada Polda NTB atas program inovatif ini.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Pemda di NTB Wajib Daftarkan Honorer Ikut BPJS Ketenagakerjaan

"Seluruh tenaga kerja di NTB, baik yang ada di lingkungan pemerintah atau pun swasta, baik sektor formal maupun informal wajib mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan," tegas Wisma.
Enable Notifications    Ok No thanks