alexametrics
Jumat, 27 November 2020
Jumat, 27 November 2020

DPRD Kota Mataram Sarankan Sekolah Sebaiknya Dibuka Bertahap

MATARAM–Komisi IV DPRD Kota Mataram menyarankan kepada Pemkot Mataram agar membuka sekolah secara bertahap. Alasannya, siswa dan orang tua sudah cukup terbebani dengan metode belajar daring selama beberapa bulan terakhir.

“Jangan tunggu tahun depan untuk membuka sekolah,” kata Anggota Komisi IV DPRD Kota Mataram Muhtar kepada Lombok Post, Selasa (3/10/2020).

Menurutnya, kalau sampai enam hari tidak ada kasus baru Covid-19 dan tidak ada pasien yang dirawat di rumah sakit, ini artinya Mataram sudah berada di jalur menuju zona hijau. Dengan kata lain, penularan Covid-19 sudah sangat landai.

“Kami dari komisi pendidikan mendorong agar sekolah segara dibuka,” tegas mantan Wakil Ketua DPRD Kota Mataram itu.

Dikatakan, sekolah tidak harus dibuka seperti situasi normal. “Bisa satu kelas isinya sepuluh orang dan dalam seminggu tidak setiap hari masuk. Bertahap untuk persiapan menuju normal,” terang politisi Partai Gerindra itu.

Terpisah, Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa mengaku pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Dikbud Kota Mataram. Kesimpulannya, pembelajaran tatap muka belum memungkinkan karena berbagai pertimbangan.

“Kalau dari parameter kita di Gugus Tugas Covid-19 kota, saat ini status Mataram zona kuning. Tapi oleh Provinsi kami masih disebut zona oranye,” bebernya.

Ini yang kemudian membuat proses belajar tatap muka masih belum memungkinkan. Perbedaan status ini diyakini ada pada syarat administratif. Dimana Pemkot Mataram dan Pemprov NTB punya parameter yang berbeda.

“Parameter yang memang sangat administratif pendekatannya. Misalnya kasus yang sembuh kalau dari Provinsi dilihat dari surat pernyataan sembuh yang dikeluarkan dokter atau rumah sakit. Sementara kita melihat dari jumlah pasien yang dirawat atau tidak,” ungkapnya.

Kemudian Gugus Tugas Covid-19 Kota Mataram juga mempedomani yang terkonfirmasi positif berdasarkan KTP. Namun ada juga regulasi terbaru parameter yang mempedomani Covid-19 berdasarkan domisili. Sehingga hal semacam ini yang membuat perbedaan persepsi antara Gugus Tugas Covid-19 Pemkot Mataram dan Pemrov NTB berbeda.

“Tapi kasus positif Covid-19 di Kota Mataram memang terbilang landai. Sempat enam hari tanpa kasus positif baru. Setelahnya satu atau dua kasus per hari,” paparnya.

Namun landainya kasus ini menurut Suwandiasa tidak bisa dijadikan acuan boleh atau tidaknya sekolah tatap muka dibuka. Karena ada beberapa pertimbangan tertentu. “Barangkali karena melihat anak di pendidikan dasar susah diatur karena mereka senang bermain. Mereka pasti susah dicegah berkumpul dan bergerombol. Berbeda dengan SMA atau perguruan tinggi,” pungkasnya.

Data terbaru Covid-19 di Kota Mataram per 2 November, pasien positif 1.244 orang. Dari jumlah tersebut yang dinyatakan sembuh 1.122, meninggal dunia 88 orang dan yang masih dirawat 34 orang. (ton/r3)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Mandiri Syariah Launching Fitur E-mas di Mandiri Syariah Mobile

Berdasarkan tren dan kebutuhan customer tersebut, kami melakukan inovasi produk layanan digital berbasis emas melalui fitur e-mas di MSM,” jelas Syafii.

Rumah Ditandai, Ratusan Penerima PKH Mendadak Mengaku Mampu

Langkah yang dilakukan Dinas Sosial Kota Mataram cukup ampuh untuk memverifikasi data penerima Program Keluarga Harapan (PKH). Setelah melakukan labelisasi di rumah warga penerima PKH, ratusan warga mendadak menyatakan diri sebagai keluarga mampu alias memutuskan keluar dari program PKH.

Makmur : Warga Mataram Pemilih Cerdas

Kritik terhadap jalannya debat Pilkada Kota Mataram yang telah terlaksana dua kali datang dari sejumlah pihak. Banyak yang menilai debat monoton, datar bahkan ada yang mensinyalir debat sebagai sebuah konspirasi.

Ini Dia Morikai, Masker Wajah dari Daun Kelor Bikin Wajah Kinclong

Nurul Rahmadani begitu kreatif. Perempuan jebolan Agri Bisnis Universtas Mataram ini memanfaatkan daun kelor sebagai bahan kosmetik. Terutama masker wajah.

Peluang Raih Hati Pemilih Mataram di Debat Terakhir

Sejauh ini, beberapa lembaga survei mengunggulkan H Mohan Roliskana-TGH Mujiburrahman (Harum). Elektabilitas pasangan ini disebut jauh meninggalkan tiga pasangan lain.

HARUM Buka Ruang Kreatif untuk Pemuda MATARAM

Gelombang revolusi industri 4.0 telah membawa perubahan fundamental pada berbagai tatanan kehidupan global. Hal ini ditandai dengan semakin berkembangnya kreativitas dan inovasi berbasis pemanfaatan teknologi informasi.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Kisah Sukses Juragan Lobster NTB : Sekali Panen Rp 1 Miliar

Budi daya lobster sungguh menjanjikan. Inilah hikayat mereka-mereka yang hidupnya berbalik 180 derajat karena lobster. Sekali panen, ratusan juta hingga Rp 1 miliar bisa...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Rumah Ditandai, Ratusan Penerima PKH Mendadak Mengaku Mampu

Langkah yang dilakukan Dinas Sosial Kota Mataram cukup ampuh untuk memverifikasi data penerima Program Keluarga Harapan (PKH). Setelah melakukan labelisasi di rumah warga penerima PKH, ratusan warga mendadak menyatakan diri sebagai keluarga mampu alias memutuskan keluar dari program PKH.

Akta Kelahiran Anak Kini Bisa Dibuat tanpa Buku Nikah

Akta kelahiran anak kini bisa dibuat tanpa melampirkan buku nikah atau akta nikah orang tua. “Sekarang ada namanya SPTJM (Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak) pernikahan sebagai syarat buat akta kelahiran,” kata Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kota Mataram Chairul Anwar.
Enable Notifications    OK No thanks