alexametrics
Jumat, 10 Juli 2020
Jumat, 10 Juli 2020

Pendaftaran SMA di NTB Segera Dibuka, Ini yang Perlu Diperhatikan

MATARAM-Pengumuman kelulusan SMP, resmi dilakukan hari ini. Selanjutnya orang tua diminta mempersiapkan anak-anaknya, untuk memasuki jenjang yang lebih tinggi. ”Pra pendaftaran sudah bisa dilakukan Senin (8/6/2020),” kata Kepala Dinas Dikbud NTB H Aidy Furqan, pada Lombok Post Kamis (4/6/2020).

 

Tahun ini, pihaknya membuka empat jalur pendaftaran SMA negeri. Kuota jalur zonasi 60 persen, jalur afirmasi paling 20 persen, perpindahan orang tua lima persen. Terakhir, kuota jalur prestasi mencapai 15 persen. Rinciannya, delapan persen dari prestasi nilai rapor Semester I-V pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris, dan IPA. ”Sisanya lima persen dari prestasi piagam atau sertifikat dan dua persen lagi dari tahfidzul quran,” imbuhnya.

 

Untuk menyambut kegiatan tersebut, Aidy meminta orang tua melengkapi segala dokumen. Seperti Nomor Kepala Keluarga (NKK) dan Nomor Induk Kependudukan (NIK) bagi orang tua. ”Paling penting juga, memastikan anaknya bersekolah di zonanya,” tegas dia.

 

Menurunya, peran orang tua sangat penting dalam masa seperti ini. Jika anaknya ingin bersekolah di SMK dan membutuhkan tes kesehatan langsung, maka orang tua harus mendampingi. ”Masuk SMA kan ada tes buta warna, maka peran orang tua harus mengawal, pulang maupun pergi,” jelasnya.

 

Terakhir, memotivasi anak-anaknya untuk melanjutkan pendidikan. Usahakan menghindari keinginan untuk menikah atau bekerja, apalagi menganggur terlebih dulu. ”Motivasi anak-anak tetap punya semangat melanjutkan sekolah,” tandasnya.

 

Ketua Dewan Pendidikan NTB H Rumindah mengingatkan orang tua, ada kasus tertentu saat anak tidak ingin melanjutkan pendidikan ke sekolah yang masuk zonasi. Misalnya sekolah itu terkenal disiplin, punya standar tinggi atau alasan lain, sepanjang masih memenuhi persyaratan untuk bisa bersekolah di luar zonasi, maka bisa saja itu diterapkan.

”Anak-anak juga nggak boleh dipaksakan ya, daripada nggak nyaman dan merasa tersiksa, selama sesuai aturan, bisa sekolah di tempat lain, jangan terlalu kaku sama aturan,” ujarnya. (yun/r9)

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Mataram Bisa Tiru Depok, Tak Pakai Masker Denda Rp 200 Ribu

Pemkot Mataram merespons kritikan Wakil Gubernur NTB. Kemarin, tim gabungan yang terdiri dari Satpol PP, TNI, dan Polri melakukan penertiban di pagi buta. Sasarannya, para pedagang di Pasar Kebon Roek, Ampenan.

Kuliah ke Luar Daerah, Warga Mataram Harus Bebas Korona

Warga Kota Mataram yang kuliah di luar daerah cukup banyak. Kemarin kata dia, sekitar 50 mahasiswa mengajukan permintaan melakukan rapid test. Dari jumlah tersebut tidak ada yang hasilnya reaktif.

12 Karyawan Bank di Cilinaya Mataram Positif Korona

Di Kelurahan Cilinaya misalnya. Di sini tercatat ada 12 karyawan salah satu bank terpapar virus Korona. “Sebenarnya hanya satu. Namun setelah kita tracing, menjadi 12 orang yang positif,” kata Lurah Cilinaya I Gusti Agung Nugrahini, Kamis (9/7)

Di Kediri Lobar, Ibu Rumah Tangga Diduga Jual Narkoba

WM, 28 tahun, warga asal Kediri Selatan ditangkap Satres Narkoba Polres Lobar. Ia bersama kedua rekannya MA dan MU diduga menjadi penjual dan penyalahguna narkotika jenis sabu. Bahkan, WM alias Dewi ini diketahui sebagai penjual obat penenang tanpa izin pihak instansi kesehatan.

Pariwisata Lesu, Pengusaha Travel Lombok Bertahan lewat Promo

Agen travel perjalanan wisata terus berupaya bertahan dalam ketidakpastian Pandemi Korona. Sektor ini menjadi salah satu yang paling terdampak akibat turunnya kunjungan wisatawan. ”Kami upayakan tetap bangkit seiring dengan penerapan new normal yang sedang digaungkan,” kata Kukuh Laro, pemilik Duta Lombok Transport.

Berdayakan UMKM Lokal, Bappeda NTB Tunggu Pergub

Pergub Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) hingga kini belum rampung. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) NTB masih menunggu kelanjutan masukan dan revisi dari gubernur. ”Sampai hari ini (kemarin,Red) kita belum terima. Jika sudah ada, akan langsung kita jadikan landasan dalam memberdayakan UKM/IKM,” kata Kepala Bappeda NTB Amry Rakhman, saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (9/7/2020).

Paling Sering Dibaca

Jika Masih Tak Patuh, Seluruh Pasar di Mataram Bakal Ditutup Paksa

akil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah mengancam akan menutup pasar yang mengabaikan protokol kesehatan. Ancaman tersebut disampaikan Wagub saat menggelar inspeksi mendadak di Pasar Mandalika, kemarin (8/7). Dia mendapati langsung banyak pedagang dan pembeli tidak mengenakan masker.

Zona Merah Korona, Wagub NTB : Mana Pol PP Mataram, Kenapa Sembunyi?

Pemkot Mataram dinilai lemah dalam merespon dan menangani Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun begitu geregetan. Meski zona merah dengan kasus positif dan kematian tiap hari, penerapan protokol kesehatan di ibu kota justru sangat longgar. Tak lagi ada pengawasan macam sedang tidak terjadi apa-apa.

Istri Model Suami Youtuber, Bantah Cari Sensasi “Mahar Sandal Jepit”

Pernikahan dengan mahar sandal jepit Iwan Firman Wahyudi dan Helmi Susanti bukan bermaksud mencari  sensasi di media sosial. Menurut mereka ikatan mereka tulus beralas kasih sayang.

Pilbup Loteng, Lale Prayatni Mulai Goyang Posisi Pathul Bahri

Lobi politik tersaji di DPP Partai Gerindra. Dari informasi yang dihimpun Lombok Post, diam-diam SK Gerindra dibidik Prayatni melalui ‘lorong’ Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo.

Turun dari Rinjani, Warga Lombok Tengah Tewas Jatuh ke Jurang

Pendakian di Gunung Rinjani kembali memakan korban jiwa. Sahli, 36 tahun, warga Desa Tampak Siring, Lombok Tengah meninggal setelah terjatuh ke jurang di kawasan Gunung Rinjani, Senin (6/7).
Enable Notifications.    Ok No thanks