alexametrics
Sabtu, 5 Desember 2020
Sabtu, 5 Desember 2020

Larangan Bawa HP ke Sekolah, Dewan Pendidikan NTB Dukung Tinjau Ulang

MATARAM-Dewan Pendidikan NTB mendukung dilakukan peninjauan ulang larangan membawa smartphone (gawai) ke sekolah. ”Sebaiknya begitu (ditinjau, Red),” kata Ketua Dewan Pendidikan NTB H Rumindah, pada Lombok Post, Rabu (4/11/2020).

Kini fungsi gawai terus berkembang. Di dunia pendidikan, benda ini sudah menjelma menjadi penunjang media pembelajaran. ”Banyak aplikasi belajar yang bisa diakses peserta didik, sehingga fungsinya sudah menjadi media belajar,” jelas dia.

Edaran pemda untuk melarang membawa gawai kini malah menghambat proses belajar. Menurutnya, tinjauan ulang oleh pemerintah bisa mengatur bagaimana fungsi dan penggunaan gawai di sekolah. ”Saya tidak mengatakan silakan membawa HP ke sekolah, tetapi bisa diatur fungsi khusus untuk penunjang belajar siswa,” terang Rumindah.

Kepala Disdik Kota Mataram H Lalu Fatwir pun sependapat. Aturan tersebut sudah tidak sesuai dengan kondisi saat ini. ”Terutama nanti kalau sudah ada kelas-kelas digital, ya bisa saja belajar nanti sudah paperless, banyak memakai gawai itu,” terang dia.

Penggunaan gawai di sekolah memang bukan sebagai media utama, hanya sebagai pendukung. Sisi baiknya, peserta didik belajar bersama teknologi. Ini dapat memunculkan kreativitas dan inovasi di bidang pendidikan.

”Bahkan dampaknya, membuat guru juga membuat pola lain dalam mengajar dan mengevaluasi pembelajaran, maka sudah seharusnya edaran itu ditinjau ulang,” pungkas Fatwir.

Wakasek Bidang Kurikulum SMAN 5 Mataram Musanni mengatakan, aturan lama itu menjadi kesulitan tersendiri bagi siswa dan sekolah.

”Sebenarnya, banyak hal yang dapat dilakukan menggunakan HP dalam kegiatan pembelajaran, namun terpaksa tidak bisa dilakukan karena aturan tersebut,” tegas dia.

Contohnya, sebelum pandemi SMAN 5 Mataram kerap melaksanakan penilaian berbasis android. Begitu juga saat pandemi, gawai semakin dibutuhkan. Hampir wajib untuk dimiliki dan digunakan oleh siswa atau paling tidak orang tua siswa.

”Menurut saya direvisi saja, terutama point yang menyakan dilarang menjadi point-point yang memuat aturan penggunaan HP di sekolah,” ujarnya. (yun/r9)

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Koalisi Rapatkan Barisan, Survei PRESISI Sebut JODA Ungguli NADI

Partai politik (parpol) koalisi paslon Djohan Sjamsu dan Danny Carter Febriyanto Ridawan (Jadi) akan merapatkan barisan menuju pemenangan Joda, pada pilkada Lombok Utara, 9 Desember, mendatang.

Parpol Pengusung Tidak Kendorkan Mesin, Kawal Pemenangan NADI di KLU

Pada hari-hari terakhir kampanye, partai politik pengusung paslon Najmul Akhyar dan Suardi (Nadi) terus memacu mesin partai. Seluruh perangkat partai digerakkan untuk memastikan kemenangan pasangan Nadi. Paslon Nadi didukung sejumlah parpol. Seperti Partai Nasdem, PBB, Partai Demokrat, Partai Golkar, PPP, Hanura dan Gelora.

Kilas Balik Jalan Panjang SALAM

Gerakan pasangan Selly-Manan (SALAM) sepanjang masa kampanye Pikada Kota Mataram, bukan sekadar parade politik penuh kepentingan janji manis belaka. Kilas balik jejak kampanye jago koalisi PDIP - PKS ini juga memberi edukasi dan menginspirasi masyarakat dalam banyak aspek. Mulai dari aspek politik, ekonomi, sosial budaya, nilai keberagaman, hingga penegakan protokol kesehatan di masa pandemi.

Akhir Tahun, Okupansi Hotel di Mataram Masih Rendah

Bulan Desember harusnya menjadi bulan yang paling ditunggu pengusaha hotel yang ada di Kota Mataram. Di akhir tahun, hunian hotel biasanya memasuki puncaknya. Namun pandemi Covid-19 yang masih berlangsung hingga saat ini membuat okupansi masih anjlok.

Bupati Sumbawa Barat Positif Terjangkit Virus Korona

Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) HW. Musyafirin terkonfirmasi positif covid-19. Pria yang kini kembali mencalonkan diri sebagai Bupati tersebut sedang menjalani isolasi mandiri di rumah sakit Harapan Keluarga, Kota Mataram.

Cegah Penyebaran Covid-19, Satgas Terus Tingkatkan Testing dan Tracing

Satgas penanganan Covid-19 mengklaim, 11 provinsi sudah mencapai target testing Covid-19 sesuai dengan standar Badan Kesehatan Dunia WHO yaitu 1:1.000 penduduk per minggu.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Debat Pamungkas, BARU Sindir SALAM Takut Pajang Logo PDI Perjuangan

Debat terakhir pasangan calon wali kota dan wali kota Mataram telah berakhir Senin (30/12) lalu. Seluruh paslon telah menyampaikan visi misi dan program kerja jika mereka terpilih memimpin Mataram di periode mendatang.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Selamat! Ini Pemenang Simpedes BRI Periode 1 Tahun 2020

”Mudah-mudahan dengan acara ini, nasabah BRI semakin loyal, semakin berkembang, dan semakin semarak bertransaksi,” tuturnya.

Akta Kelahiran Anak Kini Bisa Dibuat tanpa Buku Nikah

Akta kelahiran anak kini bisa dibuat tanpa melampirkan buku nikah atau akta nikah orang tua. “Sekarang ada namanya SPTJM (Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak) pernikahan sebagai syarat buat akta kelahiran,” kata Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kota Mataram Chairul Anwar.
Enable Notifications    OK No thanks