alexametrics
Sabtu, 19 September 2020
Sabtu, 19 September 2020

Yuk, Daftar..!! Universitas Muhammadiyah Mataram Terima Mahasiswa Baru

MATARAM-Di tengah situasi pandemi Covid-19 yang tidak menentu. Kampus Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT), mengambil langkah strategis, dalam upaya menjaring mahasiswa baru. “Kami kampus ISLAMI yang menerima calon mahasiswa dari berbagai etnis, budaya, bahasa, dan agama,” kata Rektor UMMAT Dr H Arsyad A Gani, kepada Lombok Post, kemarin (5/5).

Kontribusi UMMAT dalam meningkatkan mutu dan kualitas SDM NTB, agar unggul dan mampu bersaing, ditunjukkan melalui berbagai komitmen. Sebut saja pada 2020, dirinya meresmikan Program Studi (prodi) baru Ekonomi Syariah. “Kami rasa, prodi ini sangat sesuai dengan kebutuhan dunia kerja saat ini,” tegasnya.

Arsyad menjelaskan, UMMAT sangat paham bagaimana kondisi masyarakat saat ini. Karena itu, dalam beberapa tahun belakangan ini, pihaknya selalu hadir dalam upaya membantu masyarakat khususnya generasi muda. Secara tegas, UMMAT sangat sigap mengeluarkan kebijakan, dengan meringankan biaya pendidikan. “Sehingga pembayaran SPP relatif setara untuk setiap golongan maupun latar belakang mahasiswa (SPP Flat),” kata dia.

Informasi Pendaftaran UMMAT

Langkah serupa, diambil dalam menghadapi pandemi virus Korona. UMMAT membantu masyarakat dengan kembali menggratiskan biaya pendaftaran. Untuk Fakultas Kesehatan dan Fakultas Teknik, sama sekali tidak ada biaya yang dikeluarkan, dalam hal Tes Kesehatan dan Tes Buta Warna.

“Calon mahasiswa bisa melakukan Tes Kesehatan dan Tes Buta Warna di Puskesmas ataupun layanan kesehatan terdekat, kami sangat memahami situasi saat ini,” jelasnya.

Sementara bagi mahasiswa yang sudah menempuh pendidikan di UMMAT, kampus memberikan keringanan dalam pembayaran SPP yang bisa dicicil tiga kali, pada tiap semester. “Karena kami tidak mau memberatkan mahasiswa, jadi pembayarannya bisa diangsur,” imbuhnya.

Arsyad mengatakan, dalam menghadapi pandemi Covid-19 ini, proses penerimaan calon mahasiswa juga dipermudah. Bagi yang mendaftar bisa lulus tanpa tes, khusus untuk pendaftaran gelombang 1-3 atau periode pendaftaran Maret – Mei 2020.

Tidak sampai di situ, bagi calon mahasiswa yang ingin mendaftar melalui program BIDIKMISI, pihaknya  mengeluarkan kebijakan khusus, yakni jalur BIDIKMISI bisa mendaftar di semua program studi yang telah terakreditasi A dan B. “Hanya dua itu saja, bukan yang berakreditasi C,” tegas dia.

UMMAT menawarkan berbagi pilihan fakultas. Tujuh fakultas unggulan tersebut adalah  Fakultas Ilmu sosial dan Ilmu Politik (Fisipol), Fakultas Hukum, Fakultas Teknik, Fakultas Ilmu Kesehatan, Fakultas Agama Islam, Fakultas Pertanian, serta terakhir Fakultas Keguruan dan Ilmu Pengtahuan (FKIP).

“Dari tujuh fakultas tersebar tersebar 27 prodi atau Jurusan,” jelasnya.

Agar calon mahasiswa, bisa memilih fakultas yang diinginkan, kampus UMMAT memberi kemudahan, dengan membuka pelayanan pendaftaran secara daring atau online, yang bisa diakses kapan dan dimana saja, bagi calon mahasiswa, begitu juga dengan persyaratannya, tidak akan membuat calon mahasiswa merasa pusing. “Semuanya kami permudah,” ujarnya.

Penting diperhatikan, bagaimana cara mendaftar secara daring. Bagi calon mahasiswa, cukup membuka situs resmi atau website kampus yaitu pmb.ummat.ac.id dan menekan tombol daftar. Lalu mengisi form pendaftaran. Setelah pengisian form selesai, calon mahasiswa akan mendapatkan nomor virtual akun, sekaligus digunakan sebagai username dan password yang bisa di cetak. Pada tahap ini, calon mahasiswa akan mendapatkan info melalui SMS dan E-mail secara otomatis.

“Tahap selanjutnya ialah kembali ke situs resmi tersebut kemudian pilih Log In. Untuk Log In, calon mahasiswa diminta untuk memasukkan Virtual Akun atau username dan password tadi,’ ujarnya.

Setelah Log In, calon mahasiswa harus menjalani empat tahap berikut. Arsyad menjelaskan, tahap pertama, bisa dilewati karena biaya pendaftaran telah digratiskan, selama masa pandemi Covid-19.

Kemudian menuju tahap kedua. Tahapan ini sangat penting, di mana calon mahasiswa diminta untuk menunggah atyau upload berkas persayaratan. Berkas yang diminta hanya hasil scan dari KTP atau surat domisili bagi yang belum punya KTP, Kartu Keluarga, dan foto dengan latar polos.

“Berkas yang tidak kalah penting yaitu IJAZAH, namun bila ijazah belum dikeluarkan oleh sekolah, pengunggahan Ijazah bisa dilakukan menyusul setelah Ijazah dikeluarkan sekolah masing-masing,” kata dia.

Tahap ketiga yaitu pencetakan kartu Ujian. Perlu diingat bagi yang mendaftar di Gelombang 1-3 atau Maret-Juni 2020 akan otomastis lulus. Terakhir, tahap keempat adalah pengumuman kelulusan. Keempat tahap di atas harus dipastikan berubah warna dari merah ke hijau.

“Bila masih berwarna merah, khususnya tahap satu dan dua, mohon di pastikan telah membayar pendaftaran dan telah melengkapi berkas yang diminta,” tegas Arsyad.

Sementara untuk tahap-tahap pembayaran pun sangat mudah. Calon mahasiswa dipersilakan menuju Bank Muamalat dan menunjukkan nomor virtual akun yang telah dicetak itu. Atau bisa juga, melakukan pembayaran melalui transfer ATM ataupun mobile banking, memasukkan Kode Bank Muammalat 147, masukkan kode kampus UMMAT 751049, lalu nomor Virtual Akun. Contohnya 147- 751049- 20xxxxxxx

Mohon diperhatikan bagi calon mahasiswa yang melakukan pembayaran via ATM atau M-Banking,  milik kampus. “Pastikan Anda membayar ke rekening tujuan hanya atas nama Universitas Muhammadiyah Mataram,” jelasnya.

Pada situasi seperti ini, Arsyad mengimbau kepada calon mahaiswa, untuk terus berhati-hati terhadap segala bentuk penipuan. Bila ada pihak-pihak yang menghubungi dan meminta atau menagih pembayaran khususnya pembayaran ke rekening selain UMMAT, bisa dipastikan itu adalah penipuan.

Untuk Informasi selengkapnya, calon mahasiswa bisa mengikuti atau follow media sosial milik UMMAT, baik itu di instagram dan facebook.

“Kami juga melayani tanya jawab 24 Jam via host, ada instagram UMMAT, bisa akses di kampus_muhammadiyah dan facebook, pendaftaran Universitas Muhammadiyah Mataram,” pungkasnya. (yun/advertorial)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Proyek Pasar ACC Ampenan Terancam Molor

Pengerjaan konstruksi fisik Pasar ACC Ampenan masih dalam proses sanggah. Belajar dari pengalaman tahun lalu, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram tidak ingin gegabah mengerjakan proyek yang anggarannya dari Kementerian Perdagangan itu. “Kita tidak ingin kejadian seperti  tahun lalu di Pasar Cakarenagara. Molor,” kata Kepala Disdag Kota Mataram H Amran M Amin, kemarin (18/9).

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.

Kasus Korona di Mataram Kembali Meningkat

Tren kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan. Terjadi penambahan kasus tiap hari. “Biasanya kasus baru positif satu, dua. Tapi tadi malam sepuluh orang yang positif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa, kemarin (17/9).

TGB Minta Kasus Penusukan Syaikh Ali Jaber Diusut Tuntas

Mantan Gubernur NTB yang juga ulama TGB M Zainul Majdi menyinggung kasus penusukan terhadap salah satu ulama nasional Syaikh Ali Jaber. Menurutnya, di balik kasus penusukan ini, ada upaya untuk memecah belah umat dan bangsa Indonesia.

Kampung Sehat NTB Jadi Energi Baru Penanganan Covid-19

Program Kampung Sehat yang diinisiasi Polda NTB mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan telah memberi dampak nyata pada upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun tak sungkan memberikan apresiasi yang tinggi pada Polda NTB atas program inovatif ini.

Paling Sering Dibaca

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Hari Pertama Razia Masker di NTB, Pemda Kumpulkan Denda Rp 9,1 Juta

Sebanyak 170 orang tidak menggunakan masker terjaring razia di hari pertama penerapan sanksi denda bagi pelanggar protokol kesehatan di seluruh NTB, kemarin (14/9). Dari para pelanggar di semua titik operasi ini, Badan Pendapatan Daerah NTB pun mengumpulkan uang sebesar Rp 9,1 juta.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.
Enable Notifications    Ok No thanks