alexametrics
Kamis, 11 Agustus 2022
Kamis, 11 Agustus 2022

Transisi New Normal Pendidikan NTB Dimulai Saat Tahun Ajaran Baru

MATARAM-Pemprov NTB menetapkan fase transisi kenormalan baru sektor pendidikan dimulai pada tahun ajaran baru 2020/2021. ”Kita mulai dari tanggal 13 Juli-13 September,” kata Kepala Dinas Dikbud NTB H Aidy Furqan, pada Lombok Post.

Pihaknya sudah membicarakan semua itu, bersama Kanwil Kemenag NTB, Komisi X DPRD NTB, Biro Hukum dan Kesra Setda NTB, Asisten I Setda NTB  serta Dikes NTB. Pada masa persiapan penerapan masa transisi, pihaknya terus menyempurnakan berbagai hal pendukung. Pada masa transisi, atau dua bulan pertama, satuan pendidikan harus menerapkan social distancing dan physical distancing, dengan pola shift atau blok kelas. ”Ini yang akan kami lakukan,” jelasnya.

Semua rencana yang akan dijalankan, tentu saja mengacu pada surat keputusan bersama (SKB) empat menteri. Menteri Kesehatan, Mendikbud, Menteri Agama, dan Mendagri telah membuat panduan penyelenggaraan pembelajaran pada tahun ajaran dan tahun akademik baru.

Baca Juga :  Kuliah dari Rumah, UIN Mataram Beri Mahasiswa Kuota Internet 30 GB Gratis

Bersama Kanwil Kemenag NTB dan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 NTB, pihaknya pekan ini turun ke daerah. Tujuannya, sosialisasi persiapan penerapan masa transisi dan kenormalan baru. ”Kita ikutkan KCD, dinas pendidikan dan satgas kabupaten dan kota, agar 13 Juli nanti, situasinya tidak membludak,” kata Aidy.

Penerapkan SOP masa transisi dan kenormalan baru, akan dimulai dari surat pengantar gubernur atau sekda NTB. Selanjutnya akan dibuatkan peraturan gubernur (pergub).

Rencananya, pemerintah akan melakukan uji coba masa transisi di beberapa satuan pendidikan dalam nauangan kedua lembaga. Uji coba dilakukan pada wilayah yang memiliki status zona hijau, kuning dan oranye. Tidak untuk wilayah zona merah.

Baca Juga :  Wagub NTB Dukung Guru Honorer Jadi P3K

Dinas Dikbud NTB juga sudah menyusun instrumen sebagai juknis dari turunan aturan SKB empat menteri. Ini diharapkan memudahkan kerja sekolah, madrasah, dan pondok pesantren dimasa transisi. ”Setelah ini, kita akan susun instrumen dalam rangka penerapan kenormalan baru,” tandas Aidy.

Kepala LPMP NTB Mohammad Mustari berharap dinas pendidikan berkoordinasi dengan LPMP NTB. Pihaknya juga berkepentingan mengetahui apa saja langkah atau upaya pemda. ”Harus ada komunikasi sebagai perwakilan kementerian di daerah,” ujarnya. (yun/r9)

 

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/