alexametrics
Senin, 24 Januari 2022
Senin, 24 Januari 2022

Kuota Beasiswa Mahasiswa Miskin Ditambah, Bidik Misi Diganti KIP

AKARTA–Pemerintah mengganti beasiswa Bidik Misi dengan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. Kuota penerima beasiswa KIP Kuliah di kampus di bawah Kementerian Agama (Kemenag) meningkat tajam dibandingkan ketika masih masih bernama Bidik Misi.

Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) Ditjen Pendidikan Islam Kemenag Arskal Salim menuturkan tahun lalu kuota Bidik Misi di Kemenag sekitar 10 ribu kursi. Namun tahun ini mereka mendapatkan kuota beasiswa KIP Kuliah sebanyak 17.565 kursi. Kuota ini belum termasuk untuk perguruan tinggi agama selain Islam di bawah Kemenag.

’’Sebanyak 3.000 di antaranya untuk perguruan tinggi keagamaan Islam swasta (PTKIS, Red),’’ katanya Arskal kemarin (5/5). Dia menjelaskan kuota tersebut terpisah dengan alokasi beasiswa KIP Kuliah yang dikelola oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Arskal menuturkan dengan adanya peningkatakan kuota beasiswa itu, diharapkan dapat memperluas akses pendidikan tinggi. Kemudian semakin banyak warga miskin yang menjadi sarjana dan dapat melakukan perubahan kualitas hidup keluarganya.

Di dalam Keputusan Menteri Agama (KMA) 361/2020 tentang program KIP Kuliah, diatur besaran nilai manfaat yang diterima mahasiswa. Mahasiswa menerima beasiswa sebesar Rp 6,6 juta/semester. Beasiswa ini terbagi untuk biaya hidup Rp 700 ribu/bulan atau Rp 4,2 juta/semester dan biaya pendidikan Rp 2,4 juta/semester. Jika ada kekurangan untuk biaya pendidikan, kekurangannya ditanggung oleh perguruan tinggi penyelenggara (PTP).

Sasaran program ini adalah mahasiswa miskin dengan dibuktikan kepemilikan Kartu Indonesia Pintar (KIP), Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), atau Kartu Jakarta Pintar (KJP). Bagi yang tidak memiliki kartu itu, harus membuktikan tidak mampu. Di antaranya adalah pendapatan kotor gabungan orangtua Rp 4 juta/bulan. Atau pendapatan kotor gabungan dibagi seluruh anggota keluarga maksimal Rp 750 ribu/bulan.

Alokasi beasiswa KIP Kuliah nantinya terbuka untuk semua jalur masuk PTKIN. Saat ini seleksi yang sudah dilaskanakan adalah Seleksi Prestasi Akademik Nasional (SPAN) PTKIN. Seleksi prestasi akademik ini berbasis nilai rapor dan prestasi lainnya. Total mahasiswa baru yang diterima dari jalur SPAN-PTKIN mencapai 61.355 orang.

Jalur seleksi lainnya adalah ujian masuk (UM) PTKIN. Seleksi ini berbasis ujian atau tes menggunakan komputer atau paperless. Di tengah wabah Covid-19 jadwal UM-PTKIN mundur sekitar satu bulan dari jadwal normal. Pendaftaran dan pembayaran UM-PTKIN dilaksanakan pada 1 Mei sampai 30 Juni. Kemudian pelaksanaan ujian pada 15 Juli sampai 22 Juli. Lalu hasil ujian diumumkan pada 28 Juli.

Ketua Forum Pimpinan PTKIN Babun Suharto menuturkan pelaksanaan ujian masuk PTKIN itu mengalami penundaan sekitar satu bulan. ’’Biasanya Juni sudah selesai,’’ kata pria yang juga Rektor IAIN Jember itu. Akibatnya awal tahun ajaran baru yang biasanya dimulai Agustus, bisa jadi mengalami penyesuaian.

Babun mengatakan kampus nanti akan melihat perkembangan dari pemerintah terkait kondisi wabah Covid-19. Jika dinyatakan aman dan bisa menjalankan perkuliahan, tahun ajaran baru bisa dijalankan secara normal pada Agustus depan. (wan/JPG/r6)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks