alexametrics
Rabu, 15 Juli 2020
Rabu, 15 Juli 2020

Cegah Kerumunan, SMP 2 Mataram Umumkan Kelulusan Via WhatsAPP

MATARAM-Menyikapi pandemi Covid-19, pengumuman kelulusan SMP digelar dengan cara yang sangat sederhana. ”Alhamdulillah, kami sudah umumkan hasilnya lewat grup WA forum kelas,” kata Kepala SMPN 2 Mataram Muhammad Nazuhi, kepada Lombok Post kemarin (5/6).

Sebanyak 332 siswa SMPN 2 Mataram menerima pengumuman tersebut. Dalam pemberitahuan, sekolah tidak mencantumkan nilai. Hanya keterangan lulus atau tidak. Kriteria kelulusan sebelumnya sudah ditentukan Disdik Kota Mataram.

Penilaian didasarkan pada nilai lima semester akhir diambil dari nilai kelas VII-IX semester ganjil, digunakan sebagai nilai kelulusan, sementara nilai kelas IX semester genap, dimasukkan nilai rapor dan lainnya. ”Tahun ini, siswa kami lulus 100 persen karena semua kriteria, sudah memenuhi syarat,” ujarnya.

Nazuhi menjelaskan, untuk pengambilan Surat Keterangan Lulus (SKL), piagam penghargaan bagi siswa berprestasi dan rapot, orang tua harus mengambil secara langsung ke sekolah. ”Sesuai instruksi pemerintah, kami tetap melaksanakan protokol kesehatan pencegahan Covid-19,” jelasnya.

Sebelum orang tua mengambil SKL, terlebih dulu dilakukan pememeriksaan suhu tubuh. Semuanya menggunakan masker, sekolah juga menyediakan tempat cuci tangan, mengatur jarak kursi, disediakan hands sanitizer dan guru yang memberi SKL, menggunakan sarung tangan.

”Kami tidak memakai nomor antrean, siapa yang duluan datang kami langsung arahkan masuk ke aula, dan orang tua juga sangat paham, selesai terima SKL mereka langsung pergi,” kata dia.

Untuk menghindari penumpukan, SMPN 2 Mataram sudah menjadwalkan pengambilan SKL. Sebagai sekolah yang memiliki ratusan siswa hingga 10 kelas. Hari Jumat, pukul 08:00-09:30 WITA, untuk kelas IX A-B, pukul 10:00-11:30 WITA bagi kelas IX C-D. Hari Sabtu, giliran kelas IX E-J.

”Nanti kalau mau legalisir ijazah silakan, kami sarankan kepada orang tua untuk legalisir seperlunya saja,” tandas Nazuhi.

Helmi Fuadi, orang tua siswa dari kelas IX D tidak bisa menyembunyikan perasaan sedih sekaligus bahagia. Sedih karena momen kelulusan yang biasanya dirayakan secara meriah, tidak dilakukan. ”Bahagianya, anak-anak sudah melewati langkah ini,” jelas dia.

Sementara bagi sekolah yang memiliki jumlah siswa IX dibawah 100, memilih membagikan SKL secara langsung kepada orang tua, dilakukan hari ini. ”Kami ada 64 siswa kelas IX,” kata Kepala SMP 21 Mataram Didik Syamsul Hadi.

Semua orang tua yang hadir, diwajibkan memakai masker. ”Apa yang menjadi anjuran pemerintah, dalam pencegahan Covid-19 ini, benar-benar kita laksanakan,” tegasnya. (yun/r9)

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Korona Tinggi, Pola Pencegahan Covid 19 di Mataram Perlu Dievaluasi

emkot Mataram memang bekerja. Mereka berupaya memutus mata rantai penularan virus Korona. Sayangnya, kerja para pemangku kebijakan di Pemkot Mataram itu tanpa inovasi.

Enam Bulan, 19 Kasus Kekerasan Terhadap Anak Terjadi di Mataram

Kasus kekerasan anak di Kota Mataram masih sering terjadi. Buktinya, hingga Juli  tercatat sudah terjadi 19 kasus. “Kebanyakan dari kasus ini perebutan hak asuh,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Mataram Hj Dewi Mardiana Ariany, Selasa (14/7).

Larangan Dicabut, PNS Sudah Boleh Lakukan Perjalanan Dinas

Kebijakan pembatasan perjalanan dinas aparatur sipil negara (ASN) resmi dicabut. Kini ASN dibolehkan ke luar kota. Namun, dengan syarat-syarat khusus.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Mataram, Tanpa Masker Tak Boleh Masuk Pasar

Saat ini, sebagian besar masyarakat NTB memang sudah menggunakan masker. Tapi, banyak pula yang memakai masker hanya sampai dagu atau di leher. Sementara di Kota Mataram dan Lombok Barat yang merupakan dua daerah zona merah dengan kasus Covid-19 terparah, banyak pedagang dan pengunjung pasar yang masih bandel. Mereka ngelencer di pasar tanpa masker.

Sukseskan Kampung Sehat, Tiga Pilar di Loteng Kompak

Pemkab, Polres dan Kodim 1620/Lombok Tengah siap menyukseskan lomba kampung sehat. “Harapannya masyarakat mempunyai kemampuan dan kemandirian dalam penanganan covid-19,” papar Kapolres AKBP Esty Setyo Nugroho saat memimpin upacara tiga pilar di Bencingah Alun-Alun Tastura, Praya, Selasa (14/7/2020).

Paling Sering Dibaca

Usai Pemakaman, Kades Sigerongan Lobar dan Lima Warga Lainnya Reaktif

Aktivitas di Kantor Desa Sigerongan lumpuh. Menyusul hasil rapid test kepala desa dan sejumlah warganya reaktif. Selama 14 hari ke depan, pelayanan di kantor desa ditiadakan sementara.

Korona NTB Masih Parah, Sekolah Hanya Bisa Dibuka di Kota Bima

Ketentuannya, kegiatan di sekolah pada tahun ajaran baru hanya diperbolehkan untuk daerah zona hijau. Karena itu, manakala ada pemerintah daerah yang nekat membuka sekolah non zona hijau. pemerintah pusat memastikan akan memberi sanksi.

Beli Honda ADV150, Hemat Rp 5,7 Juta

Honda ADV150 merupakan skutik penjelajah jalanan canggih dengan desain bodi yang futuristik dan manly. Skutik ini dibekali mesin 150cc eSP yang menyuguhkan performa responsif.

Liburan di Sungai Dodokan Lobar, Bayar Rp 5 Ribu Wisata Sampai Puas

Orang kreatif bisa membuat peluangnya sendiri. Itulah yang dilakukan Siali, warga Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung. Ia membuat Sungai Dodokan jadi spot wisata baru di Lombok Barat (Lobar).

Ikuti Mataram, Lobar Berlakukan Jam Malam

erkembangan pandemi Covid-19 di Lombok Barat (Lobar) semakin mengkhawatirkan. Kasus positif yang mencapai 300 lebih, menjadi atensi penuh Polres Lobar dalam melakukan upaya pencegahan penularan.
Enable Notifications.    Ok No thanks