alexametrics
Sabtu, 25 Juni 2022
Sabtu, 25 Juni 2022

Mahasiswa “Galau” Pikirkan Siapa yang Bakal Memindahkan Tali Toga

Universitas Mataram Gelar Wisuda Online

Pandemi Covid-19, membuat metode wisuda di perguruan tinggi berubah total. Polanya, wisuda daalam jaringan (daring/online). Wisudawan jadi galau.

 

YUYUN ERMA KUTARI, Mataram.

 

Tidak pernah terbayangkan sebelumnya, oleh Baiq Yulia Fatmawati, mahasiswi Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan, Unram. Kini dia dihadapkan pada satu pilihan berat dalam hidupnya.

Oleh Unram, Kampus terbesar di NTB, dia diberi opsi mengikuti wisuda dengan cara yang tak biasa. Wisuda daring.

”Galau banget, aku sampai sekarang masih maju mundur,” katanya, kepada Lombok Post, kemarin (5/6).

Saat ini semua kegiatan mengumpulkan banyak orang dilarang. Sehingga Unram ingin menggelar wisuda daring. Kabar yang didapatnya, penutupan pendaftaran peserta wisuda 12 Juni mendatang. ”Sampai sekarang, aku belum bilang ke orang tua, takut mereka mengiyakan, pernah sih aku sempat bilang tapi becanda gitu, eh malah mereka ketawa, aku makin galau,” ujar gadis yang kerap disapa Ulil ini.

Baca Juga :  Jelang Buka, Sekolah di NTB Harus Siapkan Skema Simulasi

Awalnya, sepekan sebelum pelaksanaan wisuda yang sesungguhnya, kampus mengumumkan pembatalan. ”Kayak zonk banget rasanya, padahal aku udah bikin baju juga, astaga,” serunya.

Kegalauan gadis 22 tahun ini memang beralasan. Wisuda merupakan salah satu momen berharga dalam hidup, yang sangat sayang untuk dilewatkan. Namun wisuda dengan cara virtual juga bukanlah hal yang diinginkan.

Memang, Yang terpenting yudisium. Hanya, tetap saja ada yang kurang dalam benaknya. Wisuda bukan sekedar perayaan yang diartikan biasa-biasa saja.

Dia membayangkan banyak momen berkesan, langka, dan berharga. Misalnya, memindahkan tali toga secara langsung, oleh petinggi kampus. Entah dekan atau rektor yang terekam abadi dalam sebuah foto. Silaturahmi bersama teman-teman seangkatan juga dirindukan momennya.

Kawan jauh datang hanya untuk memberi ucapan selamat, rasa haru sekaligus bahagia saat nama dipanggil, melihat orang tua menangis lega. Karena anaknya berhasil lulus. Itu semua ada dalam bayangannya.

”Apalagi wisuda ini kayak satu batu loncatan dalam hidup, jadi apapun itu pasti berkesan banget, ini juga yang ditunggu selama empat tahun kuliah,” kata dia.

Baca Juga :  Implementasi MBKM, Unram Kerja Sama dengan PT Charoen Pokphand Indonesia

 

Dirinya paham, kampus sedang berusaha melaksanakan setiap kegiatan, dengan tetap menyikapi perkembangan kasus Pandemi Covid-19. Namun, besar harapannya, kegiatan wisuda ini bisa di undur. ”Nggak apa-apa sih kita harus nunggu, karena saya juga sempat bikin survei Instagram dan yang yudisium Maret, rata-rata setuju, kalau wisudanya di undur,” ujarnya.

Kendati demikian, dirinya mengapresiasi apa yang dilakukan pihak kampus. Dengan menggelar wisuda daring dan tidak ada yang salah untuk itu. Setidaknya, kampus ingin memberikan wadah kepada mahasiswa dan tidak ada paksaan untuk harus ikut wisuda daring tersebut. ”Tetapi smpai sekarang aku belum nentukan pilihan, masih banyak yang aku pertimbangkan,” imbunya.

Dia masih harus memantapkan diri. Ikut wisuda jarak jauh, atau sekalian saja tak ikut. (*/r9)

 

 

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/