alexametrics
Rabu, 15 Juli 2020
Rabu, 15 Juli 2020

Mahasiswa “Galau” Pikirkan Siapa yang Bakal Memindahkan Tali Toga

Universitas Mataram Gelar Wisuda Online

Pandemi Covid-19, membuat metode wisuda di perguruan tinggi berubah total. Polanya, wisuda daalam jaringan (daring/online). Wisudawan jadi galau.

 

YUYUN ERMA KUTARI, Mataram.

 

Tidak pernah terbayangkan sebelumnya, oleh Baiq Yulia Fatmawati, mahasiswi Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan, Unram. Kini dia dihadapkan pada satu pilihan berat dalam hidupnya.

Oleh Unram, Kampus terbesar di NTB, dia diberi opsi mengikuti wisuda dengan cara yang tak biasa. Wisuda daring.

”Galau banget, aku sampai sekarang masih maju mundur,” katanya, kepada Lombok Post, kemarin (5/6).

Saat ini semua kegiatan mengumpulkan banyak orang dilarang. Sehingga Unram ingin menggelar wisuda daring. Kabar yang didapatnya, penutupan pendaftaran peserta wisuda 12 Juni mendatang. ”Sampai sekarang, aku belum bilang ke orang tua, takut mereka mengiyakan, pernah sih aku sempat bilang tapi becanda gitu, eh malah mereka ketawa, aku makin galau,” ujar gadis yang kerap disapa Ulil ini.

Awalnya, sepekan sebelum pelaksanaan wisuda yang sesungguhnya, kampus mengumumkan pembatalan. ”Kayak zonk banget rasanya, padahal aku udah bikin baju juga, astaga,” serunya.

Kegalauan gadis 22 tahun ini memang beralasan. Wisuda merupakan salah satu momen berharga dalam hidup, yang sangat sayang untuk dilewatkan. Namun wisuda dengan cara virtual juga bukanlah hal yang diinginkan.

Memang, Yang terpenting yudisium. Hanya, tetap saja ada yang kurang dalam benaknya. Wisuda bukan sekedar perayaan yang diartikan biasa-biasa saja.

Dia membayangkan banyak momen berkesan, langka, dan berharga. Misalnya, memindahkan tali toga secara langsung, oleh petinggi kampus. Entah dekan atau rektor yang terekam abadi dalam sebuah foto. Silaturahmi bersama teman-teman seangkatan juga dirindukan momennya.

Kawan jauh datang hanya untuk memberi ucapan selamat, rasa haru sekaligus bahagia saat nama dipanggil, melihat orang tua menangis lega. Karena anaknya berhasil lulus. Itu semua ada dalam bayangannya.

”Apalagi wisuda ini kayak satu batu loncatan dalam hidup, jadi apapun itu pasti berkesan banget, ini juga yang ditunggu selama empat tahun kuliah,” kata dia.

 

Dirinya paham, kampus sedang berusaha melaksanakan setiap kegiatan, dengan tetap menyikapi perkembangan kasus Pandemi Covid-19. Namun, besar harapannya, kegiatan wisuda ini bisa di undur. ”Nggak apa-apa sih kita harus nunggu, karena saya juga sempat bikin survei Instagram dan yang yudisium Maret, rata-rata setuju, kalau wisudanya di undur,” ujarnya.

Kendati demikian, dirinya mengapresiasi apa yang dilakukan pihak kampus. Dengan menggelar wisuda daring dan tidak ada yang salah untuk itu. Setidaknya, kampus ingin memberikan wadah kepada mahasiswa dan tidak ada paksaan untuk harus ikut wisuda daring tersebut. ”Tetapi smpai sekarang aku belum nentukan pilihan, masih banyak yang aku pertimbangkan,” imbunya.

Dia masih harus memantapkan diri. Ikut wisuda jarak jauh, atau sekalian saja tak ikut. (*/r9)

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Korona Tinggi, Pola Pencegahan Covid 19 di Mataram Perlu Dievaluasi

emkot Mataram memang bekerja. Mereka berupaya memutus mata rantai penularan virus Korona. Sayangnya, kerja para pemangku kebijakan di Pemkot Mataram itu tanpa inovasi.

Enam Bulan, 19 Kasus Kekerasan Terhadap Anak Terjadi di Mataram

Kasus kekerasan anak di Kota Mataram masih sering terjadi. Buktinya, hingga Juli  tercatat sudah terjadi 19 kasus. “Kebanyakan dari kasus ini perebutan hak asuh,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Mataram Hj Dewi Mardiana Ariany, Selasa (14/7).

Larangan Dicabut, PNS Sudah Boleh Lakukan Perjalanan Dinas

Kebijakan pembatasan perjalanan dinas aparatur sipil negara (ASN) resmi dicabut. Kini ASN dibolehkan ke luar kota. Namun, dengan syarat-syarat khusus.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Mataram, Tanpa Masker Tak Boleh Masuk Pasar

Saat ini, sebagian besar masyarakat NTB memang sudah menggunakan masker. Tapi, banyak pula yang memakai masker hanya sampai dagu atau di leher. Sementara di Kota Mataram dan Lombok Barat yang merupakan dua daerah zona merah dengan kasus Covid-19 terparah, banyak pedagang dan pengunjung pasar yang masih bandel. Mereka ngelencer di pasar tanpa masker.

Sukseskan Kampung Sehat, Tiga Pilar di Loteng Kompak

Pemkab, Polres dan Kodim 1620/Lombok Tengah siap menyukseskan lomba kampung sehat. “Harapannya masyarakat mempunyai kemampuan dan kemandirian dalam penanganan covid-19,” papar Kapolres AKBP Esty Setyo Nugroho saat memimpin upacara tiga pilar di Bencingah Alun-Alun Tastura, Praya, Selasa (14/7/2020).

Paling Sering Dibaca

Usai Pemakaman, Kades Sigerongan Lobar dan Lima Warga Lainnya Reaktif

Aktivitas di Kantor Desa Sigerongan lumpuh. Menyusul hasil rapid test kepala desa dan sejumlah warganya reaktif. Selama 14 hari ke depan, pelayanan di kantor desa ditiadakan sementara.

Korona NTB Masih Parah, Sekolah Hanya Bisa Dibuka di Kota Bima

Ketentuannya, kegiatan di sekolah pada tahun ajaran baru hanya diperbolehkan untuk daerah zona hijau. Karena itu, manakala ada pemerintah daerah yang nekat membuka sekolah non zona hijau. pemerintah pusat memastikan akan memberi sanksi.

Beli Honda ADV150, Hemat Rp 5,7 Juta

Honda ADV150 merupakan skutik penjelajah jalanan canggih dengan desain bodi yang futuristik dan manly. Skutik ini dibekali mesin 150cc eSP yang menyuguhkan performa responsif.

Liburan di Sungai Dodokan Lobar, Bayar Rp 5 Ribu Wisata Sampai Puas

Orang kreatif bisa membuat peluangnya sendiri. Itulah yang dilakukan Siali, warga Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung. Ia membuat Sungai Dodokan jadi spot wisata baru di Lombok Barat (Lobar).

Ikuti Mataram, Lobar Berlakukan Jam Malam

erkembangan pandemi Covid-19 di Lombok Barat (Lobar) semakin mengkhawatirkan. Kasus positif yang mencapai 300 lebih, menjadi atensi penuh Polres Lobar dalam melakukan upaya pencegahan penularan.
Enable Notifications.    Ok No thanks