alexametrics
Senin, 21 September 2020
Senin, 21 September 2020

Sekolah Swasta Jangan Mengemis Siswa, Fokus Tingkatkan Branding!

MATARAM-Kemendikbud RI memberikan BOS Kinerja dan Afirmasi untuk sekolah swasta dan negeri yang memenuhi kriteria. Hal itu guna mengurangi dampak keterpurukan ekonomi akibat pandemi.

”Iya, sudah ada penetapan,” kata Ketua MKKS SMA Swasta Kota Mataram Baidawi, pada Lombok Post, Rabu (5/8/2020).

Akhir Juli lalu, sekolah-sekolah swasta sudah menandatangani SK penetapan. Hanya saja, belum ada kepastian pencairan.

”Kita masih menunggu kabar juga,” imbuhnya.

Berdasarkan ketentuan terbaru, dana BOS Afirmasi dan BOS Kinerja yang akan diberikan untuk tiap sekolah  jenjang SD, SMP, SMA, SMK, SLB yang memenuhi kriteria Rp 60 juta per tahun. Dana akan disalurkan langsung dari Kemenkeu RI ke rekening sekolah.

Baidawi menerangkan, BOS tersebut harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Jadikan bantuan tersebut sebagai peluang bagi sekolah swasta, dalam rangka meningkatkan performance dan branding sekolah.

”Sudahlah, jangan kita mengemis siswa lagi, jadi kita maksimalkan sekarang ini apa yang kita punya,” tegas dia.

Dengan menciptakan branding, menjadikan sekolah swasta dikenal. Dirinya menyebut, banyak hal untuk menaikkan citra sekolah. Salah satunya, dengan menggandeng partner dari dunia usaha atau industri, sambil memaksimalkan potensi sekolah.

”Sehingga sekolah-sekolah swasta, bisa menjadi tujuan utama, tempat anak-anak mendaftar,” kata dia.

Berkaca dari PPDB, sekolah swasta kerap mengeluh dengan jumlah siswanya yang semakin menurun. Klasik, alasannya sulit bersaing dengan sekolah negeri, yang sudah punya nama.

Karena itu, Baidawi terus mengingatkan, sekolah swasta tidak bisa berpangku tangan. Tak bisa juga terus mengharapkan bantuan dinas. Sekolah harus berupaya mengubah pola pikir. Bahwa sekolah yang bagus, akan terus dicari oleh peserta didik, bukan sebaliknya.

”Kita sendiri yang harus membesarkan sekolah ini,” tandas dia.

Kepala Bidang Pembinaan SMA Dinas Dikbud NTB H Muhammad Fauzan mendorong kepala sekolah kreatif. Menciptakan berbagai macam inovasi melalui program-program yang nantinya akan membentuk ciri khas atau branding.

”Jadi orang tua begitu melihat brand-nya, pasti akan tertarik mendaftarkan anaknya ke sekolah itu, ciri khas itu sebagai magnet,” jelasnya. (yun/r9)

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Simulasi KBM Tatap Muka SMA Sederajat di NTB Pekan Kedua Dimulai

Simulasi KBM tatap muka untuk SMA sederajat di NTB memasuki pekan kedua. ”Sambil kami tetap memantau perkembangan penyebaran Pandemi Virus Korona,” kata Kepala Dinas Dikbud NTB H Aidy Furqan, pada Lombok Post, Minggu (20/9/2020).  

Mendikbud Pastikan Wacana Penghapusan Mapel Sejarah Hoaks

”Tidak ada sama sekali kebijakan regulasi atau perencanaan penghapusan mata pelajaran sejarah di kurikulum nasional,” tegas dia.

HARUM Goda Pemilih Millenial Lewat Lomba Film Pendek dan E-Sport

Bakal Calon Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana mencoba menggoda pemilih milenial. Caranya, dengan menggelar film pendek dan e-sport. "Orang yang menggeluti dunia film tidak banyak. Bagi sebagian orang ini ekslusif. Prosesnya panjang," kata Mohan Sabtu malam (19/9) lalu.

Cerita Shaina Babheer saat Memerankan Sosok Kikin dalam film MOHAN

Shaina Azizah Putri dipilih untuk memerankan sosok Kikin Roliskana dalam film pendek berjudul "Mohan". Ini menjadi tantangan baru bagi dara yang sudah membintangi beberapa sinetron dan FTV nasional ini.

“Menara Eiffel”di Desa Seruni Mumbul Lombok Timur Ramai Pengunjung

Pengelola wisata Denda Seruni, Desa Seruni Mumbul, Kecamatan Pringgabaya tak ingin puas dengan keberhasilannya menyedot wisatawan. Realisasi target PADes Rp 30 juta per bulan harus dapat bertambah.

Bale Mediasi Lotim Damaikan Delapan Perselisihan

SELONG-Permohonan mediasi terus berdatangan ke Bale Mediasi Lotim. “Sudah ada 36 permohonan yang masuk,” kata Koordinator Administrasi Bale Mediasi Lotim Lalu Dhodik Martha Sumarna pada Lombok Post, kemarin (18/9).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.
Enable Notifications    Ok No thanks