alexametrics
Selasa, 22 September 2020
Selasa, 22 September 2020

Miris, Buta Aksara NTB Nomor Dua Nasional

MATARAM-Persoalan buta aksara di NTB belum tuntas. ”Tidak boleh dibiarkan berlarut-larut,” kata Kepala BP PAUD dan Dikmas NTB Suka, pada Lombok Post, Minggu (6/9/2020).

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan tingginya buta aksara Indonesia, di enam daerah. Papua masih tertinggi dengan 21,9 persen. Disusul NTB 7,46 persen, NTT 4,24 persen, Sulawesi Selatan 4,22 persen, Sulawesi Barat 3,98 persen, dan Kalimantan Barat 3,81 persen. Data buta aksara ini berdasarkan usia 15-59 tahun.

Ia mendorong NTB melanjutkan program nasional gerakan pemberantasan buta aksara. Gerakan ini pernah ada pada era pemerintahan Gubernur HM Zainul Majdi. Namun era Gubernur H Zulkieflimansyah saat ini, tidak lagi terdengar gaungnya.

”Seharusnya program semacam ini ada tindak lanjut, tidak boleh dilakukan setengah-setengah. Untuk melestarikan minat baca, supaya tetap ada,” tegas dia.

Maksud program tersebut, pendidikan yang diselenggarakan bagi masyarakat penyandang buta aksara untuk menumbuhkan dan mengembangkan kemampuan keaksaraan. Meliputi membaca, menulis dan berhitung.

Serta keterampilan fungsional yang dibutuhkan, terkait dengan kemampuan keaksaraan itu. Sehingga bisa menguasai pengetahuan dasar yang dibutuhkan dalam komunitasnya. ”Masyarakat akan belajar, yang terbagi dalam Kelompok Belajar Usaha (KBU),” ujarnya.

Dengan posisi NTB kedua terbawah secara nasional, seharusnya pemda bergerak melalukan revitalisasi Taman Bacaan Masyarakat (TBM) dan memperbanyak perpustakaan desa.

”Menjadi tempat bagi mereka, untuk belajar, menambah pengetahuan, menyalurkan bakat, yang dikelola dan dilaksanakan sendiri oleh warga,” tandas Suka.

Terpisah, Kepala LPMP NTB H Mohammad Mustari mengatakan, pemda melalui TP PKK gencar menyosialisasikan keaksaraan kepada masyarakat. ”Mereka ini yang lebih dekat dan terjun langsung ke masyarakat,” jelasnya.

Menurutnya, tinggi rendah tingkat kualitas SDM, salah satunya ditentukan indikator angka buta aksara. Karena itu, TP PKK provinsi, bisa membentuk pokja untuk pendataan dan pendampingan.

”Pemberantasan buta aksara ini, masuk ke pendidikan informal, maka pemerintah bisa memperbanyak PKBM, menyasar majelis taklim, guna kampanye keaksaraan,” kata Mustari. (yun/r9)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Desa Mantang Masuk Nominasi Juara Lomba Kampung Sehat

Desa Mantang menjadi salah satu desa yang masuk nominasi juara pada Lomba Kampung Sehat di Lombok Tengah. Total ada 10 desa terbaik dari 139 desa dan kelurahan yang mengikuti lomba dari Gumi Tatas Tuhu Trasna.

Jasa Raharja NTB turut Berpartisipasi Meriahkan Hut Lantas Ke-65

Sebagai bentuk koordinasi dan memperkokoh sinergi Kepala Cabang Jasa Raharja (JR) NTB bersama jajaran, Selasa (22/9) turut serta memeriahkan puncak HUT Lalu Lintas Bhayangkara Ke-65.

Sejak Pandemi, Omzet Pedagang Pasar Tradisional Turun 40 persen

”Penurunan omzet juga diikuti penurunan kapasitas pedagang di pasar sebesar 40 persen,” katanya saat ditemui di ruang kerja, Senin (21/9/2020).

Manfaatkan Simulasi KBM Tatap Muka untuk Pembiasaan Pola Hidup Sehat

”Kita lihat mana yang belum pakai masker sekaligus kita kampanye 3M itu, bersama guru-guru yang lain,” jelas Winarna.

Menag Positif Korona, UIN Mataram Langsung Instruksikan Pegawai WFH

”Pegawai UIN Mataram semaksimal mungkin, agar bekerja dari rumah menyelesaikan tugas masing-masing,” tegas dia.

Tagih Piutang Rp 3 Miliar PT GNE Libatkan Kejaksaan

Sekitar Rp 3 miliar uang PT Gerbang NTB Emas (GNE) tercatat sebagai piutang. Sejumlah perusahaan masih berhutang pada perusahaan daerah milik Pemprov NTB ini. “Makanya kita akan menggunakan JPN (jaksa pengacara negara) untuk menagih,” kata Direktur PT GNE Samsul Hadi, Jumat (18/9).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...
Enable Notifications    Ok No thanks