alexametrics
Minggu, 12 Juli 2020
Minggu, 12 Juli 2020

SMA di NTB Dilarang Tolak Anak Berkebutuhan Khusus

MATARAM-SMA sederajat diwajibkan melayani dan menerima Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). ”Jangan tolak mereka,” kata Kepala Bidang PK-PLK Dinas Dikbud NTB Hj Eva Sofia Sari, jelang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran 2020/2021.

 

Diakui, pihaknya saat ini belum memonitor secara mendalam. Sehingga, ada kemungkinan sekolah yang menolak kehadiran ABK. Padahal itu tidak boleh. Berdasarkan Peraturan Gubernur NTB Nomor 2 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Inklusif, semua sekolah memiliki kewajiban untuk itu. ”Kita sudah punya aturan, mereka harus melayani,” tegasnya.

 

Contoh yang sudah menyelenggarakan  pendidikan inklusi, adalah SMAN 6 Mataram, SMAN 1 Mataram, dan SMAN 5 Mataram. Sementara sekolah lain masih berproses dan diwajibkan bermuara ke arah sana. ”Untuk yang lain memang perlu dan butuh waktu, tetapi kami terus melakukan pendekatan dengan KCDnya,” jelas Eva.

 

Menerima ABK untuk melanjutkan pendidikan di sekolah reguler, tetap harus memenuhi syarat. Seperti fasilitas dan tenaga pendidik. Karena sebelum menyelenggarakan pendidikan inklusi, sekolah bersangkutan terlebih dulu, mengajukan proposal ke KCD, dengan menyertakan keterangan lengkap mengenai tim di sekolah yang akan mengurus ABK. Itu diajukan ke Bidang PK-PLK Dinas Dikbud NTB dan terakhir ke Kemendikbud RI.

 

”Nanti ada surat keterangan bahwa sekolah itu diakui sebagai sekolah inklusi, jadi ada pengakuan pusat misalnya SMAN 1 Mataram menjadi bagian dari itu,” ujarnya.

 

Kendati demikian, sekolah inklusi menerima calon siswa ABK yang memiliki tingkat ketunaan tidak terlalu parah. Sebab, mereka akan mengikuti peraturan yang sama seperti siswa sekolah reguler. ”Jadi yang masih bisa mengikuti pembelajaran, seperti anak-anak biasa,” kata dia.

 

Rencananya Eva juga akan menjalin kerja sama dengan dinas pendidikan di kabupaten kota, yang menaungi jenjang SD dan SMP. ”Kabupaten kota harus menyelenggarakan sekolah inklusi,” pungkas dia.

 

Kepala SMAN 5 Mataram A Rafiq sepakat sekolah harus menyelenggarakan pendidikan inklusi. Khusus pihaknya, sudah memiliki pengalaman selama tiga tahun terakhir. ”Kita sudah ada tempat koordinasinya, yang terpenting dan utama kita melayani dan menerima dulu,” tegasnya. (yun/r9)

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Mataram Aktifkan Jam Malam, Lampu Jalan Dipadamkan

Pemkot Mataram kembali menerapkan aturan jam malam. Warga dilarang berkumpul di ruang publik di atas jam 10 malam. ”Sudah kita berlakukan lagi mulai pertengahan minggu ini,” kata Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh.

Berpolitik Praktis Tiga PNS Mataram Dapat Sanksi

Tiga ASN/PNS Pemkot Mataram mendapat sanksi dari pejabat pembina kepegawaian (PPK). ”Sudah kita lakukan. Ada sekitar tiga dari enam orang yang pernah diklarifikasi Bawaslu,” kata Sekda Kota Mataram H Effendi Eko Saswito

Dewan Mataram Sorot Kualitas Makanan untuk Pasien Korona

Pansus pengawasan covid DPRD Kota Mataram mengkritisi penanganan pasien di Wisma Nusantara (Wisnu). ”Pas kunjungan ke sana, kita tanyakan beberapa hal. Salah satunya soal makanan,” kata Ketua Pansus Abdurrachman,

Ke Praya Tak Pakai Masker, Siap-siap Dihukum Push Up

Menurunnya kesadaran warga menggunakan masker membuat jajaran Polres Lombok Tengah menggelar razia. “Kami sasar pasar-pasar dan pusat pertokoan di wilayah Praya,” kata Kasatnarkoba Polres Loteng Iptu Hizkia Siagian, Jumat (10/7).

JPS Gemilang III Segera Disalurkan, Mudah-mudahan Tepat Sasaran

antuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang tahap III segera disalurkan. Gubernur NTB H Zulkieflimansyah meminta penyaluran JPS yang terakhir ini dilakukan tanpa cela.

Pemerintah Janji Bantu UMKM NTB Terdampak Korona, Ini Syaratnya

encairan bantuan Rp 800 triliun bagi UMKM dan IKM masih menunggu petujuk pemerintah pusat. ”Kita tunggu petunjuk teknisnya dari kementerian koperasi UKM,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTB Wirajaya Kusuma, Jumat (10/7

Paling Sering Dibaca

Diserang Penjahat, Perwira Polisi di Sumbawa Meninggal Dunia

IPDA Uji Siswanto, Kepala Unit (Kanit) Reskrim Polsek Utan, Sumbawa gugur dalam bertugas. Ayah tiga anak ini diserang oleh seorang terlapor berinisial RH alias Bim kasus pengancaman. Korban diserang, setelah mendamaikan warga dengan terduga pelaku.

Duka di Lombok Utara, Suami Tewas Tergantung, Istri Tergeletak di Ranjang

Warga Dusun Sumur Jiri, Desa Santong Mulia, Kecamatan Kayangan, Lombok Utara, geger. Pasangan suami istri (pasutri) berinisial S, 25 tahun dan R, 20 tahun ditemukan tewas di dalam rumahnya, Minggu malam (5/7).

12 Karyawan Bank di Cilinaya Mataram Positif Korona

Di Kelurahan Cilinaya misalnya. Di sini tercatat ada 12 karyawan salah satu bank terpapar virus Korona. “Sebenarnya hanya satu. Namun setelah kita tracing, menjadi 12 orang yang positif,” kata Lurah Cilinaya I Gusti Agung Nugrahini, Kamis (9/7)

Pakai Narkoba, Satu Anggota Polisi Ditangkap di Mataram

Tim Subdit II Ditresnarkoba Polda NTB menangkap jaringan narkoba di salah satu hotel di mataram dua pekan lalu. Sebanyak empat orang berinsial E, LA, AD, dan SL. “E adalah polisi aktif, LA dan AD pecatan polisi, SL warga sipil,” kata Dirresnarkoba Polda NTB Kombes Pol Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf, kemarin (10/7).

PKS Berpeluang Kocok Ulang Figur di Pilbup Lombok Tengah

Peta kekuatan politik Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) di Lombok Tengah (Loteng) tampak berimbang. Ini terlihat dari hasil survei yang dilakukan PKS bekerja sama dengan Olat Maras Institute (OMI).
Enable Notifications.    Ok No thanks