alexametrics
Kamis, 26 November 2020
Kamis, 26 November 2020

Kadis Dikbud NTB Imbau Pelajar Jangan Ikut-ikutan Demo

MATARAM-Selama demonstari menolak UU Omnibus Law Cipta Kerja, sejumlah pelajar ditengarai ikut ambil bagian. ”Sebaiknya tidak perlu mengikuti hal semacam ini,” kata Kepala Dinas Dikbud NTB H Aidy Furqan, pada Lombok Post, Kamis (8/10/2020).

Atas sejumlah temuan di berbagai daerah, dia mengatakan prihatin. Menurutnya, tingkat pemahaman pelajar belum sepenuhnya mengerti apa yang sebenarnya terjadi. ”Mereka ini belum sampai pada tingkat berpikir dan analisa untuk merespons sebuah kebijakan,” jelasnya.

Peserta didik saat ini masih fokus pada perkembangan kognitif dan psikomotoriknya yang masih terbatas. ”Sehingga tidak bagus mereka mengikuti demo,” ujarnya.

Aidy mengimbau seluruh pelajar se-NTB agar ambil bagian. ”Sekarang fokus dulu menyelesaikan tugas sebagai pelajar,” tegas dia.

Pesannya itu untuk menghindari hal-hal buruk. ”Jangan sampai nanti kalau ikut, malah menjadi sasaran atau tertimpa kejadian yang tidak kita inginkan,” ujarnya

”Namanya ikut-ikutan ya, sebaiknya tidak usah,” sambung Aidy.

Kalaupun tertarik mengikuti perkembangan, sarannya cukup mengikuti informasi melalui media. ”Harapan saya, anak-anak SMA, SMK bisa menahan diri,” tegasnya.

Dinas Dikbud NTB juga mengimbau pihak sekolah bisa mengawasi. ”Kalau ada indikasi maupun laporan agar segera melakukan pengendalian, saya rasa peran orang tua harus ada,” pungkasnya.

Terpisah, Kepala SMKN 3 Mataram Ruju Rahmad mengatakan, telah berkoordinasi dengan seluruh wali kelas. Mereka berkomunikasi dengan orang tua atau wali siswa, agar mengontrol segala kegiatan anaknya.

”Supaya tidak gampang dipengaruhi orang di ajak, untuk ikut hal-hal yang belum spaham tujuan dan hal hal yang merusak sesuatu milik negara,” tegasnya. (yun/r9)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

La Nyalla Dorong Promosi MotoGP Harus Digencarkan

”Kalau ada gambaran utuh, entah melalui tayangan video, infografis, dan konten lain mengenai manfaat dan untungnya pembangunan, pasti dukungan masyarakat semakin kuat,” jelas mantan Ketua Umum PSSI itu.

Sebut Kerja Sama Pemprov-PT GTI Kontrak Jahat, Dewan Minta KPK Turun

”Harus KPK masuk. Melakukan penelusuran, penyelidikan kenapa bisa terjadi seperti itu,” kata Wakil Ketua DPRD NTB Mori Hanafi, Rabu (25/11/2020).

Sepi Pembeli, Perajin Gerabah Banyumulek Terpaksa Alih Profesi

”Awal Korona pesanannya membludak sekali. Sekarang satu saja kalau bisa  terjual,” ujar Hj Khairunnisa, pemilik toko Banyu Andika salah satu toko pengepul kerajinan gerabah, Rabu (25/11/2020).

Sekolah di NTB Sambut Kebijakan Pembukaan Sekolah

Ditegaskan, pihaknya tetap berkomitmen menerapkan protokol kesehatan secara ketat. ”Menyongsong tahun depan ini, kami juga akan betul-betul mempersiapkan segalanya,” kata Wahyuni.

Perekrutan PPPK, Honorer Berharap Masa Pengabdian Jadi Tolok Ukur

”Seharusnya, pengabdian yang sudah kami lakukan selama belasan tahun, harus dijadikan tolok ukur kemampuan kami,” tegas dia.

Sejarah Vaksinasi Massal di Indonesia, Upaya Pencegahan Penyakit

Vaksin bukanlah hal baru buat masyarakat Indonesia. Sudah puluhan tahun Indonesia akrab dengan vaksin. Sejarah vaksin di Indonesia secara resmi dimulai tahun 1956, ketika dilakukannya vaksinasi cacar. Pemberian vaksin ini diakui sebagai salah satu upaya pencegahan yang cukup efektif dalam upaya memerangi satu wabah penyakit.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Kisah Sukses Juragan Lobster NTB : Sekali Panen Rp 1 Miliar

Budi daya lobster sungguh menjanjikan. Inilah hikayat mereka-mereka yang hidupnya berbalik 180 derajat karena lobster. Sekali panen, ratusan juta hingga Rp 1 miliar bisa...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Korona Meningkat, Libur Panjang Akhir Tahun Ini Bisa Dibatalkan

Pemerintah mempertimbangkan untuk memperpendek atau meniadakan sama sekali libur panjang pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) tahun 2020 ini jika penerapan protokol kesehatan pada liburan Maulid Nabi akhir Oktober lalu dianggap tidak efektif.

Akta Kelahiran Anak Kini Bisa Dibuat tanpa Buku Nikah

Akta kelahiran anak kini bisa dibuat tanpa melampirkan buku nikah atau akta nikah orang tua. “Sekarang ada namanya SPTJM (Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak) pernikahan sebagai syarat buat akta kelahiran,” kata Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kota Mataram Chairul Anwar.
Enable Notifications    OK No thanks