alexametrics
Rabu, 2 Desember 2020
Rabu, 2 Desember 2020

Lombok Barat Mulai Buka Sekolah, Uji Coba Tujuh SD dan Lima SMP

GIRI MENANG-Lombok Barat kini berstatus zona kuning penyebaran Covid-19. Karenanya, Pemkab Lobar memutuskan membuka kegiatan pembelajaran di sekolah.

”Sudah ada persetujuan dari pak bupati dan rekomendasi Dikes Lobar,” kata Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar (Dikdas) Dinas Dikbud Lobar H Muzapir, pada Lombok Post, kemarin (8/11/2020).

Pembukaan sekolah mulai berjalan hari ini (9/11). Namun belum diberlakukan secara menyeluruh, pada satuan pendidikan di Lobar. ”Kita lakukan terlebih dulu pada 11 sekolah percontohan,” imbuhnya.

Sembilan sekolah negeri dan dua sekolah swasta. Meliputi SMPN 1 Labuapi, SMPN 1 Lembar, SMPN 1 Gunungsari, SMPN 2 Kuripan, dan SMPN 2 Lingsar.

”Untuk Sekolah Dasar (SD) ada SDN 1 Gerung Utara, SDN 1 Gelogor, SDN 1 Dasan Tereng dan SDN 1 Sandik,” ujarnya.

”Kemudian SDIT Insan Mulia Kediri dan SDIT Lentera Hati Sesela,” sambung Muzapir.

Satuan pendidikan yang lain, tetap menerapkan Pembejalaran Jarak Jauh (PJJ). Sekolah percontohan wajib menjalankan pola belajar sesuai SKB empat menteri. ”Atur jam belajar, gunakan sistem shift dan blok, terapkan protokol kesehatan dan yang lainnya,” ujar Muzapir.

Pemberlakuan belajar tatap muka langsung di sekolah, tidak memiliki batasan waktu. ”Kami mengacu pada perkembangan Pandemi Covid-19 di Lobar,” terangnya.

Evaluasi dilakukan langsung oleh Dinas Dikbud Lobar dan pengawas pembina masing-masing sekolah. ”Kita harapkan, besok (Hari ini, Red), pengawas sudah turun memantau,” tegasnya.

Laporan yang diberikan harus transparan dan objektif. ”Kalau nanti ada kasus positif di sekolah, kami akan tegas ambil kebijakan, sekolah itu ditutup sementara dan lanjutkan BDR,” pungkasnya.

Terpisah, Kepala SMPN 2 Kuripan Darsiah mengatakan, satu kelas akan diisi 15 siswa. Setiap harinya, siswa melakukan pembelajaran tatap muka sistem blok.

”Karena pakai sistem blok  ,maka siswa belajar tiga hari seminggu. Jam 7.30-11.00 Wita,” jelas dia.

Dikatakan, sekolah sudah menyiapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) protokol kesehatan. ”Semua warga sekolah wajib pakai masker, cek suhu tubuh, suci tangan, untuk memastikan siswa dan guru dalam kondisi sehat,” terangnya.

Orang tua yang menyetujui kegiatan itu, wajib menandatangani surat pernyataan persetujuan pembelajaran tatap muka. ”Sudah kami lakukan dan rata-rata orang tua setuju,” klaim Darsiah.

Pihak sekolah juga akan melakukan monitoring evaluasi mingguan. ”Kami tetap berpegang teguh pada penerapan protokol kesehatan sambil terus disempurnakan,” pungkasnya. (yun/r9)

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Pegadaian Catat Kinerja Positif Meski Pandemi

”Ini dari jumlah total pembiayaan kedua program kami, yakni gadai dan non gadai,” ujar M Arif Fanany, kepala Departemen Mikro PT Pegadaian Persero Area Ampenan, Selasa (1/12/2020).

STIE AMM Disegel, Pihak Terkait Diingatkan Jangan Korbankan Mahasiswa

”Secara psikologis kan trauma itu (mahasiswa, Red),” kata Pengamat Pendidikan Prof H Mahyuni, saat dikonfirmasi Lombok Post, Selasa (1/12/2020).

Dikbud NTB Semprot Kepala Sekolah, Tak Libatkan KTU Susun RKAS

”Kelihatan ini pada saat kita evakin (evaluasi kinerja, Red),” jelasnya, saat pembukaan rapat koordinasi dan evaluasi Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik SMA tahap III untuk Pulau Sumbawa, di Senggigi, Senin malam (30/11/2020).

HARUM Jadikan RTH sebagai Pengendali Banjir

Sebagai sebuah wilayah yang berada di hilir sungai Mataram kerap mendapatkan air kiriman dari hulu ketika musim penghujan tiba. Ditambah dengan hujan di Mataram, kiriman air dalam jumlah besar mengakibatkan terjadinya genangan dan banjir.

Menolak Miskin, Pusparini, Tukang Sapu Jalan yang Memilih Keluar dari PKH

Banyak orang kaya bermental miskin. Namun ada juga masyarakat kurang mampu tapi bermental kaya. Pusaparini, warga Lingkungan Karang Anyar Kelurahan Pagesangan Timur salah satunya.

Pemkot Mataram Berencana Gaji 1800 Ketua RT

Rancangan APBD tahun anggaran 2021 telah ditetapkan oleh DPRD Kota Mataram dan eksekutif, kemarin (30/11). Dalam APBD tahun 2021 ini, ada beberapa kebijakan yang dibuat oleh Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh di akhir masa jabatannya.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Bantuan Subsidi Upah, Guru Honorer dapat Rp1,8 Juta

Pemerintah memperluas sasaran penerima Bantuan Subsidi Upah (BSU). Kali ini, giliran tenaga pendidik dan guru non-PNS yang akan mendapat bantuan hibah sebesar Rp 1,8 juta. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menyebutkan, bantuan ini diharapkan mampu meningkatkan kemampuan ekonomi para dosen, guru, dan tenaga kependidikan non-PNS yang selama ini ikut terdampak pandemi COVID-19.

Kisah Sukses Juragan Lobster NTB : Sekali Panen Rp 1 Miliar

Budi daya lobster sungguh menjanjikan. Inilah hikayat mereka-mereka yang hidupnya berbalik 180 derajat karena lobster. Sekali panen, ratusan juta hingga Rp 1 miliar bisa...

Selamat! Ini Pemenang Simpedes BRI Periode 1 Tahun 2020

”Mudah-mudahan dengan acara ini, nasabah BRI semakin loyal, semakin berkembang, dan semakin semarak bertransaksi,” tuturnya.
Enable Notifications    OK No thanks