alexametrics
Sabtu, 20 Agustus 2022
Sabtu, 20 Agustus 2022

Meski Pandemi, Unram Tak Turunkan Bobot Soal

MATARAM-Jelang pelaksanaan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), Unram kini aktif melakukan sosialisasi. Terutama melalui sosial media. ”Kami juga menyosialisasikan UTBK untuk SBMPTN dan tes dari Jalur Mandiri,” tegas WR I Unram Agusdin, saat dikonfirmasi Lombok Post, (9/2).

Tahun ini, Unram menargetkan peserta yang ikut tes masuk, melalui tiga jalur, yakni SNMPTN, SBMPTN dan Mandiri mencapai 5.800 orang. ”Kami sudah bagi kuotanya per masing-masing jalur, kalau SNMPTN itu 20 persen, SBMPTN-nya 50 persen, dan kuota dari jalur mandiri itu 30 persen,” jelas dia.

Dirinya meminta, siswa kelas XII SMA sederajat, untuk mempersiapkan diri. Dia mengerti, pandemi membuat belajar tak maksimal. Namun ditegaskan, materi, bobot, hingga kualitas soal, tidak diturunkan. ”Nggak ada pengaruhnya sama sekali,” terang Agusdin.

Baca Juga :  MAN 2 Mataram Jalin Kerja Sama dengan Unram

Bahkan kata dia, Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) menetapkan, materi tes yang diujikan dalam UTBK tahun ini, kembali menjadi dua. Tes Potensi Skolastik (TPS) dan Tes Potensi Akademik (TPA).

”Kalau tahun lalu, hanya satu saja yaitu TPS, kalau tahun ini, LTMPT kembali ke aturan tes tahun 2019, jadi ada dua. Makanya saya katakan, meski pandemi justru materinya di tambah,” ujarnya.

Materi TPS bertujuan mengukur kemampuan kognitif siswa yang dianggap penting untuk keberhasilan di sekolah formal. Sedangkan, TKA juga mengukur kemampuan kognitif, yang terkait langsung dengan konten mata pelajaran yang dipelajari di sekolah. Penekanan tes adalah pada higher order thinking skills (HOTS).

Baca Juga :  UT Mataram Beri Beasiswa KIP-K dan CSR se-NTB

Begitu juga dengan calon mahasiswa, yang mengikuti tes jalur mandiri, dipastikan semua materi soal juga tidak berpengaruh. ”Karena semua soal yang ada di Bank Soal tes mandiri yang kami buat, sudah punya standar,” pungkas WR Bidang Akademik Unram ini.

Terpisah, Ketua Dewan Pendidikan NTB H Rumindah meminta sekolah benar-benar memaksimalkan sisa waktu yang ada. Peserta didik harus dipersiapkan menghadapi tes masuk PTN. ”Karena salah satu faktor SMA itu membanggakan, ketika banyak lulusannya lolos perguruan tinggi,” tegasnya. (yun/r9)

 

 

 

 

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/