alexametrics
Selasa, 22 September 2020
Selasa, 22 September 2020

Dinilai Sarat Kekurangan, Dikbud NTB Tolak Opsi Penggunaan Android untuk US

MATARAM-Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB, menolak OPSI Ujian Sekolah (US), menggunakan android. ”Tahun ini belum kita atur, kalau misalnya ada sekolah yang mau pakai android, berarti melanggar ketentuan Juknis, nggak boleh,” tegas Sekretaris I Panitia UN 2020 Provinsi NTB H Umar, kepada Lombok Post, Sabtu (7/3/2020).

 

Dalam Juknis nomor 420/1043.SMK/DIKBUD/2020, pada poin ke 5 menyebut, USBK adalah US yang menggunakan komputer, sebagai media untuk menampilkan soal dan proses menjawab, baik bentuk soal pilihan ganda, pilihan ganda kompleks, isian singkat, dan uraian serta bentuk-bentuk lainnya. ”Sudah tegas dijelaskan di sana, tidak ada android,” katanya.

 

Dirinya menyebut, penggunaan android sarat dengan kekurangan. Mulai dari tingkat keamanan sampai penggunaan jaringan yang tidak memenuhi standar. ”Kebanyakan sekolah menggunakan WIFI, seharusnya menggunakan jaringan Local Area Network (LAN),” kata dia.

 

”Kalau LAN itu nggak bisa diganggu gugat karena hanya tersedia di jaringan lokal itu saja,” sambungnya.

 

Karena itu, jika ada sekolah yang menggelar US menggunakan android, Dinas Dikbud NTB dengan jelas tidak akan mengizinkan. ”Walaupun pada saat ini era anak milenial, tetapi pelaksanaan harus sesuai regulasi, kami ingin betul-betul steril, tidak mau ada persepsi macam-macam,” tandasnya.

 

Sekretaris II Panitia UN 2020 Provinsi NTB Purni Susanto menjelaskan beberapa alasan sekolah belum bisa menggunakan android. “Pertama, itu membutuhkan aturan khusus agar tidak terjadi penyimpangan dalam prakteknya,” jelas dia.

 

Potensi itu bisa terlihat dari kecurangan ujian, penyusunan soal yang simplistik berupa pilihan ganda atau benar – salah dan lainnya. Kemudian bisa menjadi alasan siswa menuntut orangtua membelikan telepon pintar android spesifikasi tertentu.

”Ini yang harus dihindari, karena ini memberatkan ortu yang berasal dari keluarga kurang mampu,” tegasnya.

 

Ia menyebut, Dinas Dikbud NTB sama sekali tidak bermaksud menghambat inovasi sekolah. Apalagi mengurangi semangat merdeka belajar, namun ada hal-hal yang perlu diantisipasi. ”Kedepannya, kami akan membuat aturan khusus terkait ini, jadi US bisa terlaksana dengan baik, jujur, hemat waktu dan hemat anggaran seperti yang diharapkan,” tegasnya. (yun/r9)

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Sejak Pandemi, Omzet Pedagang Pasar Tradisional Turun 40 persen

”Penurunan omzet juga diikuti penurunan kapasitas pedagang di pasar sebesar 40 persen,” katanya saat ditemui di ruang kerja, Senin (21/9/2020).

Manfaatkan Simulasi KBM Tatap Muka untuk Pembiasaan Pola Hidup Sehat

”Kita lihat mana yang belum pakai masker sekaligus kita kampanye 3M itu, bersama guru-guru yang lain,” jelas Winarna.

Menag Positif Korona, UIN Mataram Langsung Instruksikan Pegawai WFH

”Pegawai UIN Mataram semaksimal mungkin, agar bekerja dari rumah menyelesaikan tugas masing-masing,” tegas dia.

Tagih Piutang Rp 3 Miliar PT GNE Libatkan Kejaksaan

Sekitar Rp 3 miliar uang PT Gerbang NTB Emas (GNE) tercatat sebagai piutang. Sejumlah perusahaan masih berhutang pada perusahaan daerah milik Pemprov NTB ini. “Makanya kita akan menggunakan JPN (jaksa pengacara negara) untuk menagih,” kata Direktur PT GNE Samsul Hadi, Jumat (18/9).

VIDEO : Buron ke Kalimantan, Pulang, Saen Diringkus di Lingsar

Pelarian anggota komplotan pencurian dengan pemberatan berinisial SR alias Saen, berakhir. Pria 31 tahun, asal Dusun Bagek Nunggal, Desa Peteluan Indah, Lingsar, Lombok Barat, itu dibekuk setelah setahun buron. ”Pelaku pulang karena rindu keluarga,” kata Kapolsek Lingsar AKP Dewi Komalasari, Sabtu (19/9).

WCD, Warga Lobar Bebaskan Pantai Cemara dari Sampah

Ribuan orang di Lombok Barat (Lobar) memperingati World Cleanup Day (WCD), akhir pekan kemarin. Kegiatan ini dipusatkan di Pantai Cemara. ”Semuanya terlibat. OPD, kecamatan, desa, bahkan masyarakat juga ramai ikut,” kata Bupati Lobar H Fauzan Khalid, Sabtu (19/9).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...
Enable Notifications    Ok No thanks