alexametrics
Rabu, 4 Agustus 2021
Rabu, 4 Agustus 2021

Soal Beasiswa, Pak Gub Perhatikan Fiskal Daerah Dong

MATARAM-Ketua Dewan Pendidikan NTB H Rumindah juga turut menyoroti, rekomendasi DPRD NTB perihal penghentian beasiswa NTB ke luar negeri. ”Kenapa tidak,” ujarnya, saat dikonfirmasi Lombok Post, (9/5).

Ditegaskan, peningkatan mutu dan kualitas pendidikan, memang tidak jauh dari pendanaan. ”Itu kata kuncinya sekolah itu kan dana ya, kalau memang tidak ada uang terus memaksakan diri, ngapain dilanjutkan,” terangnya.

Pertimbangannya, pemerintah harus melihat kondisi ekonomi daerah saat ini. Dirinya yakin, Pemprov NTB memiliki banyak solusi, menaikkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Bumi Gora. Misalnya, dengan memaksimalkan keberadaan perguruan tinggi negeri, maupun swasta ternama di Indonesia.

”Masih banyak jalan keluar lain, selain memberangkatkan ke luar negeri, jalan tengahnya adalah memanfaatkan apa yang ada di dalam negeri,” jelasnya.

Menurut dia, perguruan tinggi di Indonesia juga memiliki kualitas, yang tidak kalah dengan di luar. Contoh, Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, hingga Universitas Gadjah Mada. Dia turut menyebut Universitas Padjadjaran, Universitas Diponegoro, dan Universitas Airlangga.

”Di Indonesia banyak perguruan tinggi bagus-bagus, bahkan orang luar saja sekolah di Indonesia, kenapa kita mesti ke luar” tanya Rumindah.

Beasiswa NTB merupakan program pengiriman 1.000 pemuda NTB ke luar negeri untuk melanjutkan studinya. Baik jenjang S1, S2 maupun S3. Hingga 2020 Pemprov NTB telah memberangkatkan 546 pemuda NTB.

Tidak dipungkiri, melanjutkan pendidikan ke luar negeri bisa mempelajari hal baru. Termasuk member pengetahuan perbedaan sistem pembelajaran, menambah pengalaman, hingga belajar budaya. ”Saya akui, anak-anak jadi luas wawasan internasionalnya,” kata dia.

Namun jangan lupa. Pemda juga harus memikirkan konsekuensi atau akibat dari kebijakan tersebut. Terutama dampaknya terhadap sektor ekonomi dan anggaran daerah.

”Yang harus dipikirkan, situasi sekarang daerah sangat susah, jadi tak apa-apa untuk tahun depan distop saja,” jelas dia.

Dirinya lebih mendukung sikap DPRD NTB juga peka terhadap hal ini. ”Saya rasa rekomendasi yang ditawarkan juga cukup bijak, setiap poinnya pasti sudah melalui pertimbangan,” tandasnya.

Wakil Ketua Komisi V DPRD NTB Lalu Wirajaya menegaskan, rekomendasi terkait beasiswa NTB telah melalui berbagai pertimbangan. ”Salah satu pertimbangan kami adalah terkait mana skala prioritas, sangat-sangat kita perhitungkan dalam situasi sulit ini kan,” terangnya.

Sebaiknya, Pemprov NTB mengurus kewajibannya, membenahi sekaligus meningkatkan mutu dan kualitas SMA sederajat. ”Kalau fiskal kita kuat nggak ada masalah, tetapi sekarang kita semua tahu kondisi fiskal kita tidak memungkinkan untuk itu, jadi kami minta program itu ditinjau lagi,” tegas politisi Gerindra ini. (yun/r9)

 

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks