alexametrics
Jumat, 10 Juli 2020
Jumat, 10 Juli 2020

Hadapi Korona, Lulusan SMK Harus Bisa Berwirausaha

MATARAM-Pandemi Covid-19 berdampak pada merosotnya pertumbuhan ekonomi. ”Begitulah situasi sekarang,” kata Kepala Seksi Kurikulum Bidang Pembinaan SMK Dinas Dikbud NTB H Umar, kemarin (9/6/2020).

 

Tentu saja, kondisi tersebut akan berpengaruh pada lulusan SMK tahun ini. Banyak lulusan yang coba mencari kerja diprediksi berujung menganggur. Dirinya menegaskan, sejak awal dibentuk, siswa SMK diberikan materi pembelajaran untuk menciptakan lapangan pekerjaan sendiri. ”Siswa SMK diajarkan untuk mandiri agar setelah lulus bisa berwirausaha,” tegasnya.

 

Seharusnya lulusan SMK tidak terganggu saat ada guncangan ekonomi, seperti saat ini. Karena itulah, di sekolah kejuruan, ada mata pelajaran pra karya dan kewirausahawan. Sekolah ingin membangun mental siswa, menjadi seorang direktur, bukan menjadi buruh. ”Diajarkan bagaimana cara berbisnis yang baik, manajemen, pemasaran dan apa potensi daerah, yang bisa digarap dan dikembangkan, dijadikan sebagai bisnis,” kata Umar.

 

Dirinya meminta, dalam masa yang tidak menentu ini, lulusan SMK harus tetap optimis. Dengan kondisi apapun, peluang itu tetap ada. Apalagi pemerintah juga tidak tinggal diam, melihat keadaan ekonomi saat ini. Sarannya, bagi lulusan otomotif, bisa membuka usaha bengkel kecil-kecilan, dengan alat-alat yang ada. Lulusan elektro dengan usaha reparasi barang-barang elekronik. Atau tata busana bisa membuat masker dengan sisa-sisa kain yang ada. ”Masih ada peluang, yang penting jangan patah semangat,” jelasnya.

 

Tetapi, untuk lulusan perhotelan atau pariwisata, memang membutuhkan waktu. Lantaran pandemi Covid-19, membuat bisnis pariwisata sangat terganggu. ”Jangan karena pandemi, lalu kita diam, anak-anak bisa persiapkan diri, kalau sudah diijinkan buka, maka kita sudah ready,” pungkasnya.

 

Kepala SMKN 4 Mataram Bakiriyanto mengatakan, sementara ini lulusannya diarahkan untuk berbisnis secara daring. ”Ini yang sekarang bisa dilakukan dari rumah,” jelasnya.

 

Misalnya jurusan tata busana, dibuat secara perkelompok membuat masker. Atau jurusan tata boga, yang biasanya bekerja di perhotelan, saat ini membuat bisnis kuliner, yang dipantau wali kelas. Selanjutnya sekolah akan memfasilitasi dalam hal penjualan produk. ”Sambil kami terus berkoordinasi dengan bagian Bursa Kerja Khusus (BKK) di sekolah, kalau ada lowongan kerja atau outsourcing dimana, kita langsung info ke anak-anak,” tutupnya. (yun/r9)

 

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Pandemi Korona, Berwisata ke Lombok-Sumbawa Bisa Secara Virtual

”Event pertama di Indonesia ini didedikasikan bagi pelaku wisata UMKM dan masyarakat NTB yang mau belajar dan mau memanfaatkan peluang,”kata Ketua Panitia Meliawati Ang dalam keterangan persnya, Kamis (9/7).

Mataram Bisa Tiru Depok, Tak Pakai Masker Denda Rp 200 Ribu

Pemkot Mataram merespons kritikan Wakil Gubernur NTB. Kemarin, tim gabungan yang terdiri dari Satpol PP, TNI, dan Polri melakukan penertiban di pagi buta. Sasarannya, para pedagang di Pasar Kebon Roek, Ampenan.

Kuliah ke Luar Daerah, Warga Mataram Harus Bebas Korona

Warga Kota Mataram yang kuliah di luar daerah cukup banyak. Kemarin kata dia, sekitar 50 mahasiswa mengajukan permintaan melakukan rapid test. Dari jumlah tersebut tidak ada yang hasilnya reaktif.

12 Karyawan Bank di Cilinaya Mataram Positif Korona

Di Kelurahan Cilinaya misalnya. Di sini tercatat ada 12 karyawan salah satu bank terpapar virus Korona. “Sebenarnya hanya satu. Namun setelah kita tracing, menjadi 12 orang yang positif,” kata Lurah Cilinaya I Gusti Agung Nugrahini, Kamis (9/7)

Di Kediri Lobar, Ibu Rumah Tangga Diduga Jual Narkoba

WM, 28 tahun, warga asal Kediri Selatan ditangkap Satres Narkoba Polres Lobar. Ia bersama kedua rekannya MA dan MU diduga menjadi penjual dan penyalahguna narkotika jenis sabu. Bahkan, WM alias Dewi ini diketahui sebagai penjual obat penenang tanpa izin pihak instansi kesehatan.

Pariwisata Lesu, Pengusaha Travel Lombok Bertahan lewat Promo

Agen travel perjalanan wisata terus berupaya bertahan dalam ketidakpastian Pandemi Korona. Sektor ini menjadi salah satu yang paling terdampak akibat turunnya kunjungan wisatawan. ”Kami upayakan tetap bangkit seiring dengan penerapan new normal yang sedang digaungkan,” kata Kukuh Laro, pemilik Duta Lombok Transport.

Paling Sering Dibaca

Jika Masih Tak Patuh, Seluruh Pasar di Mataram Bakal Ditutup Paksa

akil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah mengancam akan menutup pasar yang mengabaikan protokol kesehatan. Ancaman tersebut disampaikan Wagub saat menggelar inspeksi mendadak di Pasar Mandalika, kemarin (8/7). Dia mendapati langsung banyak pedagang dan pembeli tidak mengenakan masker.

Zona Merah Korona, Wagub NTB : Mana Pol PP Mataram, Kenapa Sembunyi?

Pemkot Mataram dinilai lemah dalam merespon dan menangani Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun begitu geregetan. Meski zona merah dengan kasus positif dan kematian tiap hari, penerapan protokol kesehatan di ibu kota justru sangat longgar. Tak lagi ada pengawasan macam sedang tidak terjadi apa-apa.

Istri Model Suami Youtuber, Bantah Cari Sensasi “Mahar Sandal Jepit”

Pernikahan dengan mahar sandal jepit Iwan Firman Wahyudi dan Helmi Susanti bukan bermaksud mencari  sensasi di media sosial. Menurut mereka ikatan mereka tulus beralas kasih sayang.

Pilbup Loteng, Lale Prayatni Mulai Goyang Posisi Pathul Bahri

Lobi politik tersaji di DPP Partai Gerindra. Dari informasi yang dihimpun Lombok Post, diam-diam SK Gerindra dibidik Prayatni melalui ‘lorong’ Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo.

Turun dari Rinjani, Warga Lombok Tengah Tewas Jatuh ke Jurang

Pendakian di Gunung Rinjani kembali memakan korban jiwa. Sahli, 36 tahun, warga Desa Tampak Siring, Lombok Tengah meninggal setelah terjatuh ke jurang di kawasan Gunung Rinjani, Senin (6/7).
Enable Notifications.    Ok No thanks