alexametrics
Rabu, 12 Agustus 2020
Rabu, 12 Agustus 2020

Anak Tak Dapat Sekolah, Ratusan Orang Tua Siswa Protes Dikbud NTB

MATARAM-Protes keras dilayangkan ratusan orang tua calon siswa SMA di Mataram. Mereka mendatangi Dinas Dikbud NTB, meminta kepastian nasib anak mereka. ”Setiap tahun, jalur zonasi ini selalu bermasalah,” kata Suharman, salah satu orang tua, pada Lombok Post, Kamis (9/7/2020).

Pria 42 tahun ini mengungkapkan kekesalannya. Tempat tinggalnya di Majeluk, ternyata tidak terdata dalam tiga sekolah pilihan yang ditetapkan sesuai zonasi, berdasarkan situs resmi PPDB. Yakni SMAN 1, SMAN 5 dan SMAN 9 Mataram. ”Tahun 2016, anak saya juga begini, dan lagi tahun 2020, anak saya masuk SMA, kondisinya begini lagi,” keluhnya.

Ia meminta Dinas Dikbud NTB menerapkan PPDB zonasi sesuai aturan. ”Kok bisa gitu ketiganya nggak masuk, kita mau ke mana lagi kalau menurut zona nggak bisa, karena jalur prestasinya pun tidak lolos,” jelas dia.

Kondisi seperti ini sangat membebani psikologis anaknya. ”Apalagi pengumuman tengah malam, tambah ini nggak lolos, mana bisa kita tidur,” kata Suharman.

Dirinya sudah menemui panitia PPDB. Jawaban yang diterima penuh ketidakpastian. Padahal dirinya berharap, jika anaknya tidak diterima di SMAN 5 Mataram yang menjadi pilihan anaknya, bisa diarahkan ke SMAN 9 Mataram. Bukan sekolah yang sangat jauh dari zonasi, seperti SMAN 8 Mataram atau SMAN 10 Mataram.

”Katanya zonasi mendekatkan tempat tinggal dengan sekolah, jadi anak saya ingin sekolah di zona, kenapa dipersulit. Jangan sampai anak itu nggak mau sekolah gara-gara ini,” tegas Suharman.

Dirinya berharap, Dinas Dikbud NTB belajar masalah yang muncul tahun sebelumnya. Kendala harus disempurnakan, tidak terus berulang. ”Harapan kami coba diperbaiki sistemnya. Masa setiap tahun kayak gini,” tandasnya.

Warga Cakranegara Made Darsi juga mengeluhkan hal yang sama. Terpental dari tiga sekolah yang masuk zonasi berdasarkan tempat tinggalnya. SMAN 1, SMAN 3, SMAN 9 Mataram. ”Paling tidak, kalau pilihan satu nggak bisa, ada yang kedua, itu nggak bisa juga, ada ketiga tapi ini, semuanya nggak muncul,” kesalnya.

Made menginginkan, anaknya bisa bersekolah sesuai zonasi. Jangan sampai, ada anak yang tidak sesuai zonasi, malah lolos di sekolah tersebut. ”Utamakan dulu dong yang zonasi, jangan anak kita sekolah di luar zona, kan susah juga,” kata dia.

Dirinya sudah melayangkan protes ke panitia PPDB. Namun, ia sangat menyayangkan sikap Dinas Dikbud NTB, hanya mendata nama dan domisili. Tak ada solusi pasti yang diberikan. ”Tanpa ada solusi jadi semuanya belum jelas,” tegas dia.

Dari pantauan Lombok Post, ratusan orang tua dan calon siswa, terlihat sudah menggerudug Dinas Dikbud NTB sejak pukul 08.00 Wita.

Mengenai keluhan orang tua, Kepala Dinas Dikbud NTB H Aidy Furqan mengatakan, pasti akan mencarikan jalan keluar. ”Terutama di sekolah-sekolah yang kuota rombelnya, masih belum cukup,” ujarnya.

Pihaknya akan mengarahkan ke sana, agar anak-anak di NTB tetap sekolah. Jika sekolah dipaksakan menampung, tetapi kuota rombel sudah terpenuhi, hal itu juga tidak bisa dilakukan. Aidy berharap, orang tua bisa legowo, menerima dan menyesuaikan.

”Kami punya 11 SMA negeri dan ada sekolah swasta, sekarang faktor keinginan mau di mana, kalau terakomodir ya terakomodir, tetapi memaksa keinginan itu yang tak boleh,” tegasnya. (yun/r9)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Lawan Korona di Lombok tengah Lockdown Dusun Tetap Jadi Pilihan

Pencegahan penularan covid-19 di Lombok Tengah terus dilakukan pemkab. “Harapannya, jangan ada lagi yang positif,” kata sekretaris gugus tugas Covid-19 Murdi pada Lombok Post, Senin (10/8).

Kabar Baik, Pemerintah Izinkan Pengiriman TKI ke Luar Negeri

Pemerintah telah membuka peluang kerja bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) alias Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Hanya saja, rekrutmen terbatas pada tenaga kerja terlatih sektor formal.

Tempat Hiburan di Lobar Tak Patuh Cegah Korona, Dewan : Segel Saja!

DPRD Lombok Barat (Lobar) memberi atensi penerapan protokol pencegahan covid. Terutama untuk tempat hiburan malam. ”Kami support penegak hukum dan pemerintah. Kalau ada yang membandel, segel saja,” kata Ketua Fraksi Demokrat DPRD Lobar Indra Jaya Usman, Senin (10/8).

Pasangan Makmur-Ahda Tersandera SK PKB

MATARAM--Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) HL Makmur Said-H Badruttamam Ahda tersandera SK dukungan dari PKB. Tanpa PKB, pasangan ini kemungkinan besar tak bisa bertarung di Pilkada Kota Mataram.

FK Unram Prediksi Puncak Penularan Korona di NTB Bulan Ini

Peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Mataram sempat memprediksi Bulan Agustus ini menjadi puncak pandemi Covid-19. Namun, trend Covid-19 justru perlahan menurun.

Bantu Siswa Belajar, Masjid Al-Falah Monjok Siapkan Internet Gratis

Inovasi Takmir Masjid Al-Falah Kelurahan Monjok patut ditiru. Terutama oleh takmir masjid di Kota Mataram. Karena, mereka menyiapkan internet gratis bagi siswa dan mahasiswa yang saat ini sedang menerapkan metode belajar dalam jaringan (daring).

Paling Sering Dibaca

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Cucu Bupati Pertama Loteng Siap Mengabdi untuk Lombok Tengah

Menjadi satu-satu sosok perempuan, Hj Lale Prayatni percaya diri maju menjadi calon bupati Lombok Tengah. Birokrat perempuan ini ingin membawa perubahan bagi Lombok Tengah ke arah lebih baik. ”Saya terpanggil untuk mengabdi di kampung halaman saya,” kata Hj Lale Prayatni, Minggu (9/8).

Digerebek Polisi, Doyok dan Tutik Gagal Nyabu di Karang Bagu

Terduga pengedar sabu berinisial H alias Doyok ditangkap tim khusus (Timsus) Ditresnarkoba Polda NTB. Dia diringkus bersama seorang perempuan berinisial HT alias Tutik, Jumat sore (7/8) lalu.

Lale Sileng Pilih Yusuf Saleh Sebagai Wakil di Pilbup Loteng

Lale Prayatni memutuskan untuk menggandeng HM Yusuf Saleh. “Ya,” kata Lale singkat saat dihubungi, Minggu (9/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks