alexametrics
Sabtu, 15 Agustus 2020
Sabtu, 15 Agustus 2020

Hari Ke-5 UTBK di Unram, Ratusan Peserta Tidak Hadir

MATARAM-Pelaksanaan tes UTBK SBMPTN di Unram masih berlangsung. Memasuki hari ke-5, banyak peserta yang tidak hadir. ”Sampai Kamis, kami mendata ratusan peserta yang tidak ikut tes,” kata Koordinator TIK Pusat UTBK Unram I Wayan Sudiarta, pada Lombok Post, Jumat (10/7/2020).

 

Disebutkan, 5.268 orang peserta hadir dari 5.577 orang peserta yang dijadwalkan mengikuti ujian sampai dengan hari kelima. Peserta yang tidak hadir tercatat 309 orang. Dosen Prodi Fisika Fakultas MIPA Unram itu menjelaskan, ada yang terkonfirmasi karena telat datang. Ada pula karena tidak melihat jadwal, salah centang pusat UTBK, atau berada di luar pulau.

 

”Kami juga menerima informasi, ada yang mengalami kecelakaan lalu lintas, dan ada juga karena alasan sudah memilih perguruan tinggi swasta,” jelas Wayan.

 

Otomatis karena ketidakhadirannya, dianggap gugur. Kendati demikian, ternyata ada pengecualiaan. Bagi peserta yang tidak hadir karena terkonfirmasi menderita demam atau sakit sebab terindikasi Covid-19. Tetapi setelah menjalani Rapid Test dan hasilnya tidak reaktif maka bisa mengikuti UTBK di sesi selanjutnya. ”Bisa dijadwalkan ke sesi tanggal 20 Juli jika disetujui panitia pusat,” katanya.

 

Dia menuturkan, kebijakan tersebut sesuai arahan LTMPT melalui Surat Edaran (SE) Nomor : 18/SE.LTMPT/2020 Tentang Persyaratan Kesehatan Dalam Pelaksanaan UTBK-SBMPTN 2020. Aturan mengharuskan peserta memenuhi persyaratan kesehatan.

 

”Dalam Surat Edaran LTMPT disebutkan jika peserta punya suhu lebih dari 37,5o C, atau hasil pemeriksaan rapid test reaktif, maka peserta tidak boleh mengikuti ujian,” terangnya.

 

Dosen Ahli Fisika Komputasi itu menyebutkan, penanganan untuk peserta dengan swab test atau rapid test secara mandiri. Jika negatif, maka peserta diperbolehkan mengikuti ujian tahap kedua. Akan tetapi, jika positif tidak diperbolehkan ikut tes tahap satu maupun tahap dua.

 

”Tapi sejauh ini belum ada yang datang ke Unram dan di tes reaktif,” pungkasnya.

 

WR I Unram Agusdin menyarankan, jika peserta tidak bisa mengikuti tes UTBK, bisa mengikuti tes jalur mandiri. ”Kami sudah membuka pendaftarannya,” kata dia. (yun/r9)

 

 

 

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Pandai Besi, Penyelamat Ekonomi Rarang saat Pandemi

EKONOMI Warga Desa Rarang, Kecamatan Terara, Lombok Timur tak meredup, meski pandemi Covid-19 masih berlangsung. Keberadaan pandai besi yang ditekuni warga setempat menjadi musababnya.

Desa Medana Buka Destinasi Wisata dengan Protokol Kesehatan Ketat

Dunia pariwisata memang lesu di tengah pandemi. Tapi tidak bagi Desa Medana, Kecamatan Tanjung, Lombok Utara. Tiga destinasi wisata di desa ini justru berkibar. Ada jurus jitu membuka destinasi wisata meski pandemi tengah mendera.

51.200 Pekerja NTB Masuk Daftar Penerima Bantuan Tambahan Penghasilan

Perusahaan di NTB harus bertanggungjawab. Mereka harus memastikan pekerja dengan upah di bawah Rp 5 juta mendapatkan bantuan tambahan penghasilan dari pemerintah. Sebab, hingga kemarin, di NTB, belum semua pekerja masuk daftar penerima bantuan.

Waspada Bahaya Klaster Covid 19 Baru di Sekolah

BARU beberapa hari sekolah dibuka, muncul klaster baru. Ketegasan pemerintah diharapkan banyak pihak. Sayangnya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melempar tanggungjawab ke pemerintah daerah.

Kantor Layanan Publik Harus Jadi Contoh Pencegahan Covid 19 di NTB

nstansi pelayanan publik, BUMN, dan BUMD harus menjadi contoh penerapan protokol pencegahan Covid-19. ”BUMN dan BUMD berperan penting dalam mendisiplinkan masyarakat melalui budaya kerja dengan protokol kesehatan,” kata Sekda NTB H Lalu Gita Ariadi, selaku ketua pelaksana harian Gugus Tugas Covid-19 NTB, saat memimpin rapat pembahasan pencegahan Covid-19, Rabu (12/8).

BRI Dorong Loyalitas Nasabah dan Pengembangan UMKM

Acara Panen Hadiah Simpedes BRI kembali digelar untuk masyarat.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bukan Bunuh Diri, Terungkap Mahasiswi Unram Dicekik Lalu Digantung

Misteri kematian mahasiswi Universitas Mataram (Unram), Linda Novitasari yang ditemukan meninggal di rumah BTN Royal Mataram, Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram pada Sabtu (25/7) lalu akhirnya terkuak.

Ayo, Pekerja NTB Setor Nomor Rekening Dapat Bantuan Rp 600 Per Bulan

Para pekerja yang merupakan karyawan swasta di NTB tak boleh ketinggalan. Bagian Sumber Daya Manusia (HRD) di setiap perusahaan di NTB diingatkan agar proaktif menyetorkan rekening karyawan untuk mendapatkan bantuan Rp 600 ribu per bulan dari pemerintah.

Penggali Kubur LNS di Mataram Sakit, Arwah Minta Organ Dikembalikan

Penyidik telah melakukan otopsi terhadap jenazah Linda Novita Sari (LNS) maha siswi unram yang diduga jadi korban pembunuhan. Bagian tubuh LNS diambil dokter forensik untuk proses pemeriksaan.
Enable Notifications.    Ok No thanks