alexametrics
Kamis, 24 September 2020
Kamis, 24 September 2020

Kurikulum Darurat, Materi Belajar Siswa Dipangkas Hingga 70 Persen

LAMA DINANTI, Kurikulum darurat secara resmi telah diluncurkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Pada kurikulum ini, banyak materi yang dipangkas bahkan lebih dari separo.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan Kemendikbud Totok Suprayitno menuturkan, kurikulum darurat ini akan meringankan beban guru termasuk siswa. Karena, kurikulum darurat dilakukan dengan pemangkasan jumlah kompetensi dasar dan kompetensi inti tiap mata pelajaran.

Pasalnya, lanjut dia, pada kurikulum darurat ini materi yang wajib disampaikan pada proses belajar hanya yang penting dan esensial. Sehingga, akan meringankan beban mengajar dan belajar di tengah pandemi Covid-19.

”Jumlah cakupan yang dihilangkan atau digabung bahkan ada yang sampai 70 persen. Jadi jauh dari yang aslinya,” ujarnya di Jakarta, kemarin (10/8).

Meski begitu, kurikulum darurat ini tidak wajib digunakan semua guru. Apabila guru merasa sesuai, maka bisa menggunakan kurikulum normal atau modifikasi mandiri dari kurikulum normal.

Dia menegaskan, Kemendikbud tidak akan memberi restriksi ketat kepada guru. Sebab, dalam proses belajar guru harus diberikan kreativitas. Sehingga, tidak kaku. ”Ketika RPP (rencana pelaksanaan pembelajaran, Red) diseragamkan jadinya kaku. Ice breaking jam tujuh, kemudian selanjutnya jadwal apa,” keluhnya.

Pada masa pandemi ini, kata dia, penyederhanaan kurikulum sangat diperlukan. Karena, anak yang belajar tanpa didampingi guru banyak mengalami kesulitan-kesulitan. Lost of learning bahkan disebutnya jadi seperti sebuah keniscayaan. Maka dari itu, salah satu cara mengatasinya ialah mempersilakan sekolah di daerah zona hijau dan kuning untuk membuka sekolah dengan seluruh persyaratan yang ada. ”Dari sisi kurikulum, kita berikan opsi kurikulum yang sederhana sebagai salah satu pilihan sekolah. Bagi PJJ (pembelajaran jarak jauh, Red) ataupun tatap muka,” paparnya.

Selain itu, pihaknya juga menyiapkan modul pembelajaran yang diberikan kepada siswa, guru, dan orang tua di jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD) dan sekolah dasar (SD). Modul ini diklaim lebih mudah dipahami karena berbasis aktivitas. Untuk PAUD, basisnya ialah bermain itu belajar. Sementara SD, dimulai dengan literasi numerasi.

Tapi lagi-lagi, tak ada restriksi terkait wujud belajar yang bisa dilakukan di rumah meski telah diberikan panduan dalam modul tersebut. Orang tua dan guru bebas berkreasi dengan apa yang ada di lingkungannya. ”Jangan sampai modul jadi instruksi penyeragaman.Tidak. Silakan dikembangkan sendiri, yang mungkin idenya bisa dari modul,” papar Totok.

Di sisi lain, ia mengingatkan kembali bahwa guru juga perlu melakukan assessment. Hal ini untuk mengurangi gap antar-siswa. Jika sudah terdeteksi, maka baiknya guru tak melanjutkan ke materi selanjutnya. Namun memberikan pendalaman atas kekurangan pada siswa. (mia/JPG/r6)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Hasil Survei Indikator, Elektabilitas HARUM Paling Tinggi

“Pak Mohan Roliskana hingga sejauh ini paling potensial menang dalam pemilihan mendatang,” ujar  Wakil Ketua DPP Golkar Ahmad Doli Kurnia dalam pemaparan yang dilakukan secara online dari DPP Golkar Jakarta, (18/9) lalu.

Polisi Pantau Kampanye Hitam di Pilwali Mataram

Pelaksanaan Pilkada di Kota Mataram mendapat atensi penuh pihak TNI-Polri. Polresta Mataram dan Kodim 1606 Lobar telah melakukan pemetaan potensi konflik dan mencegah secara dini beberapa konflik yang biasa terjadi pada masa Pilkada.

Trailer Film MOHAN Bikin Baper

Kreativitas sineas Kota Mataram terasa bergairah. Ditandai dengan garapan film bergenre drama romantic berjudul ‘Mohan’ yang disutradai Trish Pradana. Film yang direncanakan berdurasi sekitar 35 menit ini mengisahkan perjalanan asmara Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskan dengan istrinya Hj Kinastri Roliskana. Film Mohan dijadwalkan mulai tayang Bulan Oktober mendatang.

Pasangan Calon Harus Memberi Perhatian pada DPT

PESERTA pemilihan yaitu Pasangan Calon harus menunjukkan perhatian lebih pada seluruh tahapan yang ada, bukan hanya pada saat pendaftaran calon atau pada pemungutan suara saja. Salah satu tahapan yang sangat menentukan ialah tahapan Penyusunan dan Pemutakhiran Daftar Pemilih atau cukup disebut dengan penyusunan DPT.

Pendataan Bantuan Kuota Internet untuk Siswa Guru dan Mahasiswa Kacau

Hari pertama penyaluran bantuan subsidi kuota internet untuk siswa, guru, mahasiswa, dan dosen langsung berpolemik. Proses pendataan dan verifikasi nomor ponsel dinilai kacau.

Calon Kepala Daerah Wajib Jadi Influencer Protokol Kesehatan

DPR, pemerintah dan KPU telah memutuskan akan tetap melaksanakan pilkada serentak pada 9 Desember. Para calon kepala daerah (Cakada)  diminta menjadi influencer protokol kesehatan  agar pilkada tidak memunculkan klaster baru Covid-19.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).
Enable Notifications    Ok No thanks