alexametrics
Kamis, 24 September 2020
Kamis, 24 September 2020

Pandemi Covid-19, Pemerintah Berikan Relaksasi Jam Mengajar Guru

MATARAM-Kemendikbud RI memberikan relaksasi terhadap jam mengajar guru di sekolah.

”Iya kami menyambut baik kebijakan itu,” kata Kepala Disdik Kota Mataram H Lalu Fatwir Uzali, pada Lombok Post, Senin (10/8/2020).

Berdasarkan Keputusan Mendikbud Nomor 719/P/2020 tentang Pedoman Kurikulum Dalam Kondisi Khusus, dalam poin keempat kurikulum darurat, pemerintah memberikan relaksasi jam ajar. Bertujuan mengurangi beban guru, sekaligus memberikan fleksibilitas guru dalam mengajar.

”Artinya pemerintah tak lagi mewajibkan guru memenuhi jam ajar dengan hitungan 24 jam dalam sepekan,” ujarnya.

Diakuinya, mengajar dalam masa pandemi tidak mudah. Kondisi tersebut membuat guru sulit melaksanakan tugasnya, sesuai aturan. ”Memang tidak bisa sepenuhnya terpenuhi selama 24 jam, karena guru dan peserta didik tidak melakukan tatap muka belajar di kelas,” tegas Fatwir.

Dalam kondisi tersebut, guru harus bisa menyesuaikan diri. Disdik Kota Mataram mempersilakan tenaga pengajar melakukan inovasi, dengan tetap melaksanakan tugasnya. ”Saya berharap teman-teman semua tetap semangat, untuk menyampaikan materi itu kepada peserta didik,” jelasnya.

Dalam mengajar, guru tidak harus mengejar ketercapaian kurikulum. Namun, inti pelajaran dalam kurikulum itu harus diajarkan kepada peserta didik.

”Mau guru mapel atau guru kelas, harus memperhatikan hal ini,” kata dia.

Saat disinggung mengenai gaji guru saat mendapatkan relaksasi, Fatwir mengatakan pihaknya akan membuat edaran.

”Nanti kami akan mendapatkan suatu informasi melalui evaluasi. Masalah besarannya, jangan dipikirkan dulu, yang terpenting guru melaksanakan tugas,” tandasnya.

Kepala Bidang GTK Disdik Kota Mataram M Yasin menambahkan, evaluasi terhadap kinerja guru sampai saat ini tetap berjalan. Polanya melalui kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) yang dibantu pengawas sekolah. Guru-guru memberikan laporannya setiap dua pekan. Untuk melihat sejauh mana respons guru terhadap KBM daring maupun luring.

”Jangan sampai ada kesan guru hanya berdiam diri saja di rumah. Karena kami menginginkan proses KBM ini tetap berjalan, supaya anak-anak di Mataram tetap belajar,” tegas dia. (yun/r9)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Hasil Survei Indikator, Elektabilitas HARUM Paling Tinggi

“Pak Mohan Roliskana hingga sejauh ini paling potensial menang dalam pemilihan mendatang,” ujar  Wakil Ketua DPP Golkar Ahmad Doli Kurnia dalam pemaparan yang dilakukan secara online dari DPP Golkar Jakarta, (18/9) lalu.

Polisi Pantau Kampanye Hitam di Pilwali Mataram

Pelaksanaan Pilkada di Kota Mataram mendapat atensi penuh pihak TNI-Polri. Polresta Mataram dan Kodim 1606 Lobar telah melakukan pemetaan potensi konflik dan mencegah secara dini beberapa konflik yang biasa terjadi pada masa Pilkada.

Trailer Film MOHAN Bikin Baper

Kreativitas sineas Kota Mataram terasa bergairah. Ditandai dengan garapan film bergenre drama romantic berjudul ‘Mohan’ yang disutradai Trish Pradana. Film yang direncanakan berdurasi sekitar 35 menit ini mengisahkan perjalanan asmara Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskan dengan istrinya Hj Kinastri Roliskana. Film Mohan dijadwalkan mulai tayang Bulan Oktober mendatang.

Pasangan Calon Harus Memberi Perhatian pada DPT

PESERTA pemilihan yaitu Pasangan Calon harus menunjukkan perhatian lebih pada seluruh tahapan yang ada, bukan hanya pada saat pendaftaran calon atau pada pemungutan suara saja. Salah satu tahapan yang sangat menentukan ialah tahapan Penyusunan dan Pemutakhiran Daftar Pemilih atau cukup disebut dengan penyusunan DPT.

Pendataan Bantuan Kuota Internet untuk Siswa Guru dan Mahasiswa Kacau

Hari pertama penyaluran bantuan subsidi kuota internet untuk siswa, guru, mahasiswa, dan dosen langsung berpolemik. Proses pendataan dan verifikasi nomor ponsel dinilai kacau.

Calon Kepala Daerah Wajib Jadi Influencer Protokol Kesehatan

DPR, pemerintah dan KPU telah memutuskan akan tetap melaksanakan pilkada serentak pada 9 Desember. Para calon kepala daerah (Cakada)  diminta menjadi influencer protokol kesehatan  agar pilkada tidak memunculkan klaster baru Covid-19.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Sutradara Trish Pradana, Angkat Kisah Mohan ke Layar Lebar

Sutradara Trish Pradana tak henti melahirkan karya. Di tengah Pandemi Korona ini ia kembali ke balik layar menuntaskan film baru bertajuk "Mohan". Ini merupakan film yang diangkat dari kisah hidup Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana sewaktu remaja.
Enable Notifications    Ok No thanks