alexametrics
Selasa, 1 Desember 2020
Selasa, 1 Desember 2020

Gaji Sering Telat Dibayar, Guru Honorer Ngadu ke DPRD NTB

MATARAM-Sejumlah pengurus Persatuan Guru Tidak Tetap (GTT) NTB, mendatangi kantor DPRD NTB, Senin (9/11/2020). ”Mereka membawa sejumlah tuntutan,” kata Wakil Ketua DPRD NTB Mori Hanafi.

Tuntutan pertama, terkait jadwal pembayaran gaji honorer, yang selalu tidak tepat waktu. ”Harapan mereka, rutinitas terhadap honor bisa berjalan,” jelasnya.

Selama ini, GTT merasa kesulitan lantaran menerima honor per tiga bulan. ”Maunya mereka tuh konstan (tidak berubah, Red),” terang politisi Gerindra ini.

Kepada koran ini Mori mengatakan sependapat dengan itu. ”Kalau penghasilan dengan jumlahnya yang seperti itu, dibayar per tiga bulan, ya repot juga,” ujar dia.

Malah GTT berharap, gaji bisa dibayar sebulan sekali. ”Atau dua bulan sekali, setidaknya dengan seperti ini, mereka bisa mengatur kebutuhan rumah tangga,” tegasnya.

Kedua, setiap akhir tahun, honor GTT sering tidak dibayar. Malah dibayar tahun depan. ”Ini kan kita juga kasian,” jelasnya.

Terhadap upah yang dibayar Pemprov BTB kepada GTT sebesar Rp 40 ribu per jam, tidak dikeluhkan. ”Karena itu dihitung sesuai Jumlah Jam Mengajar (JJM), tidak ada keluhan sama sekali,” terangnya.

Untuk menjawab semua persoalan itu, dewan segera meminta klarifikasi Dinas Dikbud NTB. ”Kami mau tanya kenapa ini bisa terjadi,” terang pria berdarah Mbojo itu.

Jika alasannya karena pandemi, dia justru mengatakan itu tak bisa dibenarkan. ”Malah itu bukan menjadi alasan ya, karena guru ini tetap mengajar lewat daring,” tegas dia.

Hal ini sepatutnya menjadi perhatian bersama. ”Sebab ini erat kaitannya, dengan peningkatan kesejahteraan para guru,” ujarnya.

Diingatkan, mereka berperan besar sebagai pendidik generasi penerus bangsa. ”Jangan kira honorer ini tidak bekerja, tetap kerja dengan segala keterbatasan yang ada,” pungkasnya.  (yun/r9)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Kolaborasi dan Pemasaran Digital Bantu Dongkrak Produk Produk Lokal

Delapan bulan lebih pandemi COVID-19 melanda Indonesia. Situasi ini tidak hanya  berpengaruh pada sektor kesehatan, tapi juga dunia usaha. Meski kondisi sulit, beberapa UMKM masih mampu bertahan bahkan berkembang dengan sejumlah inovasi. Profesional, kolaborasi dengan berbagai pihak dan pemanfaatan teknologi digital jadi jurus yang banyak dipakai para UMKM lokal dalam mendongkrak penjualan produk-produk mereka.

Kisruh Aset Pemprov di Trawangan, Kejati Diminta Telusuri Aliran Dana

”Informasi dari kami banyak, Kejati juga banyak yang sudah didapatkan,” kata Koordinator Wilayah III KPK Aida Ratna Zulaiha.

Ekspor Ditutup, Ratusan Ribu BBL di NTB Tertahan di Penampungan

”Satu bulan saja tidak ada kejelasan, pasti ekspor ilegal terjadi. Barang yang tertahan sekarang itu kan duit semua,” kata Ketua Dewan Pembina Lombok Lobster Association (LLA) Mahnan Rasuli, Minggu (29/11/2020).

UMKM Lokal Bisa Pamer Produk di NTB Mall Offline

”Ini potensi pasar baru yang menjanjikan untuk menjual produk lokal,” ujar Fathurrahman, kepala Dinas Perdagangan NTB.

Guru Honorer Ikut BPJS Ketenagakerjaan, Dikbud Lobar Masih Berhitung

”Iya, kami telah menerima arahan dari Pak bupati dan sedang kami tindak lanjuti,” kata Sekretaris Dinas Dikbud Lobar Khairuddin, pada Lombok Post, Minggu (29/11/2020).

Sumo Sale Nissan, Diskon Terbesar di Tahun 2020

"Promo diskon Sumo Sale ini untuk All New Nissan Livina promonya sampai akhir tahun," kata Branch Head Indomobil Nissan Sandubaya Ryo Hadiyanto pada Lombok Post, Minggu (29/11/2020).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Kisah Sukses Juragan Lobster NTB : Sekali Panen Rp 1 Miliar

Budi daya lobster sungguh menjanjikan. Inilah hikayat mereka-mereka yang hidupnya berbalik 180 derajat karena lobster. Sekali panen, ratusan juta hingga Rp 1 miliar bisa...

Selamat! Ini Pemenang Simpedes BRI Periode 1 Tahun 2020

”Mudah-mudahan dengan acara ini, nasabah BRI semakin loyal, semakin berkembang, dan semakin semarak bertransaksi,” tuturnya.

Bantuan Subsidi Upah, Guru Honorer dapat Rp1,8 Juta

Pemerintah memperluas sasaran penerima Bantuan Subsidi Upah (BSU). Kali ini, giliran tenaga pendidik dan guru non-PNS yang akan mendapat bantuan hibah sebesar Rp 1,8 juta. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menyebutkan, bantuan ini diharapkan mampu meningkatkan kemampuan ekonomi para dosen, guru, dan tenaga kependidikan non-PNS yang selama ini ikut terdampak pandemi COVID-19.
Enable Notifications    OK No thanks