alexametrics
Sabtu, 25 Juni 2022
Sabtu, 25 Juni 2022

Rencana Tukar Tempat SMAN 2 dengan SMKN 1 Gerung Ditentang

GIRI MENANG—Usulan Dinas Dikbud NTB agar SMAN 2 Gerung bertukar tempat dengan SMKN 1 Gerung mendapat penolakan dari masyarakat. ”Tidak setuju,” tegas H Lalu Sajim Sastrawan, ketua Komite SMAN 2 Gerung, pada Lombok Post, Rabu (11/5).

Dalam rencana pemerintah, usulan tukar tempat antar dua sekolah tersebut untuk menambah jumlah SMK Core IT di NTB. Kabarnya lagi, kebijakan tersebut dinilai akan berdampak pada penambahan jumlah siswa di SMAN 2 Gerung.

Apa pun alasannya, komite sekolah tetap pada pendiriannya. ”Kami sudah membahas ini dalam rapat dengan tokoh dan masyarakat setempat, kami tetap pada keputusan awal bahwa kami tidak setuju,” tegasnya.

Dirinya juga menyayangkan kebijakan tukar tempat, untuk mendongkrak jumlah siswa yang mendaftar saat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMAN 2 Gerung nanti. Menurut Widyaiswara Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) NTB ini, upaya yang paling mengena adalah, dengan memaksimalkan penerapan sistem zonasi PPDB.

Baca Juga :  Gaji Sering Telat Dibayar, Guru Honorer Ngadu ke DPRD NTB

”Dikbud seharusnya konsisten dalam menerapkan zonasi, itu kuncinya,” ujar H Lalu Sajim Sastrawan.

Ia mengajak Dinas Dikbud NTB untuk sama-sama mengaburkan anggapan masyarakat, bahwa selama ini SMAN 2 Gerung tidak memiliki siswa. Bagaimana pun, pemerintah memiliki tanggung jawab atas hal itu, sebagai akibat dari tidak konsistennya penerapan sistem zonasi saat PPDB berlangsung selama ini.

”SMAN 2 Gerung ini bukan tidak punya siswa, tetapi zona-zona yang sudah ditetapkan itu malah diambil kembali. Gara-gara ada kepala desa yang bersurat. Ini tidak boleh terjadi lagi,” terangnya.

Dikatakannya, yang dibutuhkan bukan tukar tempat. Namun konsistensi Dinas Dikbud NTB tak mengutak-atik petunjuk teknis (juknis) terkait pembagian wilayah di sistem zonasi PPDB.

Dirinya juga melihat, tukar tempat antara SMAN 2 Gerung dengan SMKN 1 Gerung, akan menghilangkan tujuan sistem zonasi itu sendiri. Jalur penerimaan yang satu ini ditujukan agar mendekatkan sekolah dengan lingkungan tempat tinggal. ”Seharusnya jarak dari rumah ke sekolah hanya dua kilometer saja, tetapi kalau dipindah, hitungannya bisa jadi empat kilometer,” pungkasnya.

Baca Juga :  LDT NTB Gelar ECCO Seminar dan Debat 2021

Terpisah, Kepala SMAN 2 Gerung Abdul Kadir Alaydrus tidak banyak berkomentar. ”Kami mengikuti bagaimana arahan pimpinan, kemudian kami teruskan ke komite sekolah, dan keputusannya ada di tangan mereka,” jelasnya.

Pihaknya kini terus fokus dan giat melakukan promosi sekolah ke SMP sederajat. Upaya ini dilakukan, agar masyarakat mengetahui lebih awal bagaimana program pembelajaran di SMAN 2 Gerung.

”Meski kami belum tahu zonasinya untuk tahun ini, bersama guru-guru kami sudah berpromosi dan sosialisasi ke sekolah, termasuk te tokoh agama dan tokoh masyarakat,” terangnya. (yun/r9)

 

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/