alexametrics
Sabtu, 19 September 2020
Sabtu, 19 September 2020

Pembukaan Sekolah Masih Dilarang, Kegiatan Guru Kunjung Jadi Solusi

MATARAM-Selama Pandemi Covid-19, sekolah harus tetap memberikan layanan pembelajaran. Salah satu yang bisa dilakukan dengan menggunakan metode Guru Kunjung.

”Ini salah satu solusi yang kita lakukan selama BDR,” kata Kepala Dinas Dikbud NTB H Aidy Furqan kepada Lombok Post, usai memantau kegiatan Guru Kunjung SMAN 6 Mataram, Selasa (11/8/2020).

Pemantauan kegiatan Guru Kunjung di rumah orang tua siswa SMAN 6 Mataram, berada di dua lokasi. Lingkungan Gerung Butun Barat, Kelurahan Mandalika dan Jalan Nakula Nomor 19, Banjar Mantri Cilinaya Cakranegara. Skema guru kunjung menjangkau siswa, untuk pendampingan dan bimbingan belajar di masa pandemi.

”Saya memberi apresiasi luar biasa kepada guru-guru kita, jiwa pengabdian mereka tetap ada dengan melaksanakan fungsi mendidik,” ujarnya.

Kegiatan ini dinilai cukup efektif. ”Kalau hanya tugas mengajar, bisa diwakilkan oleh teknologi tetapi belajar bukan hanya itu, ada transfer emosional juga dari guru ke siswa,” jelas dia.

Selama pemantauan, Dinas Dikbud NTB menyerap apa yang disampaikan peserta didik dan orang tua. Aidy merasa terharu karena kegiatan ini membuat orang tua bahagia. ”Orang tua bangga, bahwa sekolah anak mereka hadir di tengah keluarga,” terangnya.

Dirinya mendorong sekolah-sekolah menerapkan metode ini. Agar siswa lebih mudah memahami materi, sekolah bisa melakukan pertemuan berkala. Menyiapkan materi di sekolah dan terjadwal.

”Inilah yang bisa kita lakukan, dalam menyeimbangkan layanan pembelajaran daring masa pandemi,” tegas pria bergelar doktor ini.

Plt Kepala SMAN 6 Mataram Artawan mengatakan, kegiatan Guru Kunjung menyasar siswa kelas X-XII. Namun, penerapan kali ini dimulai dari siswa kelas X. Karena mereka belum sempurna mengenal guru dan teman-teman sekelasnya.

”Untuk menjawab ini maka langsung kami programkan. Guru-guru kita tugaskan ke rumah salah satu wali siswa yang ditunjuk, kita belajar di sana,” tegasnya.

Satu kelompok belajar diisi tujuh siswa. Durasi mengajar hanya dua jam saja. Menggunakan masker, jaga jarak dan lainnya. Materi yang disampaikan, terlebih dulu sudah disederhanakan, agar siswa tidak bosan.

”Program ini akan terus kami lanjutkan, gunanya mendekatkan sekolah ke anak-anak,” pungkas dia. (yun/r9)

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Proyek Pasar ACC Ampenan Terancam Molor

Pengerjaan konstruksi fisik Pasar ACC Ampenan masih dalam proses sanggah. Belajar dari pengalaman tahun lalu, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram tidak ingin gegabah mengerjakan proyek yang anggarannya dari Kementerian Perdagangan itu. “Kita tidak ingin kejadian seperti  tahun lalu di Pasar Cakarenagara. Molor,” kata Kepala Disdag Kota Mataram H Amran M Amin, kemarin (18/9).

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.

Kasus Korona di Mataram Kembali Meningkat

Tren kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan. Terjadi penambahan kasus tiap hari. “Biasanya kasus baru positif satu, dua. Tapi tadi malam sepuluh orang yang positif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa, kemarin (17/9).

TGB Minta Kasus Penusukan Syaikh Ali Jaber Diusut Tuntas

Mantan Gubernur NTB yang juga ulama TGB M Zainul Majdi menyinggung kasus penusukan terhadap salah satu ulama nasional Syaikh Ali Jaber. Menurutnya, di balik kasus penusukan ini, ada upaya untuk memecah belah umat dan bangsa Indonesia.

Kampung Sehat NTB Jadi Energi Baru Penanganan Covid-19

Program Kampung Sehat yang diinisiasi Polda NTB mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan telah memberi dampak nyata pada upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun tak sungkan memberikan apresiasi yang tinggi pada Polda NTB atas program inovatif ini.

Paling Sering Dibaca

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Hari Pertama Razia Masker di NTB, Pemda Kumpulkan Denda Rp 9,1 Juta

Sebanyak 170 orang tidak menggunakan masker terjaring razia di hari pertama penerapan sanksi denda bagi pelanggar protokol kesehatan di seluruh NTB, kemarin (14/9). Dari para pelanggar di semua titik operasi ini, Badan Pendapatan Daerah NTB pun mengumpulkan uang sebesar Rp 9,1 juta.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.
Enable Notifications    Ok No thanks