alexametrics
Rabu, 25 November 2020
Rabu, 25 November 2020

Pemprov NTB Putuskan Zona Kuning Boleh Belajar Tatap Muka Terbatas

MATARAM–Hari ini Pemprov NTB menetapkan sekolah di zona kuning boleh menggelar pembelajaran tatap muka terbatas. ”Tersebar di Lombok Utara, Lombok Tengah, Sumbawa Barat dan Sumbawa,” kata Kepala Dinas Dikbud NTB H Aidy Furqan, Sabtu (10/10/2020).

Sedangkan zona oranye di Mataram, Lombok Barat, Lombok Timur, Kabupaten Bima dan Kota Bima, diizinkan menggelar simulasi tatap muka tahap II. ”Kami menyebutnya ini simulasi penguatan,” tegas dia.

Untuk Dompu yang masih zona merah, juga digelar simulasi penguatan. Alasannya, sekolah yang ditunjuk bukan berada di pusat penyebaran Korona. ”Saya sudah berkoordinasi dengan Kepala Cabang Dinas (KCD) untuk berkoordinasi dengan satgas Covid-19 setempat,” terang Aidy.

Dia lantas menjelaskan perbedaan simulasi dan layanan tatap muka. Simulasi merupakan langkah uji coba pembelajaran menuju adaptasi. Dengan berbagai opsi strategi yang paling bagus dan sesuai kondisi sekolah, dengan wajib menerapkan protokol kesehatan.

”Sekolahnya di sini kita pilah-pilih, dan kami tetapkan jadwal penerapannya,” jelasnya.

Lain halnya layanan tatap muka. Penerapan pembelajaran, dengan prilaku baru yang mengacu standar protokol kesehatan. Menggunakan opsi strategi yang sudah disimulasikan sebelumnya.

”Kalau di layanan tatap muka ini, seluruh SMA sederajat di zona kuning dan hijau diizinkan menggelar tatap muka. Tetapi dengan jadwal terbatas, misalnya durasi 3,5 atau 4 jam pelajaran,” terang Aidy.

Selama simulasi dan layanan tatap muka terbatas, kesiapan masing-masing satuan pendidikan harus dipastikan. ”Komunikasi dengan pengawas, untuk pendampingan di sekolah,” katanya memberi arahan.

Pesan khususnya, tidak membuka layanan kantin. ”Ini untuk menghindari kerumunan yang terjadi di lingkungan sekolah,” kata Aidy.

“Harapan kami, jangan lagi ada siswa yang menunggu guru di dalam kelas, kepada guru juga jangan telat masuk mengajar,” sambungnya.

Arahannya lain, sekolah mengatur tempat duduk dengan jarak minimal 1,5 meter. Pengaturan tambahannya, dengan pola zig-zag atau diagonal.

Kepala Seksi Kurikulum Bidang Pembinaan SMA Dinas Dikbud NTB Purni Susanto menegaskan, kepala sekolah juga harus berkoordinasi dengan orang tua. Yang harus dipastikan, peserta didik datang membawa bekal dari rumah. ”Ini karena kita masih melarang untuk membuka kantin,” terang dia.

Masker cadangan juga penting disiapkan. ”Kalau yang nggak bawa sepeda motor sekolah, tolong dipastikan tepat waktu untuk mengantar dan menjemput anaknya,” jelas Purni. (yun/r9)

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Belajar dari Pengalaman Langsung Kesembuhan Penyintas COVID-19

Pola makan dengan asupan makanan tinggi kalori dan tinggi protein merupakan treatment yang dianjurkan saat terkena COVID-19. Hal ini berguna untuk meningkatkan imunitas tubuh.

XL Axiata Raih Dua Penghargaan Internasional

PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) kembali berhasil mendapatkan penghargaan tingkat internasional.

Dewan Mataram Minta Pembagian Bantuan JPS Usai Pilkada

-Sejumlah anggota dewan meradang. Bukan karena tak setuju dengan bantuan JPS tahap enam. Tapi, mereka khawatir JPS ini ditunggangi kepentingan politik jelang Pilkada Kota Mataram 9 Desember mendatang.

Vividerm Sunblock Buatan Lombok yang Berhasil Go International

Sunblock atau pelindung kulit yang diproduksi Iwin Insani diklaim ramah lingkungan. Tidak memakai bahan kimia dan tidak merusak terumbu karang.

HARUM Tata Pesisir Mataram, Dorong Potensi Kelautan dan Pariwisata

Potensi besar dalam sektor kelautan di Mataram berbanding lurus dengan tantangan yang dihadapi. Keberadaan nelayan dari muara Meninting di Utara hingga  pesisir Mapak di selatan menyisakan sejumlah  persoalan yang membutuhkan solusi komprehensip. Terutama menyangkut kesejahteraan nelayan dan penataan kawasan.

Kasus Dana Desa Sesait, Jaksa Temukan Indikasi Kerugian Lain

Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Mataram menemukan indikasi kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi penggunaan dana desa Sesait, Kabupaten Lombok Utara (KLU). ”Kita ada temukan indikasi kerugian negara selain dari hasil temuan Inspektorat (KLU),” kata Kajari Mataram Yusuf, kemarin (22/11).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.
00:06:43

VIDEO : Polisi Bongkar Pabrik Sabu di Pringgasela Lotim

Peredaran gelap narkoba di Provinsi NTB benar-benar mengkhawatirkan. Pera pelakunya menggunakan beribu macam cara. Bahkan sudah ada yang memproduksi barang haram itu di daerah ini. Polisi sudah berhasil membongkarnya.

Korona Meningkat, Libur Panjang Akhir Tahun Ini Bisa Dibatalkan

Pemerintah mempertimbangkan untuk memperpendek atau meniadakan sama sekali libur panjang pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) tahun 2020 ini jika penerapan protokol kesehatan pada liburan Maulid Nabi akhir Oktober lalu dianggap tidak efektif.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Otak Pabrik Sabu Lotim Buronan Interpol, Kabur dari Brunei-Malaysia

Terbongkarnya pabrik sabu sekala rumahan di Pringgasela, Lombok Timur (Lotim) menyeret nama MY alias Jenderal Yusuf. Nyatanya Yusuf bukan penjahat “kaleng-kaleng”. Dia kini mendekam di Lapas Mataram pernah berurusan dengan Interpol.
Enable Notifications    OK No thanks