alexametrics
Senin, 18 Januari 2021
Senin, 18 Januari 2021

Zona Merah, Tak Mau Ambil Risiko, Sekolah di Sumbawa Belajar dari Rumah

SUMBAWA-Sumbawa masih menyandang status zona merah penyebaran Covid-19. Sehingga pembelajaran tatap muka (PTM), dialihkan menjadi belajar dari rumah (BDR). ”Setelah ada edaran dari pak kepala KCD (kantor cabang dinas) Dikbud Sumbawa, kami langsung BDR,” kata Kepala SMAN 2 Sumbawa Besar Sahyuddin, saat dikonfirmasi Lombok Post, (12/1).

Merunut SKB empat menteri terbaru, status zona penyebaran memang tidak menjadi acuan. Namun, semuanya tetap diserahkan ke pemda masing-masing.

Karena itu, kebijakan awal dimulainya PTM pada 4 Januari di zona merah, dilakukan secara simulasi. Namun, kebijakan itu berubah. Berdasarkan hasil rapat koordinasi, bersama Tim Satgas Penanganan Covid-19 Sumbawa, kondisi terbaru menyebut jumlah kasus semakin meningkat di kabupaten itu, dan virusnya sudah menyebar di seluruh kecamatan.

”Kami harus mengikuti arahan pimpinan,” tegasnya.

Memang kondisi seperti ini, membuat sekolah dilema. Proses pembelajaran, yang dirasa kurang maksimal menggunakan pola BDR. Apalagi dalam hitungan pekan, siswa kelas XII akan menjalani ujian sekolah (US) dan persiapan masuk perguruan tinggi. ”Kami perkirakan, Bulan Maret mereka sudah US,” tegasnya.

Tetapi sekolah akan berusaha memberikan pelayanan terbaik bagi siswa kelas XII. ”Saya sudah rapatkan ini dengan para guru, bagaimana pun anak-anak harus kita siapkan untuk agenda tahunan ini. Kita bekerja keras supaya mereka tetap mendapatkan materi pelajaran,” terangnya.

Harapannya, kasus positif Covid-19 di Sumbawa bisa melandai. Sehingga status zona merah berubah menjadi oranye bahkan kuning. ”Kami terus pantau perkembangannya,” ujarnya.

Sekolah akan menyiapkan perlakuan khusus. Tidak hanya dari sisi akademik, namun penanganan dari sisi psikologis. Peserta didik harus fokus terhadap US. ”Karena kami tidak bisa yakin 100 persen, anak-anak akan fokus melalui BDR ini, makanya kami akan siapkan strategi khusus,” pungkas Sahyuddin.

Kepala SMKN 3 Sumbawa Besar Nasrullah Darwis menjelaskan, setelah ada edaran, langsung menghentikan kegiatan di sekolah. ”Sementara ini nggak ada aktivitas apa-apa kalau untuk siswa ya, kalau guru tetap mengajar di sekolah,” tegasnya.

Untuk menyiasati pembelajaran kelas XII, yang akan menghadapi US, pihaknya juga akan menyusun langkah strategis. Sambil memantau perkembangan penyebaran Covid-19. ”Kalau sudah oranye atau menuju kuning, kami akan prioritaskan kelas XII untuk belajar, dengan memperketat prokes itu,” ujarnya.

Kepala KCD Dikbud Sumbawa Fahrizal mengimbau, kepala sekolah dan guru melakukan pengawasan. Yang harus dicegah, siswa yang mempergunakan kesempatan belajar mandiri dengan berkumpul.

”Apabila ditemukan agar diberikan teguran dan selanjutnya dikembalikan ke orang tuanya untuk diberikan peringatan,” jelasnya.

Kepala sekolah melarang siswa melaksanakan kegiatan ekstrakurikuler atau aktivitas berkumpul. ”Kepada pengawas pembina, diminta memantau dan mendampingi satuan pendidikan dalam melaksanakan BDR,” ujarnya. (yun/r9)

 

Berita Terbaru

Enable Notifications   OK No thanks